Latest Post

Sehat dengan air putih ala Rasulullah

Untuk sehat sejatinya tidak sulit. Seluruh ciptaan Allah yang diperuntukkan bagi manusia hakikatnya baik. Sebut saja misalnya, air putih atau air mineral yang biasa dikonsumsi setiap hari. Secara medis air putih terbukti ampuh dalam menjaga stabilitas kesehatan tubuh.

Sayangnya, sekalipun air putih tergolong mudah didapatkan dan mengandung zat penting yang dibutuhkan tubuh, kesadaran dan kemauan manusia modern untuk minum air putih sesuai anjuran medis masih juga belum menggembirakan.

Padahal hampir semua orang tahu dan mengerti manfaat air putih. Namun dalam praktiknya masih tidak sedikit di antara kita yang abai dalam memanfaatkannya secara optimal. Jadi tidak keliru ungkapan seorang Fritjof Capra yang keheranan melihat perilaku manusia modern. Canggih teknologinya namun rendah kesadarannya terhadap kesehatan tubuh.

Minum Untuk Kesehatan Tubuh

Umumnya air putih masih digunakan sebatas sebagai pelepas dahaga. Jadi kala terasa haus baru mencari air putih, sehingga manfaat air putih belum dapat dirasakan secara optimal. Padahal selain melepas dahaga, air putih juga bisa memelihara dan menstabilkan kesehatan tubuh, sekaligus mengobati beragam penyakit.
Penyakit akibat ketidaksempurnaan metabolisme misalnya, bisa diterapi dengan lebih banyak minum air putih. Seperti kita pahami bahwa metabolisme berperan besar dalam memelihara kesehatan tubuh. Oleh karena itu, kita harus senantiasa meningkatkan kualitas dan kelancaran metabolisme.

Melalui metabolisme zat makanan dapat diolah secara maksimal, sehingga makanan yang dikonsumsi benar-benar memberikan asupan gizi yang dibutuhkan tubuh. Sekalipun pada usia 40 tahun ke atas metabolisme manusia bisa melambat, namun masih ada alternative agar tubuh tetap bisa meningkatkan metabolismenya dengan lebih baik. Satu di antaranya ialah dengan lebih banyak minum air putih.
Tubuh membutuhkan air untuk proses pembakaran kalori. Jika tidak tubuh akan mengalami dehidrasi (kekurangan cairan). Jika dibiarkan maka akan memicu pelambatan sistem kerja metabolisme. Oleh karena itu perbanyaklah minum air putih.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang dewasa yang minum delapan gelas air atau lebih dalam sehari, mampu membakar kalori lebih banyak daripada mereka yang minum empat gelas saja. Jadi cobalah minum air putih sebagai kebutuhan, meski sedang tidak haus. Dalam kondisi normal tubuh kita memerlukan antara dua hingga tiga liter air perharinya.

Selain itu meminum air putih secara teratur dan benar juga akan memurnikan tubuh manusia. Sebab dengan cara demikian usus besar dapat bekerja dengan lebih efektif untuk membentuk darah baru atau aematopaises.

Air putih juga bisa memperlancar sistem pencernaan, memperlambat tumbunya zat-zat pemicu kanker, termasuk perawatan kecantikan. Bila kurang minum air putih tubuh akan menjadi kering dan berkerut. Dengan banyak minum air dapat menjaga kelembaban kulit sekaligus menyehatkannya.

Bahkan meminum air putih secara benar dapat meningkatkan produksi hormone testosterone yang berguna bagi kesuburan laki-laki dan meningkatkan hormone estrogen pada wanita.

Kemudian, jika ada yang ingin menguruskan badan juga tidak perlu terlalu repot. Cukup dengan minum air putih hangat. Lakukan sebelum makan (sampai terasa agak kenyang), sehingga mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi. Hal ini sangat efektif, sebab air tidak mengandung kalori, gula ataupun lemak.
Manfaatk dan potensi dahsyat air putih telah disebutkan dalam al-Qur'an. Disebutkan bahwa air adalah sumber kehidupan. Tanpa air akan terhentilah sistem kehidupan dunia.

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
"Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?." (QS. 21: 30).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika salah seorang dari kalian hendak makan, hendaklah makan dengan tangan kanan. Dan apabila ingin minum, hendaklah minum dengan tangan kanan. Sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya." (HR. Muslim)
Manusia boleh tidak makan tapi jangan tidak minum. Sebab akan berujung pada kematian. Orang bisa bertahan hidup sampai tiga puluh hari tanpa makan, tetapi bisa meninggal gara-gara tidak minum selama berhari-hari.

Air begitu penting dan tubuh amat bergantung padanya selama proses biologis berlangsung. Itulah mengapa rasulullah saw tetap menganjurkan umatnya agar tetap bangun sahur dan bersegera untuk berbuka walau hanya dengan minum air putih saja.

Meski meminum adalah hal, kecil, Islam berbeda dengan umat lain. Islam mengajarkan adab dan tata-cara yang tak dimiliki agama lain.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa lupa sehingga minum sambil berdiri, maka hendaklah ia berusaha untuk memuntahkannya." (HR. Ahmad no 8135)

Adab lain Islam terhadap minum adalah tidak meniupnya.

Dari Ibnu Abbas, "Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum." (HR. Turmudzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu beliau mengatakan, "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam minum beliau mengambil nafas di luar wadah air minum sebanyak tiga kali." Dan beliau bersabda, "Hal itu lebih segar, lebih enak dan lebih nikmat." Anas mengatakan, "Oleh karena itu ketika aku minum, aku bernafas tiga kali." (HR. Bukhari no. 45631 dan Muslim no. 2028)

Dengan demikian mari biasakan minum air putih dan meminum cara Nabi agar tubuh kita tetap sehat dan terhindar dari beragam penyakit, dan InsyaAllah lebih barakah. Wallahu a'lam bish showab.

sumber : http://arrahmah.com/read/2012/07/03/21385-sehat-dengan-air-putih-ala-rosulullah-saw.html
 

Sang pengantin yang memilih medan jihad daripada jabatan

Ini adalah kisah tiga orang sahabat muhajirin yang memilih jihad daripada jabatan, sampai mereka gugur di medan perang Ajnadin dan Marj Shuffar. Ketiga orang tersebut adalah kakak-beradik dari suku Quraisy, tepatnya dari Bani Abdu Syams bin Abdu Manaf. Mereka adalah Khalid bin Said, Amru bin Said dan Abban bin Said.
***
Orang pertama adalah Khalid bin Sa'id Al-Umawi. Nama lengkapnya Khalid bin Sa'id bin Ash bin Umayyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qusay. Khalid bin Said masuk Islam sejak awal dakwah di Makkah. Menurut keponakannya, Khalid bin Said masuk Islam pada tahun ketiga atau keempat kenabian, pada awal Nabi shallallahu 'alaihi wa salam berdakwah secara terang-terangan.

Suatu malam Khalid bin Said bermimpi sedang berdiri di bibir neraka Jahanam. Ia bisa melihat betapa luasnya neraka dan betapa pedih siksaan di dalamnya. Dalam keadaan demikian itu, tiba-tiba bapaknya muncul dan berusaha mendorong dirinya ke dalam neraka. Ia berusaha untuk meronta, namun tenaga bapaknya lebih kuat. Saat ia hampir saja melayang ke dalam neraka, tiba-tiba muncul Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam yang mencengkeram kedua lengannya dan menariknya ke tempat yang aman.

Khalid amat terkejut dengan mimpi yang aneh itu. Katanya, "Demi Allah, ini adalah mimpi yang benar." Khalid segera menemui Abu Bakar Ash-Shidiq dan menceritakan mimpinya.

Mendengar kisah mimpi aneh itu, Abu Bakar menasehati Khalid, "Allah menghendaki kebaikan untukmu. Ini adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam, ikutilah beliau! Jika engkau mengikuti beliau dan masuk Islam, niscaya Islam akan mencegahmu dari masuk neraka. Adapun bapakmu akan masuk neraka."
Hari itu juga Khalid menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam. Katanya, "Wahai Muhammad, engkau mengajak kepada apa?"

"Aku mengajak untuk bersaksi bahwa tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah tiada sekutu bagi-Nya dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya serta meninggalkan penyembahan batu yang tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar, tidak bisa memberi manfaat, tidak bisa mendatangkan bahaya dan tidak bisa membedakan orang yang menyembahnya daripada orang yang tidak bisa menyembahnya."

Mendengar uraian itu, Khalid pun bersyahadat dan masuk Islam. Selama beberapa hari Khalid tidak pulang ke rumah. Bapaknya yang bernama Abu Uhaihah segera mengirimkan anak-anaknya dan budaknya untuk mencari dan membawa pulang Khalid. Begitu ditemukan, mereka segera membawa pulang Khalid ke hadapan bapaknya.

Abu Uhaihah marah besar dengan keislaman Khalid. Caci makian dan bentakan menyembur dari mulutnya. Tongkat di tangannya dipukulkannya ke kepala Khalid sampai patah. Tak ayal darah mengucur dari luka di kepala Khalid. "Kau mengikuti agama Muhammad, padahal kau tahu ia menyelisihi agama kaumnya, mencaci maki Tuhan-tuhan mereka dan membodoh-bodohkan nenek moyang mereka?"

Meski dimarahi dan dipukuli sampai berdarah-darah, nyali Khalid tidak kendor. Ia dengan menjawab, "Ia orang yang benar, dan demi Allah, aku telah mengikutinya."

Abu Uhaihah tidak bisa lagi menahan kemarahannya oleh jawaban itu. Tidak puas dengan memarahi, mencaci maki dan menyiksa Khalid, ia mengusir anaknya itu, "Pergi kau dari rumah ini, anak hina! Pergi kemana pun kau mau. Demi Allah, aku tidak sudi memberimu makan!"

Sebelum pergi dari rumah, Khalid masih sempat menjawab bentakan bapaknya itu, "Jika bapak tidak mau memberiku makan, Allah akan memberiku makanan selama aku hidup."

Kepada anak-anaknya yang lain, Abu Uhaihah juga mengancam, "Jika ada salah seorang di antara kalian mengajak Khalid bicara, aku akan menyiksanya seperti aku tadi menyiksa Khalid!"

Sejak diusir oleh bapaknya, Khalid bin Said senantiasa menghadiri pengajian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam. Ia leluasa beribadah kepada Allah. Tapi ia tidak memiliki tempat tinggal dan makanan yang layak. Sering selama berhari-hari ia menahan lapar, dan hanya mampu mengganjal laparnya dengan minum air Zam-zam.

Keadaan itu berlangsung selama beberapa waktu. Di Makkah, Khalid menikah dengan wanita mukminah, Humainah bintu Khalaf bin As'ad Al-Khuzaiyyah. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam memerintahkan tak kurang dari delapan puluh kaum muslimin untuk berhijrah ke Habasyah pada kali yang kedua, Khalid segera bergabung dengan rombongan mereka.

Selama sepuluhan tahun di Habasyah, Khalid dikaruniai dua orang anak yang diberi nama Sa'id dan Ummu Khalid. Di Habasyah pula, Khalid menjadi wali bagi Ummu Habibah binti Abi Sufyan saat menikah dengan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam sendiri diwakili oleh raja Najasyi.
Khalid dan keluarganya beserta seluruh kaum muslimin muhajirin di Habasyah berangkat ke Madinah pada tahun 7 H, bertepatan dengan penaklukan Khaibar. Khalid dan saudaranya, Amru bin Sa'id menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam dalam umrah qadha', penaklukan Makkah dan perang Tabuk. Setelah itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam mengangkat Khalid sebagai petugas zakat di Yaman. Saat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam wafat, Khalid masih menjalankan tugasnya di Yaman.

Ketika Khalid selesai melaksanakan tugas di Yaman dan kembali ke Madinah, kaum muslimin telah mengangkat Abu Bakar Ash-Shidiq sebagai khalifah penerus kepemimpinan Nabi shallallahu 'alaihi wa salam. Kejadian itu membuat kaget Khalid. Menurutnya, Ali bin Abi Thalib dan Utsman bin Affan yang satu marga dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam yaitu Bani Abdu Manaf, lebih berhak daripada Abu Bakar Ash-Shidiq yang berasal dari lain marga, Bani Taim.

Khalid bertanya kepada Ali bin Abi Thalib dan Utsman bin Affan, "Apakah kalian, wahai Bani Abdu Manaf, merelakan hal itu padahal kepemimpinan dipegang oleh selain kalian?" 

Pertanyaan Khalid membuat gusar Umar bin Khatab, namun khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq sendiri memaafkannya dan memahami keterkejutan dirinya. Tiga bulan lamanya Khalid tidak mau membai'at khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq. Suatu sore, setelah shalat Ashar, Abu Bakar Ash-Shidiq berkhutbah di atas mimbar. Saat itulah Khalid maju ke depan dan membaiat khalifah di atas mimbar, di hadapan seluruh kaum muslimin.
Abu Bakar Ash-shidiq sangat menghormati Khalid. Bagaimana tidak, sedangkan beliau mengetahui dengan pasti sejarah keislaman Khalid, penderitaannya dalam mempertahankan akidah, hijrahnya ke Habasyah, jasanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa salam selama Habasyah, jihadnya bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa salam sejak tiba di Madinah dan bahkan kedudukannya sebagai pejabat zakat di Yaman saat Nabi shallallahu 'alaihi wa salam wafat?

Saat hendak memberangkatkan pasukan jihad ke negeri Syam, khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq menunjuk Khalid sebagai salah seorang jendral dan menyerahkan panji pasukan kepadanya. Pengangkatan Khalid sebagai jendral mendapat protes Umar bin Khathab. Umar bin Khathab belum bisa melupakan pertanyaan Khalid kepada Ali dan Utsman saat kembali dari Yaman. Kepada khalifah, Umar mengatakan, "Apakah Anda mengangkatnya sebagai jendral pasukan padahal ia telah mengatakan perkataan seperti itu?"

Umar terus mendesak khalifah untuk membatalkan pengangkatan Khalid. Atas desakan itu, khalifah membatalkan pengangkatan Khalid. Panji perang yang terlanjur dipegang Khalid akhirnya ditarik kembali.
Atas peristiwa itu, khalifah mendatangi rumah Khalid. Khalifah meminta maaf kepada Khalid dan memohon kepadanya agar tidak menyebut-nyebut Umar dengan ucapan buruk apapun. Di sinilah Khalid menunjukkan kelapangan dadanya dan keikhlasan niatnya. "Demi Allah, pengangkatan sebagai pemimpin pasukan tidaklah membahagian kami dan pelengseran dari jabatan pemimpin pasukan juga tidak 
menyusahkan kami, "kata Khalid. Sampai akhir hayatnya, Khalid tidak pernah menaruh iri, dendam dan kebencian sedikit pun kepada Umar. Khalid bahkan senantiasa mendoakan rahmat bagi Umar.
Khalifah lantas mengangkat Syurabil bin Hasanah sebagai jendral pasukan Islam yang akan berangkat perang ke negeri Syam dan Yazid bin Abi Sufyan sebagai wakilnya. Pengangkatan tersebut atas dasar saran dari Khalid.

Khalifah bertanya kepada Khalid, "Komandan mana yang lebih anda sukai?" Saat itu ada dua pilihan, Yazid bin Abi Sufyan yang berasal dari satu marga dengan Khalid dan Syurahbil bin Hasanah.

"Keponakan saya (Yazid bin Abi Sufyan) aku cintai karena hubungan kekerabatan dengannya, namun orang ini (Syurahbil bin Hasanah) lebih aku cintai dalam agamaku, karena ia adalah saudaraku dalam agama sejak masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam dan ia membantuku melawan keponakanku (saat ia belum masuk Islam)."

Saat mengantarkan keberangkatan pasukan Islam, khalifah berpesan kepada sang jendral Syurahbil bin Hasanah, "Perhatikanlah Khalid bin Sa'id dan haknya atas dirimu seandainya ia menjadi pemimpin atas dirimu, sebagaimana engkau senang jika ia memenuhi hakmu atas dirinya. Sungguh engkau telah mengetahui kedudukannya dalam Islam. Sungguh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam dan ia menjadi seorang pejabat bagi beliau. Semula aku mengangkatnya sebagai pemimpin pasukan namun aku kemudian melengserkannya. Semoga hal itu lebih baik bagi agamanya. Aku tidak pernah mengistimewakan seorang pun dalam hal kepemimpinan.

Jika engkau menghadapi perkara yang membutuhkan saran dari seorang penasehat yang terpercaya, maka hendaklah orang yang pertama kali engkau minta pendapatnya Abu Ubaidah bin Jarrah, lalu Muadz bin Jabal, kemudian Khalid bin Said. Engkau akan mendapatkan nasehat dan kebaikan pada diri mereka. Dan janganlah sekali-kali engkau memaksakan pendapatmu atas diri mereka dan jangan pula memonopoli sebagian berita tanpa memberitahukannya kepada mereka."

***
Bersama pasukan Islam, Khalid bin Said menunjukkan keteguhan dan kerja kerasnya dalam medan pertempuran di Yarmuk, Ajnadin, Fihl dan Marj Shufar. Ia bertempur dengan gagah berani di garis depan dan memporak-porandakan pasukan Romawi Timur.

Dalam perang Yarmuk, Ikrimah bin Abi Jahal gugur sebagai syahid, meninggalkan seorang janda bernama Ummu Hakim binti Harits bin Hisyam. Setelah masa 'idahnya habis, Khalid bin Said menikahinya dengan mahar 400 dinar.

Sore itu pasukan Islam mendirikan perkemahan di daerah Marj Shufar. Beberapa ratus metes di hadapan mereka, perkemahan pasukan besar Romawi Timur nampak jelas. Keesokan harinya akan menjadi ajang pertempuran yang dahsyat antara kedua pasukan. Malam itu adalah malam pertama Khalid bin Said dengan istrinya, Ummu Hakim.

"Alangkah baiknya jika engkau menunda malam pertama ini, sampai Allah mencerai-beraikan kumpulan pasukan musuh, "saran Ummu Hakim.

Sang suami mendengarkan saran istrinya dengan tenang, lalu ia menjawab dengan tak kalah tenang, "Aku memiliki dugaan kuat aku akan terbunuh oleh pasukan musuh."

Malam itu adalah malam pertama pasangan pengantin di medan perang Marj Shufar. Keesokan paginya, Khalid mengadakan jamuan makan atas acara pernikahannya. Pasukan Islam pun berdatangan ke tenda yang ditempati Khalid, mengucapkan doa selamat kepadanya dan menikmati hidangan ala kadarnya.
Belum lagi mereka menghabiskan makanan sederhana yang disajikan, genderang perang telah ditabuh bertalu-talu. Puluhan ribu pasukan Romawi Timur, barisan demi barisan, maju menyerbu ke tengah gelanggang pertempuran. Pasukan Islam, barisan demi barisan, menyambut serbuan pasukan musuh dengan pekikan takbir.

Sebelum pertempuran besar pecah, seorang jagoan perang pasukan Romawi maju ke depan dan menantang perang tanding. Sahabat Abu Jandal bin Suhail bin Amru Al-Amiri keluar dari barisan Islam untuk melayani tantangan itu. Namun Abu Ubaidah bin Jarah selaku komandan pasukan mencegahnya. Ia memerintahkan Habib bin Maslamah untuk maju berduel. Pertempuran satu lawan satu terjadi dengan ganas, sampai akhirnya musuh tewas oleh tebasan Habib bin Maslamah. Habib pun kembali ke barisan dengan diiringi pekikan takbir pasukan Islam.

Seorang jagoan perang pasukan Romawi kembali maju ke depan dan melayangkan tantangan duel. Kali ini Khalid bin Said maju ke depan menyambut tantangan. Keduanya terlibat duel yang dahsyat. Jagoan Romawi itu berhasil menebas Khalid bin Said, hingga ia rebah, gugur sebagai  syahid pertama di medan perang Marj Shufar. Subhanallah, pengantin baru itu mendapat kemuliaan sebagai pelopor pada syuhada'.
Perang tanding berakhir dengan imbang, seorang prajurit muslim gugur dan seorang prajurit Romawi tewas. Perang besar antara kedua pasukannya akhirnya tak terhindarkan lagi. Kedua belah pasukan telah bertemu dan berduel dalam jarak rapat. Tidak ada bidikan anak panah, tidak ada lemparan tombak, yang ada hanyalah gemerincing pedang beradu pedang, dan jeritan orang yang tertebas pedang, gugur atau luka di medan perang pinggiran sungai Marj Shufar.

Adapun sang pengantin perempuan, Ummu Hakim, sungguh ketabahan dan keberaniannya luar biasa. Mengetahui suami yang baru dikenalnya satu malam telah gugur sebagai syahid pertama di medan laga, ia segera melakukan 'idah. Dikenakannya kain hitam, disandangnya baju besi pelindung, dan dicabutnya tiang tenda. Ia menebas ke kanan dan ke kiri, memukul ke depan dan belakang, menusuk setiap prajurit Romawi yang lolos sampai ke perkemahan pasukan Islam. Subhanallah, Allahu akbar, dalam perang itu sang pengantin perempuan menewaskan sembilan  prajurit Romawi.

Perang Marj Shuffar terjadi di bulan Muharram 14 Hijriyah, pada masa khalifah Umar bin Khathab. Kaum muslimin meraih kemenangan gemilang dalam pertempuran itu. Sedangkan sang pengantin baru menemukan kedudukan mulia yang selama ini senantiasa dicita-citakannya, gugur sebagai syahid.

***
Khalid bin Sa'id memiliki dua orang saudara laki-laki yang juga masuk Islam. Setelah Khalid masuk Islam dan berhijrah ke Habasyah, saudaranya yang bernama Amru bin Said ikut masuk Islam di Makkah. Dua tahun kemudian ia turut berhijrah ke Habasyah bersama istrinya, Fatimah binti Shafwan bin Umayyah.
Kedua bersaudara, Khalid dan Amru itu meninggalkan Habasyah dan berangkat ke Madinah bersama seluruh kaum muslimin di Habasyah pada tahun 7 Hijriyah. Setiba di Madinah, keduanya segera menulis surat kepada saudaranya yang bernama Abban bin Sa'id agar segera masuk Islam dan berhijrah ke Madinah. Abban segera masuk Islam dan berangkat hijrah ke Madinah, sebelum terjadinya penaklukan Makkah.

Amru bin Said sendiri menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam dalam umrah qadha', perang penaklukan Makkah, perang Hunain, perang Thaif dan perang Tabuk. Sementara itu pada tahun 9 hijriyah, Abban diangkat oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam sebagai pejabat zakat di daerah Bahrain.
Ketiga bersaudara Khalid bin Said, Amru bin Said dan Abban bin Said telah diangkat oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam sebagai pejabat di beberapa wilayah Islam. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam wafat dan Abu Bakar Ash-Shidiq diangkat sebagai khalifah, ketiga bersaudara itu kembali ke Madinah.

Khalifah hendak mengangkat mereka sebagai pejabat kembali, karena orang-orang yang diangkat oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam adalah orang-orang yang paling cakap dan layak memegang amanah jabatan. Namun ketiganya menolak tawaran jabatan itu. Mereka lebih memilih berjihad di medan perang Syam.

Dari Amru bin Said Al-Asydaq bahwasanya paman-pamannya, yaitu Khalid bin Said, Abban bin Said dan Amru bin Said kembali dari jabatan mereka ketika sampai kepada mereka berita meninggalnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam. Abu Bakar Ash-Shidiq berkata,

مَا أَحَدٌ أَحَقُّ بِالعَمْلِ مِنْ عُمَّالِ رَسُوْلِ اللهِ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- ارْجِعُوا إِلَى أَعْمَالِكُم.
"Tidak ada yang lebih layak memegang jabatan selain dari para pejabat yang diangkat oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam.  Kembalilah kalian kepada jabatan kalian!"

Namun ketiganya menolak. Mereka justru berangkat berjihad ke negeri Syam, sampai mereka semua gugur di sana. Mereka lebih memilih jihad fi sabilillah, walau sebagai prajurit biasa, daripada jabatan tinggi.
Amru bin Said dan Abban bin Said gugur dalam pertempuran Ajnadin, bulan Jumadil Ula 13 Hijriyah pada masa khalifah Abu Bakar Ash-Shidiq. Sedangkan Khalid bin Said gugur dalam pertempuran Marj Shufar, bulan Muharram 14 Hijriyah pada masa khalifah Umar bin Khathab. Semoga Allah meridhai mereka, menerima amal mereka dan menempatkan mereka di surga Firdaus yang tertinggi.

Wallahu a'lam bish-shawab.
Referensi:

Muhammad bin Sa'ad Al-Hasyimi Al-Bashri, At-Thabaqat Al-Kubra, 4/70-76, Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyyah, cet. 1, 1410 H.

sumber : http://arrahmah.com/read/2012/08/04/22153-mutiara-hikmah-dari-panggung-sejarah-islam-16-sang-pengantin-yang-memilih-medan-jihad-daripada-jabatan.html
 

Kisah keluarga sakinah yang meraih syahadah

 Ini adalah kisah sebuah keluarga sakinah generasi Tabi'in senior di kota Bashrah. Sang bapak bernama Shilah bin Ashyam Al-Adawi. Sang ibu bernama Mua'dzah binti Abdullah Al-Adawiyah. Sang anak bernama Shahba'. Keluarga itu dikenal sebagai keluarga Abu Shahba' atau Abu Sya'tsa', keluarga ulama, orang shalih, zuhud, ahli ibadah dan mujahid.

Ulama hadits dan sejarawan Islam, imam Adz-Dzahabi menulis, "Seorang yang zuhud, ahli ibadah, tokoh teladan, Abu Shahba' Al-Adawi Al-Bashri, suami dari ulama wanita Mu'adzah Al-Adawiyah." (Siyar A'lam An-Nubala', 3/497)

Imam Adz-Dzahabi juga menulis, "Tokoh wanita, ulama wanita, Ummu Shahba' Al-Adawiyah Al-Bashriyah, ahli ibadah, istri dari tokoh dan suri teladan: Shilah bin Ashyam." (Siyar A'lam An-Nubala', 4/508)

Ketika pasukan Islam diberangkatkan ke medan jihad Sijistan, perbatasan Iran-Afghanistan, Shilah dan anaknya turut serta. Pasukan Islam harus menghadapi pasukan musyrik bangsa Turki yang datang dari Asia Tengah dan telah memasuki negeri Khurasan.

Al-'Alla' bin Hilal menuturkan: "Seorang laki-laki dalam barisan pasukan Islam bercerita kepada Shilah: "Wahai Abu Sahba', tadi malam aku bermimpi. Dalam mimpiku, aku meraih satu syahid dan engkau meraih dua syahid."

Mendengar ucapan orang tersebut, Shilah mengatakan: "Jika begitu, engkau akan gugur sebagai syahid, juga aku dan anakku."

Saat itu pasukan Islam dipimpin oleh komandan Yazid bin Ziyad. Di wilayah Sijistan, pasukan besar bangsa musyrik Turki menyerang pasukan Islam. Pertempuran berlangsung dengan sengit. Karena kekuatan yang tidak seimbang, pada sore harinya pasukan Islam terdesak dan dipukul mundur ke posisi semula.
Untuk sementara suasana tenang karena pasukan Islam mundur ke perkemahan mereka dan pasukan Turki juga kembali ke perkemahan mereka. Masing-masing pihak bersiap-siap untuk menerjuni kancah peperangan yang akan menentukan kekalahan atau kemenangan mereka.

Dalam suasana persiapan itulah, Shilah berkata kepada anaknya, "Wahai anakku, kembalilah engkau kepada ibumu!"

Mendengar nasehat ayahnya tersebut, sang anak justru menjawab dengan penuh percaya diri dan keimanan, "Wahai ayah, apakah engkau sendiri yang menginginkan kebaikan? Kenapa engkau menyuruhku pulang?!"   

Melihat tekad anaknya telah bulat untuk bertempur sampai meraih kemenangan atau gugur sebagai seorang syahid, Shilah merasa gembira.

Keesokan harinya, kedua pasukan kembali berhadapan untuk menerjuni kancah pertempuran penentuan. Genderang perang telah ditabuh dan terdengar pekik takbir kaum muslimin membahana. Dengan keberanian yang luar biasa, kedua belah pihak saling menyerang.

Dalam suasana itulah, Shilah berkata kepada anaknya, "Wahai anakku, majulah dengan gagah berani!"
Tanpa menunggu perintah kedua kalinya, sang anak menghambur ke arah pasukan musuh. Ia bertempur dengan gagah berani. Pedangnya membabat ke kanan dan ke kiri, menebas dan menusuk setiap musuh yang dihadapinya. Tak lama kemudian ia telah berada dalam kepungan musuh. Beberapa prajurit Turki mengerbutinya, hingga ia terdesak, kewalahan dan roboh bersimbah darah. Sang anak gugur sebagai syahid.
Shilah segera menyusul anaknya dan menghambur ke arah pasukan musuh. Ia memperlihatkan keberanian dan ketangkasan yang luar biasa. Seperti para prajurit Islam yang lain, Shilah tidak membiarkan setiap musuh yang muncul di hadapannya.

Shilah dikenal sebagai seorang pemanah ulung. Tak dibiarkannya pasukan musuh mencincang jasad anaknya. Kerumunan prajurit musuh yang menewaskan anaknya dirobohkannya dengan seluruh anak panahnya. Ia segera meraih jasad anaknya dan mendoakannya. Setelah itu ia menghunuskan pedangnya dan menyerbu ke tengah kerumuman musuh. Pada akhirnya, ia pun roboh, gugur bersimbah darah dan meraih syahid yang dicita-citakannya.

Seusai perang, komandan Yazid bin Ziyad mengirim utusan pembawa berita kepada gubernur di Basrah. Nama para prajurit Islam yang gugur segera diumumkan dan diberitahukan kepada keluarganya. Hari itu, Ummu Shahba' Mu'adzah Al-Adawiyah menerima berita kesyahidan suami dan anaknya tercinta.

Para wanita muslimah di kampungnya segera berdatangan ke rumah Ummu Shahba' untuk mengucapkan bela sungkawa. Sungguh luar biasa, walau telah kehilangan orang-orang yang paling dicintainya, Ummu Shahba' tidak larut dalam kesedihan dan derai air mata.

Tsabit Al-Bunani mengisahkan peristiwa tersebut. Katanya, "Shilah dan anaknya berada dalam satu pertempuran. Shilah berkata, "Wahai anakku, majulah bertempur sampai engkau syahid, aku akan mengharapkan pahalanya di sisi Allah!"

Anaknya segera maju bertempur melawan musuh sampai gugur. Maka Shilah segera menyusul. Ia bertempur dengan hebat sampai gugur.

Kaum wanita di desanya berkumpul di rumah istrinya, Mua'adzah, untuk berbela sungkawa. Melihat kehadiran mereka, Mua'adzah berkata:

مَرْحَباً إِنْ كُنْتُنَّ جِئْتُنَّ لِتُهَنِّئْنَنِي، وَإِنْ كُنْتُنَّ جِئْتُنَّ لِغَيْرِ ذَلِكَ، فَارْجِعْنَ
"Selamat datang, jika kalian datang ke sini untuk mengucapkan selamat kepadaku. Namun jika kalian datang untuk selain itu (berbela sungkawa), sebaiknya kalian pulang saja!"

Subhanallah! Betapa kuat kesabaran Ummu Shahba' atas musibah yang dialaminya. Ia begitu rela dengan takdir yang Allah Ta'ala tetapkan. Baginya, gugurnya suami dan anak tercinta bukan lagi sebuah musibah, melainkan karunia, prestasi, dan kehormatan bagi keluarga. Sebuah karunia yang begitu berharga dan hanya diberikan Allah Ta'ala kepada hamba-hamba yang dicintai-Nya.

Dari Miqdam bin Ma'di Karib Al-Kindi radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda:

إِنَّ لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ سِتَّ خِصَالٍ: أَنْ يُغْفَرَ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ، وَيُرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ، وَيُحَلَّى حُلَّةَ الْإِيمَانِ، وَيُزَوَّجَ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ، وَيُجَارَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَيَأْمَنَ مِنَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ وَيُوضَعَ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ، الْيَاقُوتَةُ مِنْهُ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا، وَيُزَوَّجَ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ زَوْجَةً مِنَ الْحُورِ الْعِينِ، وَيُشَفَّعَ فِي سَبْعِينَ إِنْسَانًا مِنْ أَقَارِبِهِ

"Orang yang mati syahid meraih enam kemuliaan di sisi Allah; 1) semua dosanya diampuni pada tetesan darahnya yang pertama, 2) diperlihatkan kepadanya tempatnya di surga kelak, dikenakan kepadanya perhiasan keimanan dan akan dinikahkan dengan bidadari surga, 3) dilindungi dari azab kubur dan aman dari ketakutan paling besar pada hari kiamat, 4) dikenakan di atas kepalanya mahkota kemuliaan, yang satu batu mutiara yaqqut padanya lebih berharga dari dunia dan seluruh isinya, 5)dinikahkan dengan 72 bidadari surga dan 6) diberi hak untuk memberi syafa'at bagi 70 orang kerabatnya." (HR. Tirmidzi no. 1663, Ibnu Majah no. 2799, Ahmad no. 17182, Abdur Razzaq no. 9559, dan Said bin Manshur no. 2562. Hadits shahih)    

Mua'dzah Al-Adawiyah menghabiskan sisa usianya dengan tekun beribadah kepada Allah Ta'ala. Diriwayatkan bahwa ia menghidupkan waktu malamnya dengan shalat malam. Ulama hadits dan sejarawan Islam, imam Ibnu Hibban menulis, "Ia adalah salah seorang wanita ahli ibadah. Dikatakan bahwa ia tidak pernah tidur malam di atas bantal sejak gugurnya Abu Shahba, sampai ia wafat." (Ibnu Hajar Al-Asqalani, Tahdzib At-Tahdzib, 12/452)

Ia senantiasa berharap dikumpulkan oleh Allah Ta'ala dengan suami dan anaknya di surga Firdaus yang tertinggi. Katanya,

وَاللهِ مَا أُحِبُّ البَقَاءَ إِلاَّ لأَتَقَرَّبَ إِلَى رَبِّي بِالوَسَائِلِ، لَعَلَّهُ يَجْمَعُ بَيْنِي وَبَيْنَ أَبِي الشَّعْثَاءِ وَابْنِهِ فِي الجَنَّةِ
"Demi Allah, aku tidak senang hidup lebih lama kecuali untuk mendekatkan diri kepada Rabbku dengan amal-amal ibadah sebagai wasilah, semoga Rabbku mengumpulkan aku dengan Abu Sya'tsa' dan anaknya di surga."

Peperangan pasukan Islam melawan pasukan bangsa musyrik Turki di Sijistan terjadi pada tahun 62 H, seperti dicatat oleh para pakar sejarah Islam.

Referensi:
Syamsuddin Muhammad bin Utsman Adz-Dzahabi, Siyar A'lam An-Nubala', 3/497-500 dan 4/508-509, Beirut: Muassasah Ar-Risalah, cet. 3, 1405 H

sumber : http://arrahmah.com/read/2012/08/06/22196-mutiara-hikmah-dari-panggung-sejarah-islam-18-kisah-keluarga-sakinah-yang-meraih-syahadah.html
 

ADAB PENUNTUT ILMU

Menuntut ilmu adalah satu keharusan bagi kita kaum muslimin. Banyak sekali dalil yang menunjukkan keutamaan ilmu, para penuntut ilmu dan yang mengajarkannya.

Adab-adab dalam menuntut ilmu yang harus kita ketahui agar ilmu yang kita tuntut berfaidah bagi kita dan orang yang ada di sekitar kita sangatlah banyak. Adab-adab tersebut di antaranya adalah:

1. Ikhlas karena Allah .

Hendaknya niat kita dalam menuntut ilmu adalah kerena Allah I dan untuk negeri akhirat. Apabila seseorang menuntut ilmu hanya untuk mendapatkan gelar agar bisa mendapatkan kedudukan yang tinggi atau ingin menjadi orang yang terpandang atau niat yang sejenisnya, maka Rasulullah e telah memberi peringatan tentang hal ini dalam sabdanya  :
"Barangsiapa yang menuntut ilmu yang pelajari hanya karena Allah I sedang ia tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan mata-benda dunia, ia tidak akan mendapatkan bau sorga pada hari kiamat".( HR: Ahmad, Abu,Daud dan Ibnu Majah

Tetapi kalau ada orang yang mengatakan bahwa saya ingin mendapatkan syahadah (MA atau Doktor, misalnya ) bukan karena ingin mendapatkan dunia, tetapi karena sudah menjadi peraturan yang tidak tertulis kalau seseorang yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi, segala ucapannya menjadi lebih didengarkan orang dalam menyampaikan ilmu atau dalam mengajar. Niat ini - insya Allah - termasuk niat yang benar.

2.Untuk menghilangkan kebodohan dari dirinya dan orang lain.

Semua manusia pada mulanya adalah bodoh. Kita berniat untuk meng-hilangkan kebodohan dari diri kita, setelah kita menjadi orang yang memiliki ilmu kita harus mengajarkannya kepada orang lain untuk menghilang kebodohan dari diri mereka, dan tentu saja mengajarkan kepada orang lain itu dengan berbagai cara agar orang lain dapat mengambil faidah dari ilmu kita.

Apakah disyaratkan untuk memberi mamfaat pada orang lain itu kita duduk dimasjid dan mengadakan satu pengajian ataukah kita memberi mamfa'at pada orang lain dengan ilmu itu pada setiap saat? Jawaban yang benar adalah yang kedua; karena Rasulullah  bersabda :

"Sampaikanlah dariku walupun cuma satu ayat (HR: Bukhari)

Imam Ahmad berkata: Ilmu itu tidak ada bandingannya apabila niatnya benar. Para muridnya bertanya: Bagaimanakah yang demikian itu? Beliau menjawab: ia berniat menghilangkan kebodohan dari dirinya dan dari orang lain.

3. Berniat dalam menuntut ilmu untuk membela syari'at.

Sudah menjadi keharusan bagi para penuntut ilmu berniat dalam menuntut ilmu untuk membela syari'at. Karena kedudukan syari'at sama dengan pedang kalau tidak ada seseorang yang menggunakannya ia tidak berarti apa-apa. Penuntut ilmu harus membela agamanya dari hal-hal yang menyimpang dari agama (bid'ah), sebagaimana tuntunan yang diajarkan Rasulullah e. Hal ini tidak ada yang bisa melakukannya kecuali orang yang memiliki ilmu yang benar, sesuai petunjuk Al-Qor'an dan As-Sunnah.

4. Lapang dada dalam menerima perbedaan pendapat.

Apabila ada perbedaan pendapat, hendaknya penuntut ilmu menerima perbedaan itu dengan lapang dada selama perbedaan itu pada persoalaan ijtihad, bukan persoalaan aqidah, karena persoalaan aqidah adalah masalah yang tidak ada perbedaan pendapat di kalangan salaf. Berbeda dalam masalah ijtihad, perbedaan pendapat telah ada sejak zaman shahabat, bahkan pada masa Rasulullah e masih hidup. Karena itu jangan sampai kita menghina atau menjelekkan orang lain yang kebetulan berbeda pandapat dengan kita.

5. Mengamalkan ilmu yang telah didapatkan.

Termasuk adab yang tepenting bagi para penuntut ilmu adalah mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, karena amal adalah buah dari ilmu, baik itu aqidah, ibadah, akhlak maupun muamalah. Karena orang yang telah memiliki ilmu adalah seperti orang memiliki senjata. Ilmu atau senjata (pedang) tidak akan ada gunanya kecuali diamalkan (digunakan).
6. Menghormati para ulama dan memuliakan mereka.

Penuntut ilmu harus selalu lapang dada dalam menerima perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan ulama. Jangan sampai ia mengumpat atau mencela ulama yang kebetulan keliru di dalam memutuskan suatu masalah. Mengumpat orang biasa saja sudah termasuk dosa besar apalagi kalau orang itu adalah seorang ulama.

7. Mencari kebenaran dan sabar

Termasuk adab yang paling penting bagi kita sebagai seorang penuntut ilmu adalah mencari kebenaran dari ilmu yang telah didapatkan. Mencari kebenaran dari berita berita yang sampai kepada kita yang menjadi sumber hukum. Ketika sampai kepada kita sebuah hadits misalnya, kita harus meneliti lebih dahulu tentang keshahihan hadits tersebut. 


Kalau sudah kita temukan bukti bahwa hadits itu adalah shahih, kita berusaha lagi mencari makna (pengertian ) dari hadits tersebut. Dalam mencari kebenaran ini kita harus sabar, jangan tergesa-gasa, jangan cepat merasa bosan atau keluh kesah. Jangan sampai kita mempelajari satu pelajaran setengah-setengah, belajar satu kitab sebentar lalu ganti lagi dengan kitab yang lain. Kalau seperti itu kita tidak akan mendapatkan apa dari yang kita tuntut.

Di samping itu, mencari kebenaran dalam ilmu sangat penting karena sesungguhnya pembawa berita terkadang punya maksud yang tidak benar, atau barangkali dia tidak bermaksud jahat namun dia keliru dalam memahami sebuah dalil.Wallahu 'Alam.

Dikutip dari " Kitabul ilmi" Syaikh Muhammad bin Shalih Al'Utsaimin

.(Abu Luthfi)
 

MENGINGAT KEMATIAN

Manusia dalam bahaya
Sesungguhnya manusia senantiasa berada dalam keadaan rawan. Karena kematian senantiasa mengancamnya dari segala arah, bahkan kenyataannnya setiap detik ada orang yang meninggal. Baik karena bencana seperti banjir, longsor, gempa, atau karena konflik, kecelakaan, kejahatan, penyakit dan wabah, bahkan banyak di antara kita yang sehat wal'afiat, jauh dari wilayah konflik dan bencana serta hidup dengan aman sejahtera, namun mendadak meninggal.

Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitab shahihnya, pasal hadits-hadits para nabi, bab kematian Nabi Musa u , dari Abu Hurairah t : " Malaikat maut diutus kepada Nabi Musa (dengan menyerupai manusia) membawa kabar kematian. Maka Nabi Musa menampar mukanya tepat pada matanya. Lalu malaikatpun kembali kepada Allah dan berkata: ya Robbi Engkau telah mengutusku kepada orang yang tidak menginginkan kematian. Allah menjawab: baiklah katakan pada Musa agar meletakan tangannya pada tubuh sapi dan katakan bahwa usianya akan ditambah sebanyak bulu sapi yang tertutup oleh telapak tangannya itu, 1 helai sama dengan 1 tahun. Seteleh pesan itu disampaikan Nabi Musa u berkata: ya Robbi setelah itu apa? Allah I menjawab: "setelah itu adalah kematian". Akhirnya Nabi Musapun berkata: kalau demikian halnya matikanlah saya sekarang".

Jadi masalahnya bukan bagaimana caranya kita menghindari kematian itu. Karena kematian itu pasti datang, baik ditunggu ataupun dilupakan, baik dalam keadaan genting ataupun aman, dalam keadaan senang atau sedih. Tapi masalahnya adalah bagaimana keadaan kita ketika kita sudah masuk ke alam barzakh (kubur) kemudian masuk ke alam Akhirat. Apakah kita akan masuk ke dalam golongan orang-orang mu'min atau sebaliknya masuk ke dalam golongan orang-orang berdosa dan kafir.

Dari Barra bin Azib (t), bahwa Rasulullah e bersabda dalam hadits yang panjang:

" Sesungguhnya hamba yang mu'min jika sudah dalam detik-detik meninggalkan dunia menuju Akherat, ia akan didatangi oleh serombongan Malaikat yang banyaknya sejauh mata memandang, wajah mereka bersinar laksana matahari, mereka membawa kain kafan dari Surga yang amat wangi. Lalu turunlah malaikat maut untuk mencabut ruhnya. Lalu dikeluarkanlah ruh itu dengan amat mudah seperti mengeluarkan setetes air dari mulut teko. Kemudian para malaikat pun segera mengambil ruh itu dan meletakkannya di atas kain kafan, maka tersebarlah aroma wewangian yang luar biasa. Lalu rombonganpun membawa ruh itu ke atas langit sampai bertemu dengan Allah I. Setiap malaikat langit yang berpapasan bertanya kepada mereka: Ruh siapakah gerangan yang harum ini? rombonganpun menjawab: ini adalah ruh fulan bin fulan dengan menyebut nama panggilannya yang paling bagus ketika ia di dunia. Lalu seluruh malaikat langitpun ikut mengiring ruh yang baik ini sampai bertemu dengan Rabbul Izzah. Ketika sampai, Allah I berfirman: tulislah hambaku ini ke dalam golongan orang-orang yang tinggal di Surga 'Illiyyin" (surga yang tinggi). Lalu rombongan-pun kembali ke bumi dan memasukan kembali ruh itu ke dalam jasadnya ketika ia sudah berada di lubang lahad …...

Adapun hamba yang kafir saat kematiannya tiba, datanglah rombongan malaikat yang bermuka hitam, banyaknya sejauh mata memandang, mereka membawa kain lap kumal dan berbau busuk. Lalu turunlah malaikat maut, mengumpulkan nyawanya dari seluruh anggota tubuh, lalu keluar dengan menarik ruhnya sekaligus seperti mencabut kawat berduri dari kapas yang basah,. Maka rombongan malaikatpun dengan kasar meletakan ruh itu ke atas kain busuk tadi sehingga tersebarlah bau busuk yang menyengat. Lalu rombonganpun membawa ruh tersebut ke atas langit. Setiap kali berpapasan dengan malaikat, malaikat itu menghindar sambil bertanya: ruh siapakah gerangan yang amat bau ini ? rombongan pun menjawab : ini adalah ruh si fulan bin fulan dengan menyebut namanya yang paling jelek waktu di dunia .Ketika sampai di langit pertama pintu pun di ketuk, namun malang malaikat penjaga langit tidak mengizinkannya untuk menghadap Rabbul Izzah.
Lalu Rasululah membaca ayat:

"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan berlaku sombong terhadapnya tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak akan masuk Syurga hingga seekor unta dapat melewati lubang jarum, dan demikianlah kami membalas orang-orang jahat" . (Surat Al-A'rof:40)
Maka rombonganpun melemparkan ruh itu dan menghempaskannya ke bawah dengan sekeras-kerasnya. Lalu Rasulullah membaca Firman Allah :""Dan barang siapa yang menyekutukan Allah maka sesungguhnya itu seperti dilemparkan dari atas langit sehingga disambar burung atau diterbangkan angin ke tempat yang dalam".(Surat Al-Haj:31). (Hadits riwayat Ahmad, Abu Daud dan Nasai).

Demikianlah perjalanan ruh setiap anak manusia setelah kematiannya. Hanya ada dua kemungkinan, menjadi ruh yang baik atau sebaliknya menjadi ruh yang buruk. Dan bagi orang yang mu'min kematian adalah merupakan 'bel istirahat' dari kepenatan kehidupan dunia. Sekarang ia beristirahat di alam barzah yang luas terbentang menunggu Hari Kiamat dengan tidur pulas sehingga tidak merasakan kejemuan menunggu.

Sementara ruh bagi orang yang kafir dan banyak dosa , maka kematiannya merupakan bagaikan 'sirine kebakaran'. Ia akan memulai hari-harinya dengan kesibukan-kesibukan menghadapi siksa Allah yang tidak pernah ada hentinya. Firman Allah I :

"Kepada mereka dinampakkan api Neraka setiap pagi dan petang. Dan pada hari Kiamat (diperintahkan kepada Malaikat): masukanlah Fir'aun dan pengikutnya ke dalam azab yang sangat keras". (Surat Al-Mu'min:46)
Mengingat Mati adalah obat mujarab

Banyaknya problema kehidupan yang kita hadapi, dan menumpuknya kewajiban yang kita pikul - sehingga seorang muslim merasakan benar apa yang dikatakan oleh seorang juru da'wah bahwa kewajiban itu lebih banyak dari waktu yang tersedia - Tentu akan membuat lelah fisik, penat pemikiran dan ruhiyah. Sehingga banyak yang merindukan adanya hari ke delapan dan ke sembilan.
Seseorang datang kepada Umar bin Khattab t lalu mengatakan: "tidakkah tuan beristirahat sejenak dari pekerjaan ini". Beliau menjawab: bukan di sini tempat beristirahat, tapi tempat istirahat kita adalah di Akhirat".
Tidak ada yang lebih ampuh nasehatnya daripada nasehat yang diberikan jenazah dan batu nisan, oleh karenanya menghadirkan gambaran keadaan kita ketika maut menjelang adalah perbuatan yang sangat utama bagi orang yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya. Wallahu A'lam Bishshawab

Imran Rosadi, Lc.
 

Janji Allah kepada orang-orang yang beriman

Kaum muslimin, dimanapun mereka berada dibelahan muka bumi yang luas ini, adalah orang-orang yang mengikrarkan dua kalimah syahadah, menunaikan shalat, membayar zakat, puasa di bulan Ramadhan dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu melaksanakannya. Mereka beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-RasulNya, hari akhir dan percaya kepada qadha dan qadarNya. 

" Dari Ibnu Umar r.a. beliau berkata: Rasulullah SAW bersabda: Islam didirikan atas lima perkara: persaksian bahwa tiada ilah yang hak selain Allah dan bahwasanya Muhammad SAW adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, (melaksanakan) ibadah haji dan puasa Ramadhan". (HR: Bukhari )

Dari Abu Hurairah r.a. beliau berkata: Rasulullah SAW pada suatu hari berada di antara manusia (para sahabat) ketika malaikat Jibril datang dan bertanya: Apakah iman? Beliau bersabda: Kamu beriman kepada Allah , malaikatNya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya dan semua qadar, baik dan buruknya (HR: Jama'ah )

Barangsiapa yang tidak memiliki keimanan seperti yang tersebut di atas maka ia telah berada dalam kesesatan yang nyata. Firman Allah :

Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. (QS. 4:136)

Bagi orang-orang yang beriman dan membuktikan keimanannya dengan beramal shaleh, Allah menjanjikan kepada mereka beberapa hal, di antaranya:

1. Allah selalu memberi pertolongan kepada mereka. Firman Allah:

Dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. (QS. 30:47)

Pertolongan Allah SWT akan datang kepada orang-orang yang beriman kapan dan di manapun berada. Pertolongan Allah SWT kepada mereka adalah suatu kemestian. Apalagi kalau mereka berdoa kepada-Nya di saat-saat yang genting. Seperti yang digambarkan dalam Firman Allah :

(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu :"Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang bertutut-turut". (QS. 8:9)

Orang-orang yang beriman apabila telah mendapat pertolongan dari Allah bersyukur atas pertolongan yang telah diberikan-Nya. Berbeda dengan orang-orang yang tidak beriman, mereka setelah mendapatkan pertolongan dari Allah SWT justru mengingkari pertolongan yang telah diberikan-Nya. Firman Allah:

(Mereka berkata):"Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur". (QS. 10:22)

Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka membuat kezaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil kezalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kamilah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 10:23)

2. Allah akan memberikan kehidupan yang baik kepada orang-orang yang beriman

Firman Allah:

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 16:97)

Ini adalah janji yang diberikan Allah kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, yaitu amal ibadah yang berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah . Allah akan memberikan kepada mereka kehidupan yang baik di dunia dan memberikan kepadanya pahala yang terbaik pula pada hari qiyamat nanti. Kehidupan yang baik adalah kalimat umum yang mencakup segala jenis kenikmatan yang memberikan ketentraman hati, baik di dunia maupun di akhirat. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Abdullah bin Umar. bahwasanya Rasululah bersabda:
"Sungguh beruntung orang yang beragama islam dan diberi rizki dengan cukup dan bersifat qana'ah (merasa cukup) dengan apa yang diberikan kepadanya".(HR: Muslim dan Ahmad )

Dalam hadits yang lain Anas bin Malik. berkata: Rasululah bersabda: 

"Sesungguhnya Allah tidak akan mendzalimi seorang mukmin walau hanya satu kebaikan, diberikan dengannya (kebaikan) di dunia dan diberi pahala kepadanya di akhirat. Adapun orang kafir maka diberi makan dengan kebaikannya di dunia sehingga ketika ia telah sampai di akhirat tiadalah kebaikan ( yang dilakukan selama di dunia ) diberikan kepadanya dengan balasan yang baik".(HR: Muslim )

3. Allah  akan selalu membela orang-orang yang beriman.

 Allah berjanji akan selalu melindungi dan membela terhadap hamba-hambanya yang beriman dan bertawakkal kepadaNya serta selalu kembali kepadaNya dalam segala hal. Dia kan selalu memelihara mereka dari perbuatan jahat orang-orang yang jahat dan dari tipu daya orang-orang yang fasik. Setiap kali mereka ingin melakukan tipu muslihat terhadap orang-orang yang beriman Allah SWT akan melindungi orang-orang yang mereka.
4. Allah akan memberikan kekuasaan kepada orang-orang yang beriman

Firman Allah :

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan merobah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa.Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik. (QS. 24:55)

Allah SWT berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh untuk memberikan kepada mereka kekuasaan di muka bumi dan memberikan kepada mereka ketentraman dalam kehidupan di dunia ini, tanpa ada rasa takut sedikitpun dari musuh-musuh mereka. Namun Allah memberikan janjinya dengan catatan bahwa mereka beribadah kepada Allah SWT dan tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun jua. Janji ini telah menjadi kenyataan ketika kaum muslimin berhasil mengusai hampir seperlima dunia hanya dalam waktu kurang dari seratus tahun.

Abu Syafi'i

Rujukan: Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Abu Su'ud.
 

NASEHAT LUQMAN AL HAKIM KEPADA PUTRANYA

Segala puji bagi Allah , sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad , shahabat, keluarga serta orang-orang yang masih berittiba' (mengikuti) kepada beliau sampai hari kiamat.

Al Qur'an adalah sumber hukum dan ilmu pengetahuan yang tak pernah kering untuk ditimba, penuh dengan pelajaran, di dalamnya terdapat hikmah dan teladan. Salah satu isi pokok dari Al Qur'an adalah kisah perjalanan kehidupan para nabi dan rasul serta orang-orang saleh dari umat-umat sebelum nabi Muhammad . Hikmah diceritakannya sirah manusia-manusia pilihan itu tidak lain karena besarnya manfaat dari keteladanan iman, sifat dan akhlaq mereka. Maka disini akan saya angkat sebuah kisah Luqman Al Hakim yang penuh dengan hikmah bagi kita semua.
.
1. Tidak menyekutukan Allah.

Sebesar-besar kedzaliman dan kemungkaran adalah menyekutukan Allah, sebagaimana firman Allah "Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".(Q.S. Luqman:13)
Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik, kecuali ia bertobat dan meninggalkan perbuatannya. Sesungguhnya hanya Allah sajalah yang berhak untuk
disembah (Allahu mustahiqqul 'ibaadah). Dia lah yang berhaq di mintai pertolongan. Hanya kepada-Nyalah segala urusan diserahkan, takut (khouf), berharap (raja') hanya layak ditujukan kepada Allah swt, bukan kepada yang lainnya

2. Berbuat baik kepada kedua orang tua.

Firman Allah .
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."( QS.Luqman: 14)

Di dalam riwayat Bukhari, Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat:
"Amalan apakah yang dicintai oleh Allah ?Beliau menjawab: Shalat pada waktunya, ia bertanya lagi: Kemudian Apa ?, Beliau menjawab: berbuat baik kepada orang tua, .Ia bertanya lagi: kemudian apa?, Belau menjawab: Jihad di jalan Allah" (shahih Bukhari V/2227, hadits No.5625)

3. Ketaatan kepada kedua orang tua harus dilandasi oleh ketaatan kepada Allah;

karena tidak boleh taat kepada keduanya dalam rangka berbuat maksiat kepada Allah, lebih-lebih menyekutukan Allah ( syirik ). Allah berfirman

"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik"(QS. Luqman: 14).

4. Mengikuti jalan orang-orang yang kembali kepada Allah

Firman Allah 
Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(QS. Luqman: 15)
Disini Luqman memberikan sebuah nasehat kepada anaknya agar ia mengikuti jejak orang-orang yang kembali kepada Allah  yaitu para nabi dan rasul serta orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, yang selalu bertaubat kepada Allah , yang telah diberi Allah  hidayah, yaitu tetap dalam agama yang hanif yakni Islam.
5. Allah akan membalas semua perbuatan manusia.

Firman Allah  :
(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.(Q.S: 16)

"Maka Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula". (QS. Al Zalzalah: 7-8).

6. Menegakkan sholat.

Shalat adalah tiang agama, sehingga ia tidak akan tegak tanpa shalat. Maka sebagai seorang yang beriman kita diwajibkan menegakkannya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Luqman ayat 17 yang berbunyi :

"Hai anakku, dirikanlah shalat …"
Shalat dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah SWT.
…"Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar." (QS. Al 'Ankabuut: 45)

7. Amar Ma'ruf nahi Munkar.

Ada dua komponen penting dalam Islam yang memberikan sebuah dorongan yang kuat kepada setiap muslim untuk mendakwahkan agama yang dianutnya, yaitu Amar ma'ruf nahi mungkar (memerintahkan berbuat kebajikan dan mencegah yang mungkar). Perintah untuk beramar ma'ruf nahi mungkar sangat banyak di dalam Al Qur'an seperti :

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung".(QS. Ali Imran:104)
.
8. Bersabar terhadap apa yang menimpa kita.

Sesungguhnya segala cobaan yang menimpa seorang muslim itu adalah merupakan sesuatu yang mesti terjadi karena itulah bentuk ujian (ikhtibar) dari Allah , apakah ia sabar atau tidak ?, firman Allah .
"Dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)."(QS. Luqman:17)

9. Tidak Menyombongkan diri

Sifat takabur atau merasa besar dihadapan manusia adalah sifat yang dibenci oleh Allah .
"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."

10. Bersikap pertengahan dalam segala hal dan berakhlaq yang baik

Islam tidak menghendaki sikap Ghuluw (berlebih-lebihan) juga tidak menginginkan untuk bersikap tahawun (meremehkan) dalam segala hal termasuk juga dalam perkara-perkara yang menurut penilaian sebagian orang dianggap kecil seperti sikap berjalan, berbicara dsb. Allah  mengatur itu semua sebagaimana firmanNya:

"Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai."

Manusia akan mempunyai nilai jika menampakkan akhlaq yang baik, karena tujun diutusnya Rasulullah  selain untuk menyeru kepada Allah ( Ad-dakwah ilallah) adalah untuk menyempurnakan Akhlaq dan budi pekerti.

Aminuddin
Sumber : Tafsir Ibnu Katsir
 

OFFICE TAB FREE EDITION 9.20 FINAL


OFFICE TAB FREE EDITION

OFFICE TAB FREE EDITION 9.10, nah.. ini sofware sob, utnkuk membuat tab di microsoft office sobat baik itu 2003, 2007, 2010, 2013, ke betulan saya pake yang 2013 , maka samplenya yang 2013 y.. lebih enak pake 2013 sih.. hehehe.. gini sob, mungkin sobat  tahu apa itu TAb, kalo kita buka browser mozila, atau chrome, kan kalo mau lihat link selanjtnya, enakan OPEN WITH NEW TAb, untuk microsoft office sendiri tidak menyediakan itu.. mangkanya, kalo kita buka dokumnet banyak.. harus satu-satu... ribet kan.. mangkanya saya sediakan OFFICE TAB FREE EDITION 9.20, yang udah tahu.. y abaikan.. buat yang belum y monggo di coba.. OK..
Fiture nya:
1. VERSI FREE Hanya dapat di gunakan di WORD, EXEL, POWEPOINT

Versi BARU ini SUPPORT MICROSOFT OFFICE Pro 2013 

==> OFFICE TAB FREE EDITION 9.20 19 MB

===> DISINI YANG FULL VERSION DOWNLOAD

Sumber Link: http://www.kuyhaa-android19.com/2012/05/cara-membuat-new-tab-di-ms-office.html#ixzz2GyBH5cqw
 

Cara Hack Kaspersky Internet Security Antivirus 2011 untuk aktivasi Selamanya



Sebuah trik sederhana di Registry Editor untuk reset Kaspersky Internet Security atau Antivirus 2011 trial key secara mudah, sehingga Kaspersky Anti-Virus tidak diperlukan crack atau Serial untuk aktivasi KIS & KAV selamanya. Seperti kita tahu, Kaspersky Internet adalah sebuah keamanan internet terbaik. Tetapi tidak seorang pun mau membeli "license key kaspersky". Kaspersky internet security adalah keamanan internet berpengalaman dan efektif di dunia. Jadi gunakan kaspersky dan lupakan semua tentang virus. Saya akan menunjukkan kepada Anda, bagaimana caranya menghapus status trial setiap bulan di Kaspersky. Cekidot..

Dalam proses ini, pada awalnya, Kaspersky memberi Anda "Trial Key" selama 30 hari. Setelah 30 hari, kaspersky akan memberikan Anda "License Key" baru untuk 30 hari. Dan Proses ini akan berlanjut selamanya atau seumur hidup. Jadi marilah kita tahu "Cara Hack Kaspersky Internet Security / Antivirus 2011 tanpa lisensi Crack atau Key".

A. Pertama, Hapus Kunci lama anda (jika ada kunci di kaspersky)

B. Sekarang, Matikan "Self Defense" (Pergi ke Setting, Pada Option, Matikan "Self Defense" dan Klik Ok)

C. Sekarang, Klik menu Start, Klik Run dan Ketik "regedit". Pergi ke:

HKEY_LOCAL_MACHINE \ SOFTWARE \ KasperskyLab \ Protected \ AVP9 \ Environment (Untuk 32bit OS: - Windows XP/Vista/7)

HKEY_LOCAL_MACHINE \ SOFTWARE \ Wow6432Node \ KasperskyLab \ Protected \ AVP9 \ Environment (Untuk 64bit OS: - Windows XP/Vista/7)

D. Sekarang, Cari "PCID" dan klik kanan dan modifikasi tiga atau empat angka terakhir atau huruf, misalnya adalah: (8F10C22F-6EF6-4378- BAB1-34722F6D454) dan masukkan tiga-huruf, empat-angka lainnya dan tutup Registry Editor.

E. Pergi ke Taskbar, Klik kanan pada Ikon Kaspersky dan klik Exit.

F. Buka Kaspersky dari Menu Start. Ketika kamu mengaktifkan pencarian "Trial License" dan kamu sekarang memiliki "License Key" untuk 1 bulan.

G. Sekarang anda boleh menghidupkan "Self Defense" pada Kaspersky anda.

Setelah 30 hari, ketika lisensi Anda berakhir, ulangi langkah A-G untuk mendapatkan lisensi baru selama 30 hari dari server kaspersky secara otomatis.

Semoga Bermanfaat..

 sumber : http://more-infox.blogspot.com/2011/05/cara-hack-kaspersky-internet.html
 

MS Office 2013 Activator

Banyak teman yang bertanya kok Office ku gak ada perubahan sih ????
Iya emang begitu karna yang kita pake kan edisi Preview aja. setelah cari sana sini aku nemui nich postingan tentang Office 2013, Moga aja yang ini bisa Full Version. Aamiin.

LINK ALTERNATIF : http://katz.so/dl/Microsof_Office_ProPlus_2013_VL_x86_EN_Oxava.com.rar

password : www.oxava.com

CRAK YANG INI TERBUKTI BERHASIL : ===> http://epicshare.net/4jjapdkbjg1h

catatan : Crak aktif selama 180 hari setelah itu ulangi lagi (instal craknya)


Selamat mencoba. postingan ini aku dapat di ===>
Here is the Office 2013 Activator for you enjoy activating your office 2013 Activates VL version:
with the activator and make it a full version and this activator helps you a lot to activate your office which has many advanced features than before versions and its metro style is also an amazing feature in office 2013 and if you like to have this just download it here



Local KMS server to activate Windows 7, Windows 8 Professional and Enterprise versions and Office 2010, Office 2013. The ability to use a stick. KMSmicro v3.11 contains a built-in tool to cheat meter activation (with offline MDL). Cheat meter is inside KMSmicro and has no effect on the activated computer. Contains directly the KMS and set cmd and reg-files to help in activation. To work on the project was joined by experts from the MDL forum. They are good programmers, and constantly improve the code of their programs. Feel free to use them in their work with the server..

Detail Instruction:


1. Open The folder Double Click Start-KMSmicro.vbs and start KMSmicro action.

2. Please be patient and allow KMSmicro load [It  take 5 min in my Vmware]

Wait for some time then the process starts

3. Here is the KMSmicro menu Screen. When you come this stage Type >>> t  <<<< (Run NetTime).  If you can not type hold Ctrl+Alt to make your mouse works [This will syncronice the server time round the world]


4. Click yes for Host Address Time


5. After clicking yes open the folder and Run Activation Helper v1.5 File\

6. Click Office or Windows Tap wharever product you want to activate. Then if it is office Click Activate Office 2013 / Office 2010.

7. Wait till you get the screen `Product Activation Successful




Please Keep in mind it activates only Volume License VL Version not RTM Version.

Download KMS Micro Here:
Download Office 2013 Pro Plus Volume Edition VL Version Here: Office 2013 ProPlus VL Edition

KMSmicro v3.12 activate Microsoft Office 2013 Volume Edition Only [Not for retail]

After Successfully activate you get 180 days then repeat the activation there after.
Have a nice day,
Keep Smiling,
Thank you.
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. abu-uswah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger