Latest Post

Kisah Mualaf Seorang Wanita Karena Celana Dalam

Mungkin kedengaran aneh dan janggal. Hidayah memang bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Selama ini mungkin kita lebih sering mendengar masuk islamnya seorang non muslim kedalam islam di sebabkan hal-hal luar biasa dan penting. Seperti dokter Miller seorang penginjil Kanada yang masuk islam setelah menjumpai I’jaz Qur’an dari berbagai segi.Tapi yang ini benar-benar tidak biasa. Ya, masuk islam gara-gara celana dalam!

Fakta ini dikisahkan Doktor Sholeh Pengajar di sebuah perguruan Tinggi Islam di Saudi, saat ditugaskan ke Inggris. Ada seorang perempuan tua yang biasa mencuci pakaian para mahasiswa Inggris termasuk pakaian dalam mereka.
Tidak ada sisi menarik pada wanita ini, tua renta, pegawai rendahan dan hidup sendirian. Setiap kali bertemu dia selalu membawa kantong plastik berukuran besar yang terisi penuh dengan pakaian kotor. Untuk pekerjaan kasar seperti ini penghuni rumah jompo ini terbilang cekatan di usianya yang sudah terbilang uzur.Di Inggris, masyarakat yang memiliki anggota keluarga lansia biasanya cenderung memasukkan mereka ke panti jompo. Dan tentu saja keadaan miris ini harus diterima kebanyakan para orangtua dengan besar hati agar tidak membebani anak mereka. Namun di tengah kondisi seperti itu sepertinya tidak membuat kecil hati tokoh kita ini yang justeru begitu getol mengisi hari-harinya bergelut dengan cucian kotor.
Wanita baya itu lebih suka dipanggil auntie atau bibi. Dia sudah bekerja sebagai petugas laundry hampir separuh usianya. Beruntung baginya masih ada instansi yang bersedia mempekerjakan para manula.
“Aku merasa dihargai meski sudah tua. Lagipula, orang-orang seperti aku ini sudah tidak ada yang mengurus, kalau bukan diri sendiri. Anak-anakku sudah menikah dan tinggal bersama keluarga mereka masing-masing. Suamiku sudah meninggal. Walaupun anak-anak suka menjenguk, tapi aku tetap ingin punya kegiatan sendiri untuk mengisi masa tua,” ujarnya
“Bukan untuk kerja yang berat memang, tapi setidaknya, selain menambah penghasilan juga mengisi hari tua. Mungkin itu lebih baik daripada harus tinggal diam di panti jompo.” Ujarnya lagi dengan wajah sendu.
“Sedih juga kalau harus tinggal sendirian. Seperti seorang temanku. Dia juga dulu bekerja sebagai petugas laundry bersamaku. Sampai akhirnya, anak perempuan satu-satunya menikah. Namun setelah menikah, anak perempuannya itu tidak pernah menghubunginya,” bibi berkisah.
Bagi sang Bibi profesinya sebagai petugas laundry justeru membuatnya lebih dekat dengan sepak terjang, liku-liku penghuni asrama yang rata-rata adalah mahasiswa dari luar Inggris. Sang Bibi paham betul kebiasaan para mahasiswa yang tinggal di asrama ini selain belajar sehari-hari, adalah pergi clubbing sekedar “having fun”. Banyak asrama memiliki bar, café, ruang duduk untuk menonton televisi, ruang musik dan fasilitas olahraga sendiri.
Dan salah satu sisi negatif pergaulan dengan orang Inggris adalah bila mereka sudah dekat botol miras, biasalah mereka sampai benar-benar mabuk. Dan dapat dibayangkan kekacauan yang terjadi. Muntah merata di sebarang tempat, kencing dalam celana dan sebagainya. Inilah perbuatan paling bodoh yang pernah dilakukan oleh manusia sejak terciptanya minuman beralkohol. Bukan saja menghilangkan akal sehat, tetapi juga si pemabuk akan merasa kelelahan dan sakit kepala yang teramat sangat (hangover).
Saat para penghuni asrama masih dibuai mimpi karena kelelahan habis clubbing semalaman suntuk. Tinggalah sang Bibi memunguti pakaian kotor itu setiap hari. Dan terkadang harus diangkut dari kamar, jauh sebelum mereka bangun dari tidur. Kemudian disortir dengan teliti satu persatu berdasarkan jenis bahan, ukuran, warna dan yang lebih spesifik lagi dipisahkankannya pakaian dalam dari yang lain. Begitu pekerjaan rutin itu dilakukan dengan penuh dedikasi tinggi walau diujung usianya yang semakin menua.
Waktu terus berjalan, sementara sang Bibi tanpa putus asa terus bergelut dengan ‘dunia kotor’nya. Idealnya di penghujung usianya itu seharusnya masa bagi seseorang menuai hasil kerja payahnya di masa muda. Namun situasilah yang menyebabkan dia harus menanggung berbagai persoalan hidup, maka sungguh itu merupakan masa tua yang tidak membahagiakan. Di dalam kondisi yang sudah tidak mampu banyak berbuat, dia justru dituntut harus banyak berbuat. Dalam kondisi produktivitas menurun ia justru dituntut untuk berproduksi tinggi.
Entah sampai kapan dia harus melakoni pekerjaan itu. Maka sampailah suatu saat asramanya kedatangan penghuni baru yaitu beberapa mahasiswa muslim dari Timur Tengah yang mendapat tugas belajar dari negaranya. Mereka sudah terdaftar akan menempati salah satu kamar di asrama tempat sang Bibi bekerja.
Bagi kebanyakan pelajar timur tengah sangat langka memilih tinggal di asrama. Mereka biasanya membeli rumah atau flat yang sudah disesuaikan untuk menampung kelompok kecil siswa, pasangan atau keluarga. Ada juga beberapa pemilik tempat perorangan mengijinkan rumah-rumah mereka dikelola dan disewakan.
Tinggal di asrama merupakan cara terbaik untuk bertemu orang-orang baru dan menjalin persahabatan yang langgeng. Inilah salah satu pertimbangan mereka memilih tinggal di asrama. Kesadaran inilah yang menepis kekhawatiran akan terjadinya gegar budaya atau “cultural shock“.
Hidup dalam komunitas non muslimlah justeru kita dituntut untuk membuktikan nilai-nilai Islam yang tinggi ini sebagai sebuah solusi bagi manusia. Tentunya ini adalah pekerjaan dakwah yang merupakan tanggungjawab setiap muslim dimana saja berada. Dengan tetap menjaga keistimewaan kita sebagai muslim yaitu kesalehan.
Hari-hari terus berlalu, tampaknya si Bibi ini betul-betul perhatian dengan apa yang dicucinya. Sampai-sampai dia tahu ini pakaian si A, ini si B dan seterusya. Tidak terkecuali dengan pakaian kotor milik mahasiswa dari Timur Tengah tadi. Namun saat dilakukan sortir pakaian dalam, si Bibi merasa ada sesuatu yang tidak biasa, karena dari semua pakaian yang dicucinya, hanya pakaian muslim arab saja yang terlihat tidak kotor, tidak berbau, tidak kumuh dan tidak banyak noda dipakaiannya.
Kejadian langka ini semakin mendorong rasa penasaran si Bibi. Lagi-lagi pencuci pakaian di asrama ini selalu merasa aneh saat mencuci celana dalam mereka. Berbeda dengan yang lain, kedua pakaian dalam mereka selalu tak berbau.
Maka masih dalam keadaan penasaran, si Bibi memutuskan bertanya langsung dengan ‘pemilik celana dalam’ itu. Saat ditanya kenapa. Dua orang ini menjawab, ”Kami selalu istinja setiap kali kencing.” Pencuci baju ini bertanya lagi, ”Apakah itu diajarkan dalam agamamu?”
“Ya!” Jawab dua orang pelajar muslim tadi.
Merasa belum yakin 100 persen dengan jawaban itu, akhirnya si Bibi datang menemui salah seorang tokoh muslim yaitu Doktor Sholeh– Pengajar di sebuah perguruan Tinggi Islam di Saudi, saat ditugaskan ke Inggris– Wanita tua ini menceritakan keheranannya selama bertugas perihal adanya pakaian dalam yang ‘aneh’.
Ada beberapa pakaian dalam yang tidak berbau seperti kebanyakan mahasiswa umumnya, apa sebabnya? Maka ustadz ini menceritakan karena pemiliknya adalah muslim, agama kami mengajarkan bersuci setiap selesai buang air kecil maupun buang air besar, tidak seperti mereka yang tidak perhatian dalam masalah seperti ini.
Betapa terkesan ibu tua ini jika untuk hal yang kecil saja Islam memperhatikan apatah lagi untuk hal yang besar, pikir pencuci baju itu. Dan tidak lama kemudian ia mengikrarkan syahadat, masuk Islam dengan perantaraan pakaian dalam!
Tidak disangka ternyata diam-diam si tukang cuci masuk Islam, gemparlah para mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut, yang kebanyakan adalah non muslim. Mereka berusaha ingin tahu sebab musabab si Bibi masuk islam. Dia menjawab dengan yakin bahwa dirinya sangat kagum dengan kawan muslim Arab ini, karena dari semua pakaian yang dicucinya, hanya pakaiannya sajalah yang terlihat tidak macam-macam. Dan dengan hidayah Allah Swt, dirinya dapat membedakan antara pakaian seorang muslim dan non muslim.
Hidayah memang bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Selama ini mungkin kita lebih sering mendengar masuk Islamnya seorang non muslim ke dalam Islam lebih disebabkan pada hal-hal luar biasa dan penting. Tapi yang ini benar-benar tidak biasa. Mendapat hidayah di penghujung usia gara-gara pakaian dalam!Sungguh takdir Allah benar-benar telah jatuh berketepatan dengan kegigihannya selama ini mengisi hari-hari di sisa hidupnya sebagai petugas laundry. Disinilah letak rahasia nikmat Allah yang agung yang mempertemukan antara takdirNya dan ikhtiar manusia. Sungguh Allah tidak pernah menyia-nyiakan amal seorang hambaNya.
(Di kutip dari: Majalah Al-Qawwam edisi 15, dzul qa’dah 1427 H Badiah, Riyadh )

 

Manfaat wudhu sebelum tidur

Memang ini kedengarannya sepele.Tapi jangan anggap enteng soal ini, pasalnya nabi senantiasa wudhu sebelu tidur.berwudhu,disamping bernilai ibadah juga bermanfaat besar bagi kesehatan .
Peneliti dari Universitas Alexsandria ,dr musthafa syahatah ,yang sekaligus menjabat sebagai Dekan Fakultas THT, menyebutkan bahwa jumlah kuman pada orang yang berwudhu lebih sedikit dibanding orang yang tidak berwudhu.


Dengan ber-istisnaq (menghirup air dalam hidung) misalnya kita dapat mencegah timbulnya penyakit dalam hidung. Dengan mencuci kedua tangan ,kita dapat menjaga kebersihan tangan. Kita juga bisa menjaga kebersihan kulit wajah bila kita rajin berwudhu. Selain itu,kita juga bisa menjaga kebersihan daun telinga dan telapak kaki kita, artinya dengan sering berwudhu kita dapat menjaga kesehatan tubuh kita.
Lalu ,bagaimana jika berwudhu dilakukan sebelum tidur ? Nah,para pakar kesehatan di dunia senantiasa menganjurkan agar kita mencuci kaki mulut dan muka sebelum tidur. Bahkan ,sejumlah pakar kecantikan memproduki alat kecantikan agar dapat menjaga kesehatan kulit muka.

Di samping itu tentunya anjuran untuk berwudhu juga mengandung nilai ibadah yang tinggi. Sebab ketika seseorang dalam keadaan suci. Jika seseorang berada dalam keadaan suci,berarti ai dekat dengan Allah. Karena Allah akan dekat dan cinta kepada orang-orang yang berada dalam keadaan suci.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’”. (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a.)

Hal ini juga ditulis dalam kitab tanqih al-Qand al-Hatsis karangan syekh muhamad bin umar an-nawawi al-mantany. Dari umar bin harits bahwa nabi bersabda :“barangsiapa tidur dalam keadaan berwudhu ,maka apabila mati disaat tidur maka matinya dalam keadaan syahid disisi allah.
Maksudnya orang yang berwudhu sebelum tidur akan memperoleh posisi yang tinggi disisi Allah.

Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa berwudhu sebelu tidur merupakan anjuran nabi yang harus dikerjakan bila seseorang ingin memperoleh kemuliaan disisi Allah.

Manfaat Wudhu Sebelum Tidur
  • Pertama, merilekskan otot-otot sebelum beristirahat. Mungkin tidak terlalu banyak penjelasan. Bisa dibuktikan dalam ilmu kedokteran bahwa percikan air yang dikarenakan umat muslim melakukan wudhu itu merupakan suatu metode atau cara mengendorkan otot-otot yang kaku karna lelahnya dalam beraktifitas. Sangat diambil dampak positifnya bahwa jika seseorang itu telah melakukan wudhu, maka pikiran kita akan terasa rileks. Badan tidak akan terasa capek.
  • Kedua, mencerahkan kulit wajah. Wudhu dapat mencerahkan kulit wajah karena kinerja wudhu ini menghilangkan noda yang membandel dalam kulit. Kotoran-kotoran yang menempel pada kulit wajah kita akan senantiasa hilang dan tentunya wajah kita menjadi cerah dan bersih.
  • Ketiga, didoakan malaikat. Dalam sabda Beliau yang disinggung pada bagian atas, malaikat akan senantiasa memberikan do’a perlindungan kepada umat muslim yang senantiasa wudhu sebelum tidur. Padahal malaikat adalah makhluk yang senantiasa berdzikir kepada Allah. niscaya do’anya akan senantiasa dikabulkan pula oleh Allah. Oleh karena itu, senantiasa berwudhu itu adalah hal yang wajib kita lakukan.

Fenomena Meninggal Dunia Saat Tidur Dalam Sunnah

Jauh-jauh hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sudah memberikan bimbingan dalam tidur agar tidak menimbulkan bahaya, di antaranya tidur sambil miring ke kanan, tidak tidur sambil tengkurap.
Diriwayatkan oleh al-Hakim dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, Pernah suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melewati seseorang yang tidur tengkurap di atas perutnya, lalu beliau menendangnya dengan kakinya seraya bersabda,

“Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang tidak disukai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Ahmad dan Al-Hakim).

Sesungguhnya sebab kematian itu bermacam-macam, namun kematian tetaplah satu. Selain Sleep Apnea masih ada sebab lainnya yang menjadi media datangnya kematian. Karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan tips terbaik bagi umatnya dalam menghadapi kematian yang datangnya tak terduga ini.
Disebutkan dalam Shahihain, dari sabahat al-Bara’ bin Azib radliyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya;

“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan shalat.” (HR. Bukahri dan Muslim).
Dalam menjelaskan faidah dari perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ini, Al-Hafidz Ibnul Hajar menyebutkan hikmahnya, di antaranya yaitu: Agar dia tidur pada malam itu dalam keadaan suci supaya ketika kematian menjemputnya dia dalam keadaan yang sempurna. Dari sini diambil kesimpulan dianjurkannya untuk bersiap diri untuk menghadapi kematian dengan menjaga kebersihan (kesucian) hati karena kesucian hati jauh lebih penting daripada kesucian badan.
Imam al-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan tiga hikmah berwudlu sebelum tidur (yang maksudnya tidur dalam keadaan suci). Salah satunya adalah khawatir kalau dia meninggal pada malam tersebut.

Abdul Razak mengeluarkan sebuah atsar dari Mujahid dengan sanad yang kuat, Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma berkata,
“Janganlah engkau tidur kecuali dalam kondisi berwudlu (suci), karena arwah akan dibangkitkan sesuai dengan kondisi saat dia dicabut.” -


 http://www.arrahmah.com/kajian-islam/manfaat-wudhu-sebelum-tidur.html#sthash.Hbuahs36.dpuf
 

Chatting di Jaringan Lokal Dengan “LAN Messenger”

Assalammualaikum warahmatullahiwabarakatuh. Alhamdulillah Alloh SWT telah berikan kita semua nikmat kesehatan dan nikmat iman yang sungguh luar biasa. Pada kali ini saya mencoba menghadirkan artikel sederhana kepada para pembaca sekalian yang insyaallah dimuliakan oleh Alloh SWT, Amin…

Para pembaca mungkin sudah sering chatting dengan teman via Yahoo Messenger, Facebook, mIRC.  Nah, dari aplikasi yang telah penulis sebutkan itu semua bisa  dilakukan kalau kita terkoneksi internet. Pertanyaannya bagaimana kalau kita tidak ada koneksi internet dan kita mau chatting dijaringan lokal.  Jawabannya adalah kita bisa menggunakan aplikasi  yang bernama “LAN Messenger”. Berikut ini langkah-langkahnya untuk bisa menikmati chatting di jaringan lokal.

Langkah 1

Download aplikasi LAN Messengger di  http://sourceforge.net/projects/lanmsngr/.
chat_lan1

Langkah 2

Save file yang akan didownload.
chat_lan2

Langkah 3

Klik 2 x  file lmc-1.2.35-win32 hasil  download tadi.
chat_lan3
Klik Next.
chat_lan4
Klik I Agree.
chat_lan5a
Klik Install.
chat_lan5
Proses instalasi sedang berlangsung.
chat_lan6
Klik Finish.
chat_lan5

Langkah 4

Klik Icon LAN Messenger di Taskbar pada desktop bagian bawah kanan layar desktop Anda.
chat_lan8
Pada jendela LAN Messengger seperti gambar dibawah ini terlihat ada 2 teman yang lagi aktif LAN Messengernya. Jika mau chatting dengan teman Anda, tinggal di klik saja nama teman Anda tersebut.
chat_lan9
Pada jendela ini terlihat saya lagi Chatting dengan Reza.
chat_lan10
Demikianlah artikel sederhana ini semoga bermanfaat bagi generasi bangsa Indonesia tercinta.  Akhir kata, wassalammualaikum warahmatullahiwabarakatuh…
Selamat mencoba ^_^

sumber : http://news.palcomtech.com/2012/12/chatting-di-jaringan-lokal-dengan-lan-messenger/
 

Perlakuan mulia terhadap perempuan menarik remaja inggris memeluk islam

Seorang remaja perempuan di Univeristy College London (UCL) memeluk Islam sebab terpesona akan cara Islam memuliakan perempuan. Berharap dapat membantu kesalahpahaman terhadap Islam, terkhusus dalam hak-hak perempuan, ia berbagi cerita keislamannya dengan kawan kuliahnya dalam Islam Awareness Week (Pekan Kesadaran Islam).

Sara Lawler (19) yang tumbuh menjadi seorang pemeluk Kristen telah masuk Islam pada Desember tahun lalu.
“Alasan utama saya untuk berpindah ke Islam adalah karena Islam memberikan para wanita kehormatan dan hak-hak asasi yang tidak diberikan lagi oleh masyarakat,” ujar Sara kepada Lancashire Evening Post pada Jum’at (15/3/2013), seperti dikutip Onislam.

“Ini (Islam) adalah jalan hidup yang murni, damai dan menghadirkan yang terbaik dalam hidup,” katanya.
Sara lahir di Preston, Inggris, dan ia juga pernah tinggal di Tanzania, India dan Midlands.
Sara pernah sekolah di sebuah SMA Katolik khusus perempuan, Our Lady’s Catholic High School, di Preston, selama satu tahun.

Dia mengatakan ia melihat para murid sekolah meminum minuman keras (khamr) atau memilik anak di luar nikah dan ia tidak ingin menjalani hidup seperti itu. Sara tidak pernah mengkuti gaya hidup kawan-kawannya seperti meminum khamr, sehingga setelah memeluk Islam hidupnya tidak banyak berubah.

Saat tinggal di Qatar bersama orangtuanya, saat itu ia pertama kali tertarik pada Islam.
“Ketika Saya pergi ke Qatar, semua teman saya adalah Muslim, saya lebih banyak bergaul dengan Muslim daripada anak-anak Inggris,” kata mahasiswi UCL jurusan fotografi itu.

Sara mengucapkan syahadat secara resmi pada Desember lalu. Sekarang ia berusaha menjadi Muslimah yang baik, melaksanakan shalat lima waktu dan memakai kerudung.

Sara mengatakan bahwa pakaian Muslimah bukanlah sebuah penindasan terhadap Muslimah, tetapi bentuk penghormatan hak asasi wanita.

“Ini tidaklah menindas perempuan melainkan membebaskan mereka karena mereka memilih siapa yang melihat tubuh mereka daripada pria dan masyarakat yang memilih apa yang harus dilihat (sesuai keinginan mereka -red),” katanya.

“Islam memberikan perempuan ke status yang tinggi dan menekankan peran-peran perempuan serta bagaimana mereka perlu untuk dihormati dan dihargai,” katanya.

Beruntung, orangtua Sara tidak keberatan dengan keislamannya, bahkan melihat manfaatnya.
“Orangtua saya baik-baik saja tentang hal ini. Mereka tahu bahwa ini (Islam) adalah agama yang baik, merkea telah melihat kebaikan yang telah dihasilkan darinya,” katanya.

 http://www.arrahmah.com/news/2013/03/15/perlakuan-mulia-terhadap-perempuan-menarik-remaja-inggris-memeluk-islam.html#sthash.yxSzwnmF.dpuf
 

Download Murattal Thaha Al Junayd - Juz 30 - 29, 27 - 26, Al-Fatihah, and More!

Muhammad Thaha Al Junayd / Muhammad Taha al Junayd/ محمد طه ألجنيد adalah seorang qari cilik dengan suara yang begitu merdu. Cara membaca Al Quran nya begitu lembut, ringan, dan menyejukkan. Akupun langsung jatuh cinta pada pendengaran pertama. :)
Inilah foto dari Thaha Al Junayd:

Tentu saja, foto tidak dapat menunjukkan kemerduan suara beliau, maka aku attach videonya dibawah ini, silakan dinikmati.. :)


Download this video : Shalat - Muhammad Thaha Al Junayd

Sudahkah menonton videonya? Bagaimana? Tertarik untuk mendengar lebih banyak? :)
Berikut ini ku attach seluruh audio file murattal Thaha Al Junayd dari hasil pencarianku di berbagai sumber, termasuk mengalih-tipekan dari video Youtube. Keseluruhannya dalam format mp3. Belum full version Quran, aku hanya bisa menemukan Juz 26, 27, 29, 30, serta sebagian surat dari beberapa juz lain.
Mohon beritahu aku jika kamu menemukan surat lainnya atau jika ada link yang broken dibawah ini.
Semoga tulisan ini bermanfaat :)

Juz 1
  • Surat 1 - Al Fatihah [ziddu] [mediafire]
    [mp3, taken from http://www.youtube.com/watch?v=9LUn2ii6pE8]

Juz 3

Juz 12

Juz 26
Juz 27

Juz 29 - Juz Tabarak
Juz 30 - Juz Amma

Bonus
 

Kisah Cinta Orang Terdahulu yang Mengharukan…

makna-cintaAda rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya.

Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan! ‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta.

Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali. Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.. Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali. Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah. ’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.

”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali. ”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.” Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu. Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut. ’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. ’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..” Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah.
Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi. ’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!” ’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan.

Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak. Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?
”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..” ”Aku?”, tanyanya tak yakin. ”Ya. Engkau wahai saudaraku!” ”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?” ”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”
’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. ”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.

Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi. Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.
”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?” ”Entahlah..” ”Apa maksudmu?” ”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!” ”Dasar bodoh! bodoh!”, kata mereka, ”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”

Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.
Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda”

‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu”
Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah dirimu”

sumber : http://www.akhwatmuslimah.com/2013/01/1264/kisah-cinta-orang-terdahulu-yang-mengharukan/
 

Kisah Mengharukan : Jangan Matikan Aku Sebelum Hafal Al Qur’an

al-quran-yang-mulia (1)Tepatnya tanggal 5 Oktober 2008 – seorang gadis kecil Indonesia mengalami musibah yang luar biasa di negeri antah berantah nan jauh – Syria. Dia terjatuh dari ketinggian sekiar 15 meter dan terbanting-banting di anak tangga ampiteater Roma di Busrah. Akibat kecelakaan ini gadis kecil tersebut mengalami pendarahan otak yang sangat hebat, dia harus menjalani berbagai pembedahan otak dan merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya sampai berbulan-bulan kemudian. Pada saat pendarahan masih menguasai otaknya sehingga kesadarannya timbul tenggelam, gadis kecil ini lirih berdoa :
“Ya Allah, jangan matikan aku sebelum aku selesai menghafal Al-Qu’ran…”.

Dengan tekad yang luar biasa inilah gadis kecil tersebut berjuang melawan sakit di kepala yang tidak kunjung henti, terkadang dia harus menjeduk-jedukkan kepalanya di tempat tidur untuk mengimbangi rasa sakit yang sangat di dalam kepalanya.

Beratnya komitmen untuk menghafal Al-Qur’an yang dialami oleh gadis kecil ini juga jauh diatas beban manusia pada umumnya, betapa frustasinya dia ketika hafalan ayat-ayat Al-Qur’an seolah timbul tenggelam di kepalanya silih berganti dengan rasa sakit yang bisa tiba-tiba muncul kapan saja. Tetapi dia terus belajar dan terus menghafal nyaris tanpa henti, dia hanya berhenti menghafal ketika sakit kepalanya sudah tidak tahan lagi.

Allah dan para malaikat rupanya menyaksikan betapa kuat niat gadis kecil ini untuk menghafal Al-Qur’an. Pada bulan Mei 2010 oleh ustadzah-nya dia dibimbing untuk menyelesaikan ujian tahfiz setengah Al-Qur’an (15 Juz) dengan seorang syeikh Qura di Damascus.

Gadis kecil ini-pun lulus dan memperoleh syahadah (ijazah) sanad bacaan Al-Qur’an yang sampai kepada Ali bin Abi Talib Radhiallahu ‘Anhu, dan tentu saja sampai kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wasallam.
Tidak berhenti di sini, gadis kecil tersebut mencanangkan niatnya untuk menyelesaikan hafalan Al-Qur’an penuh 30 juz pada Ramdhan 1432 H. Maka target ini hanya meleset kurang lebih 3 pekan ketika pada tanggal 19 Syawwal 1432 H /19 September 2011 kemarin gadis kecil ini menyelesaikan hafalannya yang 30 juz, diiringi sujud syukur orang tuanya. Allahu Akbar…

Atas permintaan kedua orang tuanya yang tawadhu’, saya tidak bisa ungkapkan nama gadis kecil ini. Tetapi bagi para gadis kecil – gadis kecil lainnya yang belajar Al-Qur’an di Madrasah Al-Qur’an Daarul Muttaqiin Lil-Inaats (Pesantren Putri) – Jonggol, gadis kecil penghafal Al-qur’an ini kini menjadi salah satu guru atau mudarrisah (ustadzhah) mereka.

Bahkan bukan hanya bagi anak-anak putri yang belajar Al-qur’an di madrasah tersebut dia menjadi guru, gadis kecil penghafal Al-qur’an ini juga layak untuk menjadi guru bagi kita semua para orang tua.
Guru dalam hal menyikapi musibah, guru dalam hal menghadirkan Allah dalam mengatasi persoalan kita, guru dalam mengisi hidup dengan Al-Quran, guru dalam merealisasikan niat, guru dalam menjaga komitment, guru dalam syukur dan syabar.

Bila gadis kecil dengan beban sakit kepala yang luar biasa ini bisa menyelesaikan hafalan Al-Qur’an-nya 30 Juz dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun, berapa banyak yang sudah kita hafal ?, berapa banyak yang kita niatkan untuk menghafalnya di sisa usia kita ?, seberapa kuat niat kita untuk mengamalkannya? Kita tahu persis jawabannya untuk diri kita masing-masing.

Semoga Allah dan para malaikatNya terus mendampingimu hingga dewasa dan menjadi guru dan sumber inspirasi untuk memperbaiki anak-anak (dan para orang tua) dunia. []

sumber : http://www.akhwatmuslimah.com/2012/12/1230/kisah-mengharukan-jangan-matikan-aku-sebelum-hafal-al-quran/
 

Kecelakaan Mobil di Jalan Tol : Jilbab Telah Menyelamatkan Wajah Anakku

ELF-Accident-March-3-2011-300x241Kisah nyata ini terjadi waktu musibah kecelakaan mobil travel jenis mini bus (Isuzu-ELF) yang ditumpangi anak bungsuku di jalan TOL Cipularang Km. 112,8 arah Bandung dari Jakarta pada hari Kamis sore tanggal 3 Maret 2011 yang lalu.

Kronologis kecelakaan bermula mobil ELF berjalan zigzak ke arah pinggir jalan sebelah kiri kemudian memutar ke arah kanan dan menabrak pembatas jalan, selanjutnya mobil tersbut terguling dengan sisi mobil sebelah kiri meluncur di atas aspal jalan tol.

Menurut penuturan anak bungsuku (sebut saja namanya Ayang) duduk pada posisi paling pinggir disebelah kiri, dia pun tertindih dua orang penumpang lain yang duduk disebelah kanannya. Bisa dibayangkan situasi yang dialaminya pada waktu kejadian kecelakaan tersebut dengan lengan dan bagian kepala sebelah kirinya menempel dan terseret di atas pecahan kaca dan aspal jalan tol (lihat Foto) terlampir.

Dengan menyebut nama-Nya “Allahu Akbar – Laa ilaha Illallahu Wallahu Akbar”, anakku tersadar dengan apa yang telah terjadi dan dia merasakan bahu sebelah kirinya terasa sakit dan tangan kirinya tidak bisa digerakkan…..”Subhanallah” pada waktu di evakuasi melalui kaca mobil dibagian belakang yang telah dipecahkan oleh relawan penyelamat, anakku hanya berpesan agar tangannya jangan dipegang dan mohon ditarik keluar dengan hanya memegang pinggang dan kakinya, tapi tangan sebelah kiri itu tetap saja tersentuh sehingga menimbulkan rasa sakit.

Dalam musibah kecelakaan yang begitu dahsyat ternyata Allah Swt masih memberi perlindungan dan kesadaran kepada anak bungsuku, setelah anakku diselamatkan dan didudukkan di pinggir jalan dia pun mohon diambilkan tas bawaannya yang tertinggal di atas mobil, kemudian anakku masih sempat mengabadikan mobil yang tergeletak di tengah jalan serta mengabarkan musibah tersebut kepada kakak perempuannya, teman kuliahnya di IT-Telkom Bandung dan Bundanya di Jakarta melalui pembicaraan lewat HP yang dimilikinya.

Kepada bundanya dia berkata : …”ayang baru saja kecelakaan mobil di jalan tol cipularang bersama rombongan keluarga yang datang dari Ipoh Malaysia”.

Dengan perasaan cemas sambil mengabarkan musibah tersebut kepada saya, Bundanya bertanya : ….”gimana keadaan ayang sekarang ???”

Anakku menjawab : …”Ayang tidak apa-apa, cuman tangan sebelah kiri terasa sakit dan tidak bisa digerakkan”
Bundanya bertanya lagi : …”Ayang sekarang ada dimana ?” …maksudnya apa masih ditempat kejadian atau sudah dibawa kerumah sakit.

Anakku menjawab : …”Ayang masih di tempat tejadinya kecelakaan di kilometer 112,8 arah ke bandung”
Dengan linangan air mata dan suara ter-isak, bundanya menjawab lagi : Iya…Iya, sabar ya nak, Bunda dan Ayah akan segera berangkat kesana sekarang juga.

Begitulah pembicaran singkat anak bungsuku dengan bundanya dan kamipun berangkat ke bandung dengan tergesa-gesa tanpa membawa pakaian untuk pengganti bersama kakaknya karena ada rencana untuk dibawa pulang dan dirawat pada salah satu rumah sakit terdekat di jakarta.
Didalam perjalanan salah seorang teman kuliahnya mengabarkan bahwa ayangtelah berada dan dirawat di RS. Cahya Kawaluyan (cabang RS Borromyus Bandung) yang terletak di Kota Baru Parahyangan – Padalarang.

Sesampai di rumah sakit tersebut kami temui ayang diruang UGD dengan infus dipergelangan tangan dan hidungnya ditemani teman2 baiknya serta sepupunya Econ (anak adik saya) dari bandung dengan kondisi lengan kiri luka tergores cukup banyak dan kepala sedikit memar.

Setelah berbicara seadanya dengan ayang, kamipun dipanggil oleh tim dokter yang menangani pertolongan pertama sambil memperlihatkan hasil rontgen tulang  dan CT Scan Kepala. Ternyata tulang bahu kiri anakku mengalami patah tulang sampai bergeser dan dempet (bertindihan) dan syukur alhamdulillah di bagian organ kepala hasilnya dinyatakan “Baik” semua dan tidak ada kelainan walaupun ada memar (bengkak) didekat telinga kiri.

Mengingat jarak rumah sakit di komplek perumahan Kota parahyangan Padalarang yang jauh dari kota Bandung dan atas kesepakatan pihak travel dan kami sekeluarga serta saran salah seorang kerabat (Ibu Baihakim) maka anak-ku hanya satu malam dirawat di RS Cahya Kawaluyan dan pelaksanaan operasi tulang bahu & perawtan dipindahkan / dirujuk ke RS. Halmahera Siaga (Khusus Bedah Tulang) di kota Bandung. Setelah menjalani perawatan pasca selama 4 (empat) hari anak bungsuku sudah boleh rawat jalan dan dibawa pulang ke rumah di jakarta dan pada hari Sabtu tgl 12 Maret 2011 kembali ke rumah sakit yang sama untuk dilakukan kontrol (pemeriksaan) pasca operasi.

Kembali kepada judul catatan ini : “JILBAB telah menyelamatkan WAJAH Anak-ku” ….., walaupun baju bagian bahu dan lengan sebelah kiri serta “jilbab” yang dipakai anakku sampai sobek ter koyak2 ternyata mukanya tidak ada terdapat goresan luka sedikitpun jua karena terlindung dandilindungi oleh selembar Jilbab yang selalu dipakai anak-ku apabila bepergian atau keluar rumah.Allahu Akbar3x dan Subhanallah Padahal lengan kiri anak bungsuku mengalami luka2 serta tulang bahunya patah dan harus dilakukan tindakan operasi (bedah) tulang untuk penyembuhannya.

Terima kasih ya Allah yang maha pengasih dan penyayang, Engkau telah menyelamatkan nyawa anak-ku dan melindungi mukanya dari musibah kecelakaan yang dialaminya. Hanya Kepada-Mu ya Allah ya Rakhman kami memohon menadahkan tangan dan berdo’a : Semoga anak kami diberi kesembuhan dan cepat pulih kembali untuk bisa beraktivitas melanjutkan studinya  yang hanya tinggal menyelesaikan penulisan skripsi di IT-Telkom Bandung, Amin Ya Rabbal Alamin…!

sumber : http://www.akhwatmuslimah.com/2012/12/1221/kecelakaan-mobil-di-jalan-tol-jilbab-telah-menyelamatkan-wajah-anakku/
 

Kepala Bagai Punuk Unta

Akhwatmuslimah.com – Nabi SAW bersabda, “Wanita-wanita yang berpakaian seperti bertelanjang dan pandai merayu, rambut mereka disasak seperti punuk onta, mereka tidak masuk surga dan juga tidak mencium aromanya. Padahal aroma surga itu bisa tercium dari jarak perjalanan selama lima ratus tahun.”  (HR. Muslim)

Diriwayatkan oleh Malik dari Muslim bin Abu Maryam, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda, “Wanita-wanita yang berpakaian seperti bertelanjang dan pandai merayu, rambut mereka disasak seperti punuk onta, mereka tidak masuk surga dan juga tidak mencium aromanya. Padahal aroma surga itu bisa tercium dari jarak perjalanan selama lima ratus tahun.

Makna hadis ini saling menjelaskan dan melengkapi dengan riwayat Abu Musa al-’Asyari, bahwa Rasul saw. pernah bersabda: “Perempuan siapa saja yang memakai wangi-wangian lalu berjalan melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau wanginya maka perempuan itu seperti seorang pezina
(HR an-Nasai, at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, ad-Darimi, Ibn Khuzaimah, Ibn Hibban dan al-Baihaqi)


Dari buku Imam Al-Qurthubi dalam bukunya yang berjudul “Rahasia Kematian, Alam Akhirat dan Kiamat” dibahas bahwa dalam frasa ru’ûsuhunna ka-asnamah al-bukht al-mâ’ilah (kepala mereka seperti punuk unta yang miring) maknanya: membesarkan kepala dengan kerudung atau serban dan sebagainya yang disambungkan atau ditumpuk di atas rambut sehingga menjadi seperti punuk unta. Inilah tafsir yang masyhur untuk frasa ini. Ia bisa juga dimaknai: menarik rambut ke atas atau menata rambut sedemikian rupa sehingga seperti punuk unta. [ANW]

sumber : http://www.akhwatmuslimah.com/2011/07/263/kepala-bagai-punuk-unta/
 

Syarat-Syarat Pakaian Syar’i Yang Diwajibkan Bagi Kaum Wanita Muslimah, Menutupi Seluruh Tubuh, Tidak Ketat, Tidak Tipis Dan Lain Sebagainya

Barangkali masih banyak di antara para ukhti yang bertanya, bagaimanakah yang disebut pakaian yang syar’i yang diperintahkan oleh syari’at ajaran agama?? bagi para ukhti yang sudah mengetahui serta mengikuti pakaian syar’i yang diperintahkan dalam ajaran agama, Alhamdulillah jika ukhti sudah mengikuti sebagaimana yang diperintahkan. Namun sangat menyedihkan sekali mode-mode pakaian wanita di negeri Indonesia kita yang tercinta ini yang Alhamdulillah mayoritas muslim, namun justru para muslimah lebih menyukai trend fashion dan mode ala barat biar dibilang sexy atau lebih tepatnya dapat dikatakan mengundang sex-pent  Sexy-y=Sex, untuk itu bagi para ukhti yang hatinya masih cenderung pada kebaikan berikut adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pakaian syar’i:

1. Menutupi seluruh tubuh selain yang dikecualikan
Lihat surat an Nuur: 31, Ayat ini menegaskan kewajiban bagi para wanita mukminah untuk menutup seluruh perhiasan, tidak memperlihatkan sedikitpun kepada orang-orang yang bukan mahromnya kecuali perhiasan yang biasa nampak.

2. Tidak ketat sehingga menggambarkan bentuk tubuh
Saudariku…Perhatikanlah pesan putri Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, Fatimah binti Rosullulloh shollallohu alaihi wa sallam.. Beliau pernah berpesan kepada Asma’ : “Wahai Asma’ ! Sesungguhnya aku memandang buruk perilaku kaum wanita yang memakai pakaian yang dapat menggambarkan tubuhnya…)” (Dikeluarkan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah dan Baihaqi)


3. Kainnya harus tebal, dan tidak tembus pandang sehingga tidak nampak kulit tubuh.

4. Tidak menyerupai pakaian laki-laki

Ada hadits nih, Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhu berkata :“Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Hakim dan Ahmad dengan sanad shohih)

5. Tidak mencolok dan berwarna yang dapat menarik perhatian

Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang mestinya ditutup karena hal itu dapat membangkitkan syahwat kaum lelaki.
Sungguh aneh tapi nyata, banyak para wanita apabila keluar rumah berdandan berjam-jam dengan sedemikian moleknya, tapi kalau di dalam rumah, di depan sang suami yang seharusnya mendapatkan pelayanan yang menyenangkan, justru biasa-biasa saja bahkan kerap kali rambutnya acak-acakan, bau badan tak sedap dianggap tidak masalah, penampilan menjengkelkan sudah hal yang lumrah, demikian seterusnya. Ini memang kenyataan yang tak bisa dipungkiri lagi. Semoga Alloh subhanahu wa ta’ala menunjukkan kita semua ke jalan yang benar.
Tapi jangan difahami penjelasan di atas secara dangkal, sehingga timbul suatu pemahaman bahwa pakaian wanita harus hitam saja sebagaimana difahami sebagian wanita komitmen.

6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam pernah bersabda :
من تشبه بقوم فهو منهم
“Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud dan Ahmad dengan sanad shohih)
Betapa sedih hati kita melihat kaum hawa sekarang ini begitu antusias menggandrungi mode-mode busana ala barat baik melalui majalah, televisi dan foto-foto tata rias para artis dan bintang film. Setiap kali ada mode busana baru ala barat yang mereka dapati, serentak itu juga mereka langsung mencoba dan menikmatinya. Laa Haula Walaa Quwwata illaa BIllahi

7. Bukan pakaian untuk mencari popularitas
Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar rodhiyallohu anhu yang berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ أَلْهَبَ فِيهِ نَارًا
Barang siapa mengenakan pakaian syuhroh (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Alloh mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah dengan sanad hasan)
Maksud pakaian syuhroh adalah setiap pakaian dengan tujuan meraih popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakaian tersebut mahal, yang dipakai dengan tujuan berbangga-bangga dengan dunia, maupun pakaian yang bernilai rendah yang dipakai seorang dengan tujuan menunjukkan kezuhudannya dan riya’.

8. Tidak diberi parfum atau wangi-wangian
Dari Abu musa Al-Asy’ari rodhiyallohu anhu bahwasanya ia berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :
أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ
“Siapapun perempuan yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.” (HR.Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad,dll dengan sanad shohih)
Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu anhu ia berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :
أَيُّمَا امْرَأَةٍ أَصَابَتْ بَخُورًا فَلَا تَشْهَدْ مَعَنَا الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ
“Siapapun perempuan yang memakai bakhur (wewangian sejenis kemenyan-pent), maka janganlah ia menyertai kita dalam menunaikan sholat isya’ yang akhir. (HR.Muslim, Abu Awanah,dll)
Ibnu daqiq Al-“Ied mengatakan : “Hadits tersebut menunjukkan haramnya wewangian bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, karena hal itu akan dapat membangkitkan nafsu birahi kaum laki-laki.”
Itulah larangan agama yang diterjang habis-habisan oleh sekian banyak wanita. Coba perhatikan secara seksama, Jikalau ke masjid saja dilarang, lalu bagaimana pendapat ukhti dengan tempat-tempat lainnya seperti pasar, supermarket, terminal dan sebagainya. Tentu lebih dahsyat dosanya. Sungguh, terasa tidak pernah sepi suatu bus kota dari bau parfum yang campur dengan keringat.

 sumber : http://tausyah.wordpress.com/2011/11/01/syarat-syarat-pakaian-syari-yang-diwajibkan-bagi-kaum-wanita-muslimah-menutupi-seluruh-tubuh-tidak-ketat-tidak-tipis-dan-lain-sebagainya/
 

Mencoba tantangan, mahasiswi non-muslim Inggris mengaku merasa tertarik memakai kerudung

Dalam rangka membantu rekan-rekan non-Muslim mereka untuk mengeksplorasi apa itu Islam yang sebenarnya, mahasiswa Muslim di Universitas Newcastle mengadakan pekan acara untuk meningkatkan pemahaman tentang Islam dan kesalahpahaman yang ada di dalamnya.

“Saya rasa orang-orang memiliki pandangan yang buruk tentang Islam,” Samantha McGregor, seorang mahasiswi non-Muslim, yang mengambil bagian dalam acara ini, mengatakan kepada Sky Tyne and Wear pada Senin (11/3/2013). “Hari itu membuat saya benar-benar berubah dan menyingkirkan semua pandangan tersebut.”

Masyarakat Islam di universitas telah meyelenggarakan “Discover Islam Week” untuk meningkatkan pemahaman tentang Islam di kalangan mahasiswa. Penyelenggara mengatakan acara ini bertujuan untuk mematahkan pembatas yang ada dan membuat orang berbicara serta mengeksplorasi makna yang Islam sebenarnya.

Ahmed Gatnash dari masyarakat mengatakan acara ini mencoba untuk “menghilangkan stereotip yang begitu umum tentang Muslim di media-media saat ini, karena mereka benar-benar merugikan masyarakat dan membuat salah pemahaman.”

Sebagai bagian dari acara, mahasiswa Muslim menyusun apa yang mereka sebut “Tantangan Hijab” untuk mendorong rekan-rekan non-muslim mereka mencoba mengenakan kerudung selama sehari. Tantangan ini merupakan cara untuk membuat para mahasiswi non-muslim merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang wanita Muslim di Inggris.

“Saya mendapati orang-orang menatap saya. Saya tidak tahu apakah mereka berpikir ‘dia terlihat konyol atau dia tidak benar-benar seorang Muslim’,” kata McGregor, yang mencoba memakai kerudung sepanjang hari. “Rasanya seperti ingin mengatakan: ‘Berhenti menatapku! Aku tidak melakukan sesuatu yang salah,’ Saya menyukai gagasan memakai kerudung sehingga hanya suami Anda yang bisa melihat rambut Anda, saya menemukan bahwa hal ini cukup istimewa.”

Para mahasiswi non-muslim mengatakan mencoba mengenakan kerudung telah membantu mereka mengubah pandangan mereka tentang kerudung. “Benar-benar menarik untuk memikirkan tentang mengapa seseorang memilih untuk memakainya dan mengapa rambut menjadi sesuatu yang harus dirahasiakan dan menjadikannya sederhana,” kata Jeanna Spencer, seorang peserta lainnya.

Penyelenggara mengatakan acara ini telah membantu menghilangkan kesalahpahaman bahwa kerudung adalah simbol penindasan terhadap wanita Muslim. “Ini sebenarnya cukup membebaskan karena kita tidak dipaksa untuk berpakaian ala masyarakat atau seperti yang diinginkan fashion,” kata Rokeya Begum, kepala Masyarakat Islam Universitas Northumbria. “Acara ini untuk menunjukkan menunjukkan bahwa kami tidak dipaksa untuk memakainya dan kami cukup senang.”

Islam memandang kerudung sebagai kode wajib berpakaian, bukan simbol agama yang menampilkan afiliasi seseorang. “Kami adalah orang biasa, dan orang-orang tidak boleh menghakimi kami dari cara kami berpakaian,” kata Begum.

Sepanjang pekan, anggota Masyarakat Islam memberikan ceramah singkat, sesi tanya jawab, dan menawarkan minuman dan makanan. Menandai tahun pertama Hari Hijab Dunia pada tanggal 1 Februari, sejumlah non-Muslim mengenakan kerudung untuk mempromosikan toleransi dan pemahaman agama. Acara ini pertama kali diusulkan oleh seorang wanita New York, Nazma Khan, untuk mendorong para wanita non-muslim mengenakan kerudung dan merasakan pengalaman ini.

Inggris adalah rumah bagi minoritas Muslim yang cukup besar, hampir 2,5 juta. Mayoritas terdiri dari multi-etnis minoritas India, Bengali dan Pakistan. Sensus 2011 menunjukkan bahwa proporsi Muslim meningkat dari 3,0 persen menjadi 4,8 persen, menjadi kepercayaan yang paling cepat berkembang di Inggris.

- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/03/12/mencoba-tantangan-mahasiswi-non-muslim-inggris-mengaku-merasa-tertarik-memakai-kerudung.html#sthash.8g90oofi.dpuf
 

Alfanous, mesin pencari ayat Al-Quran masa depan

Mungkin tidak terlalu berlebihan jika saya katakan demikian, dengan fiturnya yang lengkap dan terus disempurnakan ia akan menjadi jawara dalam persaingan serach engine Al-Quran. Desain dan Interfacenya berbeda dengan Zekr dan Othman yang terlalu sederhana dan sedikit fitur pelengkapnya.
Alfanous adalah mesin pencari Al-Quran yang bisa digunakan pada system operasi Linux dan Windows, sangat bagus dan menyediakan fitur-fitur yang lengkap, layanan pencarian yang beragam, serta memiliki stabilitas tinggi dan pencarian dengan kecepatan tinggi, sehingga mestinya setiap orang islam memiliki dan menggunakan aplikasi ini.
Semoga saja proyek mengagumkan ini tidak akan bernasib seperti imhalal, search engine yang gulung tikar gara-gara tidak mampu menanggung beban biaya operasional yang semakin meningkat, dan diperparah ketika para investor dan pemilik modal hanya mampu mengeluarkan uang mereka di tempat-tempat yang basah alias menghasilkan banyak uang seperti real estate.  
Mengenal Assem Chelli (Baca : Ashim Syally), founder dan developer Alfanous
Assem Chelli (Baca : Ashim Syally) lahir di Jijel, Algeria tahun 1988, belajar menjadi enginer di Sekolah Tinggi Nasional Ilmu komputer-Algeria dan Alfanous adalah proyek untuk kelulusannya yang mulai dikerjakan awal September 2009 dan sampai ia lulus tahun 2010, proyek tersebut masih ia lanjutkan.
Setelah lulus, ia memasukkan proyeknya ini ke situs sourceforge.net, situs yang menjadi tempat bagi Open Source applications and software directory sambil melakukan perbaikan-perbaikan yang perlu.
Lalu tentang pemilihan nama “alfanous” untuk search engine ini, assem menyebutkan bahwa awalnya ia mencoba untuk mencari nama binatang untuk nama software ini, sebuah binatang yang cocok dijadikan sebagai simbol untuk software Al-Quran Search engine. Lantas ia menemukan sebuah nama, yaitu ‘Ankaboot (laba-laba), namun kemudian ia berpikir nama ini asing di telinga orang, begitu juga di telinganya. Akhirnya, ia menemukan gambar sebuah lentera, mushaf, dan jam pada google.
Dan akhirnya ia memilih lentera (bahasa arab : Alfanous) sebagai nama untuk Al-Quran Search Engine. Dan sekarang, jika anda pengguna linux muslim edition, sabily anda bisa melihat software ini disana. Assem pernah diwawancarai oleh onislam.net dan artikelnya dimuat di situs itu dengan judul “Jazairi yuthlaqu muharrik batsun syailun lil quran” yang bisa anda baca disini
Alfanous dulu dan sekarang
Pertama kali mengenal Alfanous di Sabily saya langsung ngeksplor aplikasi ini, cukup bagus namun terasa sekali tampilannya terlalu ramai, dan banyak menu di sebelah kiri dan kanannya, pengen nulis tentang alfanous gak jadi gara-gara tampilannya kurang cool seperti itu. Dan beberapa waktu yang lalu saya kunjungi lagi alfanous, dan saya hanya bisa mengatakan “Masya Allah, jamiil jiddan”, tampilan sekarang lebih rapi, simple dan sederhana dan mirip google. Dan memang sejak Json output service ditambahkan ke dalam web alfanous pada tanggal 26 Juli lalu design dan interface webnya berubah fantastis. Berikut ini screenshort dari Alfanous dulu Dan inilah screenshort dari Alfanous sekarang
Download Alfanous Desktop 04.20.exe  versi windows  disini dan untuk versi Ubuntu, Sabily dan Debian disini
Alfanous juga ada dalam versi mobile, sampai tulisan ini dibuat, alfanous mobile sudah di tes dan bekerja baik di Ipad 2 tapi belum bisa di Samsung 5233 WIFI karena vocalisasi (harakat) yang belum support.  Anda bisa lihat disini.
Berikut ini update dari screenshot Alfanous untuk windows phone
Fitur-fitur dalam Alfanous
Berikut ini penjelasan dari fitur-fitur yang ada di Alfanous dengan beberapa keterangan tambahan.
Fitur  unggulan
  1. Fielded Search.
  2. Joker atau mencari dengan kata-kata yang biasa. Kita bisa mencari dengan kata-kata yang hurufnya tidak kita ketahui, gunakan tanda ? untuk huruf yang belum diketahui dan * untuk kumpulan huruf yang lebih dari satu. Contohnya mencari kata “المسيطرون” atau المصيطرون” cukup mencarinya dengan menulis الم؟يطرون“.
  3. Mencari kata-kata yang memiliki hubungan logis. Misalnya mencari ayat-ayat yang terdapat kata ” الصلاة” dan “الزكاة” dengan kata penghubung “و” atau hanya memiliki dua kalimat itu dengan kata penghubung “أو” atau ayat yang terdapat kata ” الصلاة” dan tidak terdapat kata “الزكاة” dengan menggunakan kata penghubung “وليس“. Contoh: أو عليم(“  و (بصير سميع
  4. Pencarian kalimat (phrase). Kalimat tesebut bisa berupa fi’il dan huruf seperti ” إن جهنّم atau Mudhaf dan Mudhaf Ilaih seperti “بنو إسرائيل” atau Isim dan Sifat seperti شهرين متتابعين” atau Fi’il dan Isim seperti “قال ربّ “.
  5. Pencarian interval (kata yang berdekatan). Bisa mencari kata-kata yang berdekatan dalam satu kalimat atau satu paragraph yang terpisah beberapa kalimat. Contoh mencari kata “رسول من الله” cukup dengan menulis kata “رسول” dan “الله“.
  6. Mencari letak suatu ayat. bisa mencari ayat, surat atau hizb suatu ayat, contoh untuk mencari lafadz Allah dalam 10 hizb yang pertama bisa ditulis dengan “الله حزب: [1-10]“
Fitur tambahan
  1. Koreksi ejaan ketika salah menulis. Koreksi muncul ketika user menulis kata dengan salah ejaan atau tidak ada. Seperti jika user menulis kata ” إبراهام” akan diganti dengan ” إبراهيم“.
  2. Pagination (Pemberian nomor)
  3. Penyortiran
  4. Penyorotan (Highlight) dengan warna kuning
Pengaturan bahasa
  1. Mencari makna suatu ayat. Terkadang kata yang kita cari terdapat dua makna, seperti kata rabb, memiliki arti illah dan sayid (tuan), maka dalam pencarian akan dibedakan, contohnya seperti ini: [يوسف: 42] (اذْكُرْنِي عِنْدَ رَبِّك) وفي [الفاتحة:42] ( الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ)
  2. Mencari persamaan kata dan lawan kata. Contoh kata “النعيم”، persamaan katanya “الجنة”و “الفردوس”.. dan lawan katanya “الجحيم” و “جهنم” و “سقر”…
  3. Mencari berdasarkan harakat.
  4. Kata imbuhan, contoh ketika mencari kata ” فسيكفيكهم” hiraukan kata imbuhannya dan cukup mencari dengan kata “يكفي“.
  5. Akar kata Bahasa Arab.
  6.  Konjugasi kata kerja.
  7. Derivasi kata kerja
  8. Tipe kata Bahasa Arab
  9. Pola kata Bahasa Arab atau yang dikenal dengan wazan dalam bahasa Arab
  10. Pengabaian perbedaan bentuk tulisan hamzah
Pengaturan Al-Quran
  1. Pencarian sesuai dengan cetakan Utsmani atau Al-Quran standar. Contoh menulis “الصلوة” untuk mencari kata “الصلاة”
  2. Pencarian kesamaan dalam Al-Quran.
  3. Memperluas pencarian untuk semua hal berkenaan ilmu Al-Quran seperti terjemah ayat dan tafsirnya.
  4. Mencari menggunakan indeks kata-kata khusus
  5. Pengaturan secara structural, seperti mencari juz, hizb dan ruku’ ayat
  6. Informasi secara statistic. Seperti berapa jumlah lafadz Allah dalam surat Al-Mujadalah atau kalimat apa yang paling banyak disebut dalam Al-Quran
Selain dari fitur yang disebutkan di atas, fitur lain yang sangat menarik adalah adanya fasilitas muratal setelah kita searching, ada sekitar 13 syaikh seperti syaikh Munsyawi, Musyari Rashid dan Abdul Bashith Abdus Shamad yang pastinya makin menambah kita betah saja.
Selamat mencoba dan rasakan kelengkapan fiturnya. Dan ada berita gembira dari developer alfanous, bahwa Indonesia adalah alfanouser terbanyak, sehingga insya Allah akan dirilis alfanous dalam seri bahasa Indonesia.
Silahkan beri komentar, tanggapan atau pertanyaan jika belum jelas, dengan senang hati akan saya jawab^^.    
Lampiran Fatwa Ulama:
Fatwa Ma’jma’ Fiqih Islam di Makkah Al-Mukaramah tentang  Hukum Membuat Software Al-Quran dan ilmu Al-Quran.
Majma’ Fiqih Islam di Makkah Al-Mukaramah pada tanggal 12/17/1406 H menetapkan kebolehan membuat software tentang Al-Quran dan Ilmu Al-Quran yang bisa dibuka di komputer sebagai salah satu khidmah untuk Al-Quran dan mempermudah masyarakat untuk lebih dekat dengan Al-Quran.
Untuk itu mereka menetapkan beberapa syarat sebagai berikut:
1. Dibuat dengan bahasa Arab dengan ketelitian dalam menulis nash dan harakatnya.
2. Nash Al-Quran ditulis dalam rasm Utsmani
3. Menyertakan para spesialis software dan ulama yang tsiqah yang mendalam dalam ilmu Al-Quran sebagai penasehat untuk meneliti keotentikan software tersebut. (sumber: Fiqih Nazilah, dirasah ta’shiliyyah tathbiqiyyah oleh Dr. Muhammad Husain Al-Jaizarani, hal.32 juz II, Dar Ibnu Jauzi cet I tahun 2005 M)
dan Alhamdulillah, Alfanous sesuai dengan kriteria yang disebutkan ulama kita di atas. :) :)

sumber : http://ahmadbinhanbal.wordpress.com/2011/10/24/alfanous-mesin-pencari-ayat-al-quran-masa-depan/
 

Download Resetter Printer Canon iP2770

Download Resetter Printer Canon iP2770 - Download Resetter dan Cara Reset Canon PIXMA iP2770 - Sebaik apa pun anda menggunakan Printer namun cepat atau lambat masalah error tidak bisa anda hindari. Nah untuk menjaga-jaga agar jika suatu saat printer anda bermasalah dalam kasus ini khusus untuk tipe Canon PIXMA iP2770, Software Resetter serta cara untuk melakukan Reset terhadap printer ini bisa anda download dan ketahui. Itung-itung untuk mengurangi biaya ongkos service jika disuatu saat anda mengalami masalah error pada Printer Canon PIXMA iP2770.

Sebelum melakukan reset, yang pertama harus dilakukan ialah, ketahui dulu apa masalah yang timbul pada printer, dan kira-kira masalah timbul setelah anda lakukan apa terhadap printer biasanya kalau printer error, lampu LED printer akan ngeblink atau berkedip. Jika masih bisa diperbaiki secara normal, yah tidak usah direset. Namun jika memang sudah mengharuskan untuk di reset berikut cara lengkapnya.

Download Resetter iP2770 disini.

Cara Reseter PIXMA iP2770

Matikan printer terlebih dahulu lalu biarkan kabel power masih terpasang pada listrik
Tekan dan tahan tombol resume (Jangan dilepas)
Kemudian tekan tombol Power sampai lampu hijau menyala (sata menekan tombol power, tombol resume jangan dilepas dulu)
Lepas tombol RESUME, dan jangan lepas tombol POWER.
Tekan tombol resum 5x kemudian lepas keduanya.
Komputer akan mencari device baru, abaikan saja.

Cara Menggunakan Resetter

Pasang kertas pada Printer
Jalankan Reseter Canon PIXMA iP2770
Klik “MAIN”, maka printer akan berproses, kemudian iP2770 akan melakukan print
Klik ” EEPROM Clear “.
Kemudian klik ” EEPROM“, dan printer akan melakukan print lagi.
Matikan Printer lalu hidupkan kembali dengan cara Normal.
Sampai disini jika semuanya berjalan lancar, Printer akan sudah ter reset ulang dan sudah kembali Normal.
sumber : http://timonadiyoso.blogspot.com/2012/02/download-resetter-dan-cara-reset-canon.html
 

Kebesaran Allah Swt (Kisah Mualaf Cilik tanpa Guru dari Amerika)

"Rasulullah saw bersabda: "Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.." (HR. Bukhari)

Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas. Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M.. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat. Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi.

Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.

Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar" i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan.

Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan bacaan- bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad "Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah yang dia cintai sejak masih kecil.

Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu, "Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran ?"

Wartawan itu berkata: "Tidak;. Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.

Bocah itu kembali berkata , "Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian ?". Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan. "Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji ? Apakah engkau telah menunaikan "umrah ? Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram ?
Apakah pakaian ihram tersebut mahal ? Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja ? Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami ?"

Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan- kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat. Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, "Terkadang aku kehilangan sebagian sholat karena ketidaktahuanku tentang waktu-waktu sholat."

Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, "Apa yang membuatmu tertarik pada Islam ? Mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja ?" Dia diam sesaat kemudian menjawab.

Bocah itu diam sesaat dan kemudian menjawab, "Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku;.

Wartawab bertanya kembali, "Apakah engkau telah puasa Ramadhan ?"

Muhammad tersenyum sambil menjawab, "Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari- hari pertama" . Kemudian dia meneruskan : "Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut" .

"Apakah cita-citamu ?" tanya wartawan

Dengan cepat Muhammad menjawab, "Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad" .

"Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut ?" tanya wartawan lagi.

Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata : "Sesungguhnya gambar Ka"bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekaranghanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain" .

Tampaklah senyuman di wajah Muhammad "Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka"bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.

Kemudian Muhammad meneruskan, "Sesungguhny aaku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar."

Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, "Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini."

"Apakah cita-citamu yang lain ?" tanya wartawan.

"Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka." jawab Muhammad

Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka diapun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.

Muhammad berkata, "Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina."

"Apakah engkau mempunyai cita-cita lain ?" tanya wartawan lagi.

Muhammad menjawab, "Cita- citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran."

"Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam ?" tanya
wartawan Maka dia menjawab dengan meyakinkan : "Tentu"

"Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan ? Bagaimana engkau menghindari daging babi ?"

Muhammad menjawab, "Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya.
Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi."

"Apakah engkau sholat di sekolahan ?"

"Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari" jawab Muhammad

Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan," Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan ?"

Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan. Dan tanpa terasa, air mata mengalir di kedua mata sang wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan

Source: http://ninafkoe.multiply.com/journal/item/269
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. abu-uswah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger