Latest Post

Keutamaan Anak Perempuan


Detik-detik saat kelahiran adalah saat-saat yang sangat menegangkan bagi seorang suami….begitu besar harapan yang telah ia gantungkan bagi anak yang ia nanti-nantikan kehadirannya. Begitu besar kegembiraan yang ia rasakan tatkala terdengar suara sang anak…

Akan tetapi semuanya menjadi berubah…tatkala sang suami mengetahui bahwa anak yang ia nanti-nantikan ternyata perempuan. Jadilah wajah yang tadi riang menjadi mengkerut…, nampak kegembiraan yang terkeruhkan dengan kemasaman dan kekesalan…, meskipun sang suami berusaha untuk meredamnya !!!

Yang sangat disayangkan ternyata masih ada saja kondisi para suami yang seperti ini.


Konsekuensi-Konsekuensi Buruk dari Kebencian Terhadap Anak Perempuan

Kebencian atau ketidaksukaan terhadap anak perempuan menimbulkan konsekuensi-konsekuensi buruk, diantaranya :

Pertama : Sikap ini merupakan bentuk protes kepada taqdir Allah.

Kedua : Anak adalah pemberian/anugerah dari Allah, maka sikap seperti ini merupakan bentuk penolakan kepada pemberian Allah

Allah berfirman :

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ (٤٩)أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ (٥٠)

"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki,
Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha Kuasa" (QS Asy-Syuuroo : 49-50)

Bahkan sebagian Ahli Tafsir menyebutkan bahwa dalam ayat ini Allah mendahulukan penyebutan anak-anak perempuan sebelum anak-anak laki-laki dengan tujuan :

-         Untuk menenangkan hati ayah-ayah anak-anak perempuan tersebut, karena mendahulukan penyebutan anak-anak perempuan dari pada anak-anak laki-laki adalah tasyriif (pemuliaan) kepada anak-anak perempuan

-         Untuk mencela orang-orang jahiliyah yang telah merendahkan derajat anak-anak perempuan, bahkan hingga menguburkan mereka hidup-hidup (lihat : Fathul Qodiir 4/774, Tafsiir Ruuhul Bayaan, 8/262 dan Tafsiir Al-Muniir li Az-Zuhaili 25/101)


Ketiga : Pada sikap sang suami ini ada penghinaan terselubung kepada sang istri dan pemaksaan kepada sang istri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuannya.

Seakan-akan para perempuanlah yang telah bersalah 100 persen tatkala tidak bisa melahirkan anak laki-laki.

Disebutkan bahwasanya ada seorang Arab yang menghajr (meninggalkan) istrinya hanya karena istrinya melahirkan anak perempuan. Maka sang istripun berkata :

مَا لِأَبِي حَمْزَةَ لاَ يَأْتِينَا

Kenapa (suamiku) Abu Hamzah tidak mendatangiku…??

يَظَلُّ فِي الْبَيْتِ الَّذِي يَلِينَا

Ia senantiasa berada di rumah yang lain (rumah istri Abu Hamzah yang lain)…

غَضْبَانَ أَلاَّ نَلِدَ الْبَنِينَا

Ia marah karena aku tidak bisa melahirkan anak-anak laki-laki

تَاللَّهِ مَا ذَلِكَ فِي أَيْدِينَا

Demi Allah…perkaranya bukanlah dibawah kekuasaan kami (para istri)

فَنَحْنُ كَالأَرْضِ لِزَارِعِينَا

Kami ini ibarat tanah untuk ditanami oleh para penanam kami

نُنْبِتُ مَا قَدْ زَرَعُوهُ فِينَا

Kami hanya menumbuhkan apa yang ditanam oleh mereka pada kami…


(lihat Tafsiir Al-Qurthubi 16/70, Ruuh Al-Ma'aani 25/70 akan tetapi dengan lafal syair yang sedikit berbeda)
Keempat : Sikap ini menunjukkan kebodohan dan rendahnya akal sang suami

Bagaimana seorang suami yang seperti ini tidak dikatakan bodoh jika ia memaksakan perkara yang diluar kuasa istrinya sama sekali. Bahkan bukankah anak perempuan tersebut adalah hasil tanamannya??, dialah yang menanam…lantas ia tidak menerima hasil tanamannya !!!


Kelima : Sikap seperti ini adalah bentuk meniru-niru adat jahiliyah

Allah berfirman :

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالأنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ (٥٨)يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

"Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan Dia sangat marah. Ia Menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah Dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) ?. ketahuilah, Alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu" (QS An-Nahl : 58-59)

Merupakan perkara yang sangat menyedihkan dan memilukan adalah adanya sebagian suami yang sampai mengancam istrinya dengan berkata, "Jika kamu tidak bisa melahirkan anak lelaki maka kamu akan saya ceraikan !!!"

Jadilah sang perempuan tatkala hamil penuh dengan kecemasan….bahkan penuh dengan ketakutan…jika ternyata ia melahirkan anak perempuan lagi maka akan sirnalah kebahagiaan yang selama ini ia dambakan bersama suaminya.  

Di zaman sekarang ini sering pula perubahan sikap suami telah dirasakan oleh sang istri jauh sebelum kelahiran, yaitu tatkala jenis kelamin janin telah diketahui jauh sebelum waktu kelahiran dengan menggunakan USG. Jika setelah melewati proses USG nampak janin berkelamin laki-laki maka sungguh bergembira sang suami. Akan tetapi yang jadi masalah jika USG menunjukkan bahwa jenis kelamin sang janin adalah perempuan…maka akan berubahlah reaksi dan sikap sang suami. Perhatiannya terhadap sang istri menjadi kurang…kebutuhan sang istri kurang terpenuhi…kebutuhan persiapan kelahiran pun kurang diperhatikan. Inilah sisa-sisa dari adat jahiliyah yang masih ada di umat ini…


Islam Memuliakan Anak-Anak Perempuan

Islam datang mengangkat kedudukan para perempuan. Islam memerangi adat jahiliyah yang merendahkan anak-anak perempuan.

Pemuliaan anak-anak perempuan nampak dari poin-poin berikut :

Pertama : Anak-anak perempuan merekalah yang kelak akan menjadi ibu atau bibi atau saudari perempuan.

Dan sangatlah jelas bagaimana perhatian Islam dan pemuliaan Islam kepada seorang ibu, seorang bibi, dan seorang saudara perempuan.

Kedua : Sebagaimana telah lalu (dalam QS Asy-Syuuroo : 49-50) bahwasanya Allah menyatakan bahwa anak-anak perempuan adalah pemberian (anugerah) dari Allah

Ketiga : Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan dalam hadits-haditsnya akan keutamaan memelihara, mendidik, dan menyayangi anak-anak perempuan. Bahkan keutamaan yang sangat besar…

Siapakah diantara kita yang tidak ingin terhijab/terhalangi dari Api neraka…??

Siapakah diantara kita yang tidak ingin dikumpulkan bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di padang mashyar kelak…, hari yang sangat menakutkan…??

Siapakah diantara kita yang ingin wajib baginya untuk masuk surga…?? Bahkan di surga dekat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam??

Semua ini bisa anda raih dengan kesabaran dalam mendidik putri-putri kita.

Aisyah radhiallahu 'anhaa berkata:

دَخَلَتْ امْرَأَةٌ مَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا تَسْأَلُ فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِي شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ فَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ

Seorang ibu bersama dua putrinya menemuiku meminta makanan, akan tetapi ia tidak mendapati sedikit makananpun yang ada padaku kecuali sebutir kurma. Maka akupun memberikan kurma tersebut kepadanya, lalu ia membagi sebutir kurma tersebut untuk kedua putrinya, dan ia tidak makan kurma itu sedikitpun. Setelah itu ibu itu berdiri dan pergi keluar. Lalu masuklah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka akupun mengabarkannya tentang ini, maka Nabi bersabda :

مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ

"Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuan lalu ia berbuat baik kepada mereka maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka" (HR Al-Bukhari no 1418 dan Muslim no 2629)

Dalam riwayat yang lain Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda;

إنَّ اللَّهَ قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الْجَنَّةَ أَوْ أَعْتَقَهَا بِهَا مِنْ النَّارِ

"Sesungguhnya Allah telah mewajibkan surga bagi sang ibu atau Allah telah membebaskannya dari api neraka" (HR Muslim no 2630)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda :

مَنْ كَانَ لَهُ ثَلاَثَةُ بَنَاتٍ فَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ وَأَطْعَمَهُنَّ وَسَقَاهُنَّ وَكَسَاهُنَّ مِنْ جِدَتِهِ كُنَّ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Barangsiapa yang memiliki tiga anak perempuan lalu ia bersabar atas mereka, dan memberi makan mereka, memberi minum, serta memberi pakaian kepada mereka dari kecukupannya, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka pada hari kiamat" (HR Ibnu Maajah no 3669 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 294)

Dari Anas bin Malik radhiallahu 'anhu bahwasanya Nabi bersabda

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ

"Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku" (Anas bin Malik berkata : Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau) (HR Muslim no 2631)

Dalam riwayat yang lain :

دَخَلْتُ أَنَا وَهُوَ الْجَنَّةَ كَهَاتَيْنِ - وَأَشَارَ بِأُصْبُعَيْهِ

"Aku dan dia di surga seperti dua jari ini"
(dan beliau mengisyaratkan dengan dua jari jemari beliau) (HR At-Thirmidzi no : 1914 dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Dari Jabir radhiallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ كَانَ لَهُ ثَلاَثُ بَنَاتٍ يُؤْوِيْهِنَّ وَيَكْفِيْهِنَّ وَيَرْحَمُهُنَّ فَقَدْ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةَ الْبَتَّةَ . فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ بَعْضِ الْقَوْمِ : وَثِنْتَيْنِ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ : وَثِنْتَيْنِ ] . وَزَادَ فِي رِوَايَةٍ : حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّ إِنْسَانًا ( لَوْ ) قَالَ : وَاحِدَةً ؟ لَقَالَ : وَاحِدَةً

"Barangsiapa yang memiliki tiga anak perempuan, ia mengayomi mereka, mencukupi mereka, dan menyayangi mereka maka tentu telah wajib baginya surga". Maka ada salah seorang dari kaum berkata, "Kalau dua anak perempuan Ya Rasulullah?". Nabi berkata, "Dua anak perempuan juga"

Dalam riwayat lain ada tambahan, "Sampai-sampai kami menyangka kalau ada orang yang berkata, "Kalau satu anak perempuan?", maka tentu Nabi akan berkata, "Satu anak perempuan juga". (Dihasankan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 1027)

Sungguh agama Islam adalah agama yang memuliakan anak-anak perempuan !!!, bahkan memuliakan orang-orang yang memuliakan mereka dengan ganjaran yang besar di akhirat kelak !!!.


Akan Tetapi Ingatlah Para Ayah…Anak-Anak Perempuan Adalah Ujian dari Allah !!


Al-Qurthubi rahimahullah mengomentari sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ (Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan…) dengan berkata :

فَفِي هَذَا الْحَدِيثِ مَا يَدُلُّ عَلَى أَنَّ الْبَنَاتِ بَلِيَّةٌ، ثُمَّ أَخْبَرَ أَنَّ فِي الصَّبْرِ عَلَيْهِنَّ وَالْإِحْسَانِ إِلَيْهِنَّ مَا يَقِي مِنَ النَّارِ

"Dalam hadits ini dalil bahwa anak-anak perempuan adalah ujian. Kemudian Nabi mengabarkan bahwa pada sikap sabar terhadap anak-anak perempuan dan berbuat baik kepada mereka terdapat pencegahan dari api neraka" (Tafsiir Al-Qurthubi (10/118) dari surat An-Nahl ayat 59)

Memang merawat anak-anak perempuan hingga dewasa membutuhkan ekstra kesabaran, terlebih lagi di zaman kita yang penuh dengan fitnah dan syahwat. Merawat mereka sejak kecil dibutuhkan kesabaran, terlebih lagi jika mereka telah dewasa…bukan hanya kesabaran akan tetapi perlu ditambah dengan kehati-hatian mengingat pergaulan muda-mudi yang kian bertambah parahnya.

Hanya sekedar memiliki anak-anak perempuan tidaklah mendatangkan kemuliaan dan kebaikan bagi sang ayah… akan tetapi keutamaan-keutamaan di atas hanya bisa diperoleh bagi seorang ayah yang mengayomi, mencukupkan, dan menyayangi anak-anak perempuan mereka serta bersabar dalam menjalankan itu semua, sebagaimana telah jelas dalam lafal hadits-hadits di atas.


KARENANYA…


Janganlah bersedih jika anda mendapatkan anak perempuan…sesungguhnya itu adalah anugerah dan pilihan Allah untukmu. Ingatlah Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam memiliki 4 orang putri.

Bahkan jadikanlah putri-putrimu sebagai sarana dan kesempatan bagimu untuk meraih surga… agar engkau bisa bersanding dekat dengan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Ingatlah seluruh kesabaranmu…kasih sayangmu kepada putri-putrimu sangat bernilai di sisi Allah..maka janganlah kau remehkan senyuman dan pelukanmu kepada putri-putrimu.

Didiklah mereka sejak kecil…Tanamkanlah rasa malu dalam diri mereka…sesungguhnya rasa malu itu adalah perhiasan mereka…itulah nilai keperempuanan mereka.

Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 01-03-1433 H / 23 Januari 2011 M
Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
www.firanda.com

sumber : http://www.firanda.com/index.php/artikel/keluarga/248-keutamaan-anak-perempuan
 

FAEDAH ISTIGFAR DAN TAUBAT



istighfar"Ibnu Shubayh berkata :

شَكَا رَجُلٌ إِلَى الْحَسَنِ الْجُدُوبَةَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا آخَرُ إِلَيْهِ الْفَقْرَ فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَقَالَ لَهُ آخَرُ. ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَرْزُقَنِي وَلَدًا، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. وَشَكَا إِلَيْهِ آخَرُ جَفَافَ بُسْتَانِهِ، فَقَالَ لَهُ: اسْتَغْفِرِ اللَّهَ. فَقُلْنَا لَهُ فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: مَا قُلْتُ مِنْ عِنْدِي شَيْئًا، إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ فِي سُورَةِ" نُوحٍ": اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كانَ غَفَّاراً. يُرْسِلِ السَّماءَ عَلَيْكُمْ مِدْراراً.

"Ada seorang lelaki mengeluhkan kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang musim kering, maka Al-Hasan berkata kepadanya, "Beristighfarlah !". Lalu ada lelaki yang lain mengeluhkan kepadanya tentang kemiskinannya. Maka Al-Hasan berkata, "Beristighfarlah !". Lalu datang lelaki yang lain seraya berkata, "Doakanlah untukku agar Allah menganugerahkan bagiku anak". Maka Al-Hasan berkata kepadanya, "Beristighfarlah !". Lalu datang lelaki yang lain yang mengeluhkan akan kebunnya yang kering. Maka Al-Hasan berkata kepadanya. "Beristighfarlah !".

Kamipun berkata kepadanya tentang jawabannya tersebut, maka Al-Hasan berkata, "Aku sama sekali tidak berpendapat dengan pendapat pribadi, sesungguhnya Allah berfirman dalam surat Nuh :

'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai" (Kisah ini disebutkan oleh AL-Qurthubi dalam tafsirnya pada tafsir surat Nuh, demikian juga An-Nasafi dan Fakhrurroozi dalam tafsir mereka)


Berdosa dan bersalah merupakan sifat yang pasti menyertai manusia. Sebagaimana namanya manusia pasti lapar dan haus, demikian juga manusia pasti berdosa. Bagaimanapun ia berusaha menghindarkan diri dari dosa ia tidak akan mampu....karena berdosa adalah sifat dasar manusia.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

"Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat" (HR Ibnu Maajah no 4241, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani) 

Dalam hadits qudsi, Allah berfirman,
يا عبادي! إنَّكم تُخطئون بالليل والنهار، وأنا أغفرُ الذنوبَ جميعاً، فاستغفروني أغفرْ لكم

"Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian berdosa siang dan malam, dan Aku maha mengampuni dosa, maka mintalah ampunan kepadaKu niscaya Aku akan mengampuni kalian" (HR Muslim)

Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata :

كل إنسان يخطئ، ولا مجال [للبراءة] من الخطأ؛ لأن الله عز وجل حينما خلق ملائكة وخلق بشراً فقد قدر على هؤلاء البشر أن يخطئوا رغم أنوفهم... لا يمكن أن يتخلص، لماذا؟ لأنه إنسان ليس مَلَكاً

"Semua manusia bersalah, ia tidak bisa berlepas diri dari kesalahan, karena Allah tatkala menciptakan malaikat dan menciptakan manusia, maka Allah telah menggariskan terhadap manusia bahwasanya mereka bersalah, bagaimanapun juga…, seorang manusia tidak akan terlepaskan dari dosa, kenapa?, karena ia seorang manusia dan bukan malaikat" (Maussu'ah Al-Albaani fi al-'Aqiidah 2/156)

Allah menciptakan seorang hamba dengan sifat berdosa karena ada maslahat yang sangat Allah cintai, yaitu bertaubatnya dan kembalinya sang hamba kepada Allah.

Sungguh Allah sangat gembira dengan bertaubatnya seorang hamba, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
لله أشد فرحا بتوبة عبده حين يتوب إليه من أحدكم كان على راحلته بأرض فلاة فانفلتت منه وعليها طعامه وشرابه فأيس منها فأتى شجرة فاضطجع في ظلها قد أيس من راحلته فبينا هو كذلك إذا هو بها قائمة عنده فأخذ بخطامها ثم قال من شدة الفرح اللهم أنت عبدي وأنا ربك أخطأ من شدة الفرح
"Sungguh Allah lebih bergembira dengan taubat hambaNya tatkala bertaubat kepadaNya, daripada gembiranya salah seorang dari kalian yang bersama tunggangannya di padang pasir tiba-tiba tunggangannya tersebut hilang, padahal makanan dan minuman (perbekalan safarnya) berada di tunggangannya tersebut. Ia pun telah putus asa dari tunggangannya tersebut, lalu iapun mendatangi sebuah pohon lalu berbaring dibawah pohon tersebut (menunggu ajal menjemputnya-pen). Tatkala ia sedang demikian tiba-tiba tunggangannya muncul kembali dan masih ada perbekalannya, maka iapun segera memegang tali kekang tunggangannya, lalu ia berkata karena sangat gembiranya, "Ya Allah sesungguhnya Engkau adalah hambaku dan aku adalah tuhanmu"

Ia salah berucap karena sangat gembiranya" (HR Muslim 2747)

Bahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menegaskan bahwa memang diantara tujuan penciptaan manusia adalah Allah menjadikan mereka makhluk yg pasti berdosa agar mereka bertaubat, beliau berkata:

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ

"Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, kalau kalian tidak berdosa maka Allah akan menjadikan kalian sirna, lalu Allah akan mendatangkan suatu kaum yg mereka berdosa lalu mereka bertaubat kepada Allah lalu Allah mengampuni mereka" (HR Muslim no 7141)

Karenanya tidaklah mengherankan jika seorang hamba berdosa, akan tetapi jika ia tidak bertaubat maka itulah yang membuatnya tercela dan terpuruk. Namun jika ia kemudian bertaubat dan beristighfar maka mulialah dia....

Berikut ini diantara keutamaan dan faedah bertaubat dan beristighfar:

(1) Orang yg bertaubat meraih kecintaan Allah.

Allah berfirman 

 إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri" (QS Albaqoroh : 222)

(2) Orang yang bertaubat didoakan oleh para malaikat agar diampuni, dilindungi dari adzab neraka dan dimasukan ke dalam surga. Allah berfirman :

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

 (Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,

رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدتَّهُمْ وَمَن صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS Ghoofir : 7-8)

(3) Orang yg bertaubat ditambah rizkinya oleh Allah. Allah berfirman tentang perkataan Nabi Nuuh 'alaihis salam kepada kaumnya:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا

"Aku (Nuuh) katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai" (QS Nuuh : 10-12)

Demikian juga perkataan Nabi Huud 'alaihis salam kepada kaumnya:

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ

"Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." (QS Huud : 52)

(4) Orang yang bertaubat dari kemaksiatan yang dia lakukan maka akan keburukan-keburukannya akan dirubah oleh Allah menjadi kebaikan dan memperberat timbangan kebaikannya pada hari kiamat kelak. Allah berfirman :

إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

"Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS Al-Furqoon : 70)

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

إني لأعلم آخر أهل الجنة دخولا الجنة وآخر أهل النار خروجا منها رجل يؤتى به يوم القيامة فيقال اعرضوا عليه صغار ذنوبه وارفعوا عنه كبارها فتعرض عليه صغار ذنوبه فيقال عملت يوم كذا وكذا كذا وكذا وعملت يوم كذا وكذا كذا وكذا فيقول نعم لا يستطيع أن ينكر وهو مشفق من كبار ذنوبه أن تعرض عليه فيقال له فإن لك مكان كل سيئة حسنة فيقول رب قد عملت أشياء لا أراها ها هنا

"Sesungguhnya aku mengetahui penduduk surga yang paling terakhir masuk surga dan penduduk neraka yang paling terakhir keluar dari neraka. Seorang lelaki yang dihadirkan pada hari kiamat, maka dikatakan : "Paparkanlah kepadanya dosa-dosa kecilnya dan angkatlah (sembunyikanlah dulu) dosa-dosa besarnya !". Maka dipaparkanlah kepadanya dosa-dosa kecilnya, maka dikatakan, "Engkau telah melakukan pada hari itu demikian dan demikian, dan pada hari itu demikian dan demikian". Maka ia berkata, "Benar", ia tidak mampu mengelak, sementara ia khawatir jika dibentangkan kepadanya dosa-dosa besarnya. Maka dikatakan kepadanya, "Sesungguhnya bagi engkau setiap keburukan yang kau lakukan digantikan posisinya dengan kebaikan". Maka ia berkata, "Wahai Robku, sungguh aku telah melakukan dosa-dosa yang lain (yaitu dosa-dosa besar-pen) akan tetapi saya tidak melihatnya dipaparkan kepadaku di sini". (HR Muslim no 190). Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tertawa hingga nampak gigi beliau tatkala meriwayatkan hadits ini.

(5) Taubat bukan hanya menghapuskan dosa-dosa, bahkan merupakan sebab masuk surga

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ يَوْمَ لا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS At-Tahriim : 8)

(6) Taubat merupakan sebab datangnya kemenangan. Allah berfirman :

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung" (QS An-Nuur : 31)

(7) Bertaubat menyebabkan terhalangnya adzab. Allah berfirman

وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

"Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun" (QS Al-Anfaal : 33)



Para pembaca yang budiman, sungguh jika kita merenungkan diri kita…maka sungguh kita sangat sadar bahwa dosa yang kita lakukan sangat banyak dan bervariasi….dan pasti tercatat di sisi Allah

Sementara amalan sholeh yang kita lakukan sangatlah sedikit… itupun entah diterima atau tidak…

Sungguh diantara karunia yang Allah berikan kepada kita adalah Allah mensyari'atkan ibadah yang sangat agung dan mudah…yaitu bertaubat dan beristighfar. Ibadah yang sangat kita andalkan dan kita harapkan bisa menghapus dosa-dosa kita yang telah bertumpuk-tumpuk. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam

طُوْبَى ِلمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيْفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيْرًا.

"Sungguh beruntung seseorang yang mendapati pada catatan amalnya istighfar yang banyak" (HR Ibnu Maajah no 3818, dan dishahihkan oleh syaikh Al-Albani rahimahullah)

Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 16-04-1434 H / 26 Februari 2013 M
Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja
www.firanda.com


sumber : http://www.firanda.com/index.php/artikel/lain-lain/388-faedah-istigfar-dan-taubat
 

MENANGIS SAAT MEMBACA ALQURAN

Oleh : Ustadz Fariq Gasim Anuz

Muhammad bin Al-Munkadir rahimahullah (wafat 130 H), ketika sedang shalat malam, beliau menangis dengan keras sampai beliau pingsan. Ketika beliau sadar, keluarganya bertanya, “Apa yang menyebabkanmu menangis?” Beliau tidak menjawab dan tetap menangis.

Kemudian keluarganya mengirim utusan kepada Abu Hazim rahimahullah (wafat 135 H) untuk menanyakannya. Abu Hazim datang dan mendapati beliau sedang menangis. Abu Hazim bertanya kepadanya, “Wahai saudaraku, apa yang menyebabkanmu menangis? Sungguh engkau telah membuat keluargamu khawatir?” Muhamamd bin Al-Munkadir menjawab,“Aku membaca sebuah ayat dari al-Qur’an.” Abu Hazim bertanya lagi, “Ayat apakah itu?” Muhammad bin Al-Munkadir menjawab,“Firman Allah Azza wa Jalla (yang artinya),

“Dan sekiranya orang-orang yang zalim mempunyai apa yang ada di bumi semuanya dan (ada pula) sebanyak itu besertanya, niscaya mereka akan menebus dirinya dengan itu dari siksa yang buruk pada hari kiamat. Dan nampaklah bagi mereka adzab dari Allah yang dahulu tidak pernah mereka perkirakan.” (QS az-Zumar: 47)

Abu Hazim menangis juga dan tangisan mereka berdua semakin keras. Keluarga Ibnu Al-Munkadir berkata kepada Abu Hazim, “Kami membawamu agar menghentikan tangisannya, tetapi engkau justru malah menambahnya menangis.” Abu Hazim menceritakan kepada mereka apa yang menyebabkan beliau berdua menangis.” (Sumber: Mukhtashar "Hilyatul Auliya" juz 2 halaman 367)

Kisah di atas merupakan petikan khutbah Jumat yang disampaikan oleh Syaikh Syakir Al Hudzaifi di sebuah masjid di Jeddah. Semoga Allah melembutkan hati kami yang keras dan gersang agar dapat menangis saat membaca Al Quran dan mengamalkannya.

Setelah selesai melaksanakan shalat Jumat, saya kembali ke kantor Jeddah Da'wah Center di kota Jeddah. Saya membaca tulisan ahli ilmu tentang biografi Muhammad bin Munkadir dan renungan beserta tafsir ayat di atas. Berikut ini intisarinya:

Muhammad bin Al Munkadir terus ingat dan takut akan ayat ini sampai akhir hayatnya. Saat menjelang sakaratul maut, Muhammad bin Munkadir merasa takut. Ketika ditanya apa yang menjadi penyebab takutnya. Beliau menjawab satu ayat dalam Al Quran dan menyebutkan ayat ke 47 di surat Az Zumar.

Imam Malik bin Anas rahimahullah berkata, "Muhammad bin Munkadir adalah tokoh ahli qira'at. Hampir setiap orang yang menanyakannya sebuah hadits, beliau menangis." Imam Sufyan Ibnu Uyainah berkata, "Beliau bibit kejujuran, orang-orang yang saleh selalu berkumpul dengannya". Imam Dzahabi berkata, "Ulama sepakat bahwa beliau orang yang tsiqah dan menonjol dalam ilmu dan amal."

Menyekutukan Allah merupakan kezaliman yang sangat besar. Ketika seseorang menganggap ada kekuatan lain yang lebih kuat dari Allah, maka ia akan tunduk dan menjadi budaknya. Ia jatuh ke dalam kesyirikan karena ia taat dan menganggap kekuatan lain itulah yang dapat memberinya manfaat dan menghindarkannya dari segala kerugian.

Ketika Anda menzalimi pihak lain, pada hakikatnya Anda telah menzalimi diri sendiri. Orang zalim bukanlah orang yang cerdas karena dia lupa bahwa orang yang dizalimi memiliki Allah yang akan membalas, cepat atau lambat, di dunia sebelum di akhirat!

Manusia siap menebus dan membayar ratusan juta atau bahkan miliaran rupiah agar ia dapat sembuh dari penyakit ginjal, jantung, kangker dan lainnya. Di akhirat manusia ingin menebus dengan dua kali lipat dari semua kekayaan yang ada di dunia agar ia terhindar dari siksa neraka! Ini menunjukkan siksa yang sangat pedih di mana manusia tidak tahan menerimanya. Semoga Allah melindungi kita dari siksa neraka.

Dr. Muhammad Ratib An Nabulsi mengatakan, "Seorang meyakini suatu ideologi atau keyakinan yang ia bela dan perjuangkan selama lima puluh tahun misalnya, kemudian suatu saat ia menyadari bahwa itu ideologi batil, ia terguncang jiwanya". Orang-orang yang zalim akan terguncang di hari kiamat! Ya Allah, jadikan kami sebagai orang-orang yang takut kepada-Mu.

Imam Mujahid (wafat 101 H) berkata tentang tafsir surat Az Zumar 47, "Mereka melakukan amalan yang mereka anggap baik, ternyata amal buruk".

Al Khathib Al Baghdadi meriwayatkan dari Fudhail bin Iyadh bahwa beliau menyebutkan tafsir ayat ini, "Mereka membawa amal-amal yang mereka sangka sebagai amal saleh tapi ternyata amal-amal keburukan". Ketika ucapan Fudhail ini disampaikan kepada Yahya bin Ma'in, maka beliau menangis. Semoga Allah melembutkan hati kami yang keras dan kaku, semoga Allah menjadikan kami sebagai orang-orang yang tersentuh dengan ayat-ayat Al Quran, menangis ketika membacanya dan semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk dapat mengamalkan dan mendakwahkannya, amin.

Mungkin ketika kita membaca tulisan ini, terpikir oleh kita orang-orang lain yang kita anggap sesat tapi mereka meyakini bahwa mereka berada dalam kebenaran, bagaimana keadaan mereka di hari kiamat? Pasti mereka terguncang dan kaget ketika mendapatkan bahwa amal-amal yang mereka lakukan di dunia ditolak oleh Allah bahkan dikatagorikan sebagai amal-amal buruk! Setelah itu didatangkan azab untuk mereka, dan mereka tidak menyangka sama sekali akan mendapatkan azab yang pedih. Sekiranya mereka memiliki harta seisi dunia dua kali lipat mereka akan tebus dengan semuanya agar mereka bisa terhindar dari azab Allah! Tidakkah kita merenung sebentar, bagaimana jika kita yang mengalami hal tersebut? Apakah tidak mungkin? Sangat mungkin sekali! Kenapa tidak? Tidakkah kita ingat firman Allah Ta'ala (yang artinya),

"Katakanlah (Muhammad), "Apakah perlu kami beritahukan kepada kalian tentang orang yang paling rugi perbuatannya?" (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya."(QS Al Kahfi: 103-104)

"Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka jangan engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."(QS Faathir: 8)

Sulaiman At Taimi takut akan ayat ini. Dikatakan kepadanya, "Anda takut? Anda takut? Anda kan tidak sama dengan orang-orang lain?” Beliau menjawab, "Tidak! Janganlah kalian berkata demikian! Saya tidak tahu apa yang nampak bagi saya dari Allah? Tidakkah kalian mendengar firman Allah (yang artinya), "Dan nampaklah bagi mereka adzab dari Allah yang dahulu tidak pernah mereka perkirakan.”

Sulaiman At Taimi adalah Imam di masjid jami' di Bashrah. Beliau banyak menghabiskan waktu malamnya untuk shalat malam, membaca Al Quran, beristighfar, berdzikir dan berdoa.

Dr Muhammad Ied Kuraim berkata, "Rahmat-Mu ya Allah, rahmat-Mu ya Allah, turunkanlah untuk kami. Kami yang selalu bermaksiat kepadamu siang dan malam, kemudian kami mengatakan Allah akan mengampuni kami. Jika kami mendengar ayat Al Quran tentang azab kami tidak menangis, tidak merinding dan tidak ada rasa takut!"

Imam Assuddi (127 H) berkata tentang tafsir surat Az Zumar ayat 47, "Mereka melakukan amal buruk dan berharap bertaubat kemudian kematian datang terlebih dahulu sebelum bertaubat. Atau mereka menganggap Allah akan mengampuninya meskipun tidak bertaubat dengan amal saleh yang akan menghapus dosanya atau dengan syafaat, ternyata Allah tidak ampuni dosa mereka".

Imam Sufyan Ats Tsauri (wafat 161 H) mengatakan, "Kecelakaan dan kebinasaan untuk orang-orang yang riya, ayat ini untuk mereka!"

Syaikh Muhammad Amin Syinqithi rahimahullah menyebutkan ayat-ayat yang semakna dengan ayat di surat Az Zumar 47,

"Di tempat itu (Padang Mahsyar), setiap jiwa merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya (dahulu) dan mereka dikembalikan kepada Allah, pelindung mereka yang sebenarnya, dan lenyaplah dari mereka (pelindung palsu) yang mereka ada-adakan." (QS Yunus: 30)

"Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya." (QS Al Qiyamah: 13)

"Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, (maka) setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(nya)." (QS Al Infithar: 4-5)

Dinukil dari buku "MENGASAH HATI" halaman 31-45

Penerbit: Ajib Publishing

sumber : http://www.firanda.com/index.php/artikel/wejangan/643-menangis-saat-membaca-alquran
 

Download: Al-Quran Digital AYAT plus Tajwid, Terjemah, Murottal

AYAT, adalah sebuah al-Qur’an digital versi desktop dari King Saud University (KSU), yang memberikan semua fitur versi online al-Quran Digital tanpa membutuhkan koneksi internet. Anda bisa membaca al-Quran beserta murottal pilihan oleh para qori, serta adanya terjemahan dari berbagai bahasa seperti english, perancis, italia, termasuk Indonesia dan lain-lain. Silahkan download link dibawah kemudian instalasi dalam laptop atau komputer Anda.
tampilan AYAT al-Quran Digital
1. Versi Standar (101 MB): Image mushaf, Terjemahan (lebih dari 20 bahasa), dan Tafsir (As-Sa’di, Ibnu Katsir, al-Baghawi, al-Qurthubi, at-Thobari tersaji dalam bhs Arab). DOWNLOAD
2. Paket Image Tajwid (61 MB): Memudahkan membaca sesuai tajwid karena adanya perbedaan warnanya dalam mushaf, DOWNLOAD.
3. Paket Murottal oleh Syaikh Muhammad Ayyub (recommended murottal bagi yang masih belajar membaca al-Quran, karena kejelasan beliau dalam makhorijul huruf dan tempo yang tidak cepat)
Demikian link download yang minimal Anda miliki dan install di komputer atau laptop, dengan adanya ketiga paket diatas Anda sudah bisa menikmati al-Quran digital dengan terjemah, tampilan tajwid dengan warna berbeda, serta murottal Syaikh Muhammad Ayyub dengan sekali klik di ayat tertentu dalam mushaf. 
Untuk mendownload fitur lain misalnya audio terjemahan dalam bahasa inggris, atau murottal qori’ lainnya seperti Syaikh Mishari Rashid, Syaikh Ali Huthaify, Syaikh as-Sudais, as-Shuraim, Sa’ad Ghamidi, dll, atau ingin mendownload paket bundel silahkan menuju link sumber berikut:
Link program, bundel, dan untuk OS linux dan Mac
Link paket-paket/ tambahan fitur
Untuk tampilan dan keterangan versi mushaf Tajwid memang kurang jelas, diharapkan dan ditekankan sekali lagi untuk tetap belajar kepada guru agar bisa disimak bacaannya dan memperdalam ilmu tajwid secara langsung. Baarokallahufiykum
DESKRIPSI INSTALASI
tes
Install software ayat….paling update ayat 1.2.2
tes
proses instalasi
tes
Install sampai selesai
te
ekstraks paket standard ayat
ayat5
Ekstrak selesai
ayat6
mulailah meng-ekstrak paket-paket satu per satu: audio murottal, images tajwid, dll
g
Ekstrak paket-paket berhasil
Capture
tampilan al-quran digital ayat….klik untuk lihat lebih besar
download2
tampilan yang akan muncul jika paket belum ter-ekstrak
s
tampilan yang akan muncul jika paket pilihan audio murottal setiap qori belum terekstrak

 

Cara Jitu Mengatasi Kemandulan (Syar’i)

Cara Jitu Mengatasi Kemandulan (Syar’i)
Memiliki anak adalah salahsatu keinginan terbesar dari pasangan suami istri. Tapi adakalanya, keinginan itu tinggal harapan. Atau ternyata Allah SWT belum memberikan amanah tersebut.

Berikut ini adalah cara mengatasi kemandulan secara syar’i, menurut seorang dokter thibbun nabawi:
Dalil dari Al Qur’an
Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam berkata,
رَبِّهَبْلِيمِنَالصَّالِحِينَ
” Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh”. (QS. Ash Shaffaat: 100). Ini adalah do’a yang bisa dipanjatkan untuk meminta keturunan, terutama keturunan yang sholeh yaitu yang bisa membantu seseorang semakin taat pada Allah.
Nabi Zakariya ‘alaihis salaam berdo’a,
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
(Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mengdengar doa) (QS. Ali Imron: 38). Maksud do’a ini kata Ibnu Katsir rahimahullah, “Ya Rabb anugerahkanlah padaku dari sisi-Mu keturunan yang thoyyib yaitu anak yang sholeh. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar do’a.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3/54)
Ibadurrahman (hamba Allah Yang Maha Pengasih) berdo’a,

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al Furqon: 74)

Do’a yang juga berisi permintaan kebaikan pada anak dan keturunan
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri (QS. Al Ahqof: 15)

Adapun dalil dari Sunnah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendo’akan anak Ummu Sulaim, yaitu Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma dengan do’a,
اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ
Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, serta berkahilah apa yang engkau karuniakan padanya.” (HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480). Dari sini seseorang bisa berdo’a untuk meminta banyak keturunan yang sholeh pada Allah,
اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي
Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii“ (Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri).”
Maka berdoalah dengan do’a-do’a diatas.

Dalil tentang Istighfar :
ALLAH Ta’ala berfirman dalam kisah Nabi Nuh a.s:
“فَقُلْتُاسْتَغْفِرُوارَبَّكُمْإِنَّهُكَانَغَفَّاراً . يُرْسِلِالسَّمَاءعَلَيْكُممِّدْرَاراً . وَيُمْدِدْكُمْبِأَمْوَالٍوَبَنِينَوَيَجْعَللَّكُمْجَنَّاتٍوَيَجْعَللَّكُمْأَنْهَاراً”
Artinya: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu” (QS. Nuh: 10-12)

Ayat di atas menjelaskan bahwa di antara buah istighfar: turunnya hujan, lancarnya rizki, banyaknya keturunan, suburnya kebun serta mengalirnya sungai.

Dalam Tafsir al-Qurthubi, disebutkan bahwa suatu hari ada orang yang mengadu kepada Al Hasan Al Bashri tentang lamanya paceklik, maka beliaupun berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”. Kemudian datang lagi orang yang mengadu tentang kemiskinan, beliaupun memberi solusi, “Beristighfarlah kepada Allah”. Terakhir ada yang meminta agar didoakan punya anak, Al Hasan menimpali, “Beristighfarlah kepada Allah”.
Ar Rabi’ bin Shabih yang kebetulan hadir di situ bertanya, “Kenapa engkau menyuruh mereka semua untuk beristighfar?”.

Maka Al Hasan Al Bashri pun menjawab, “Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Namun sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh: “Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu”.

Adapun dalil dari Sunnah Rasul shallallahu’alaihi wasallam yang menunjukkan bahwa memperbanyak istighfar merupakan salah satu kunci rizki, suatu hadits yang berbunyi:

“فَقُلْتُاسْتَغْفِرُوارَبَّكُمْإِنَّهُكَانَغَفَّاراً . يُرْسِلِالسَّمَاءعَلَيْكُممِّدْرَاراً . وَيُمْدِدْكُمْبِأَمْوَالٍوَبَنِينَوَيَجْعَللَّكُمْجَنَّاتٍوَيَجْعَللَّكُمْأَنْهَاراً”
“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”  (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir).
Dan, sungguh kita ketahui anak adalah bagian dari rizqi itu sendiri.
Maka  mari kita perbanyak istighfar dalam setiap kesempatan, kapan dan di manapun di waktu-waktu kosong saat bekerja, saat dijalan dan lain sebagainya. Dan, tunggulah hasilnya. Baarakallaahu fiikum
Semoga Allah menganugerahkan pada kita sekalian keturunan yang sholeh dan sholehah, aaamiin Yaa Samii’ud du’aa’.

* dr. Ummu Muhammad Ferihana
 sumber : http://muslimahzone.com/cara-jitu-mengatasi-kemandulan-syari/
 

Diantara Sebab Bandelnya Anak


Kita mungkin heran melihat ada seorang sholeh dan begitu cerdas sekelas Al-Imam Al-Bukhari (Abu Abdillah Muhammad bin Isma'il bin Ibrahim bin Al-Mughiroh bin Bardzibah Al-Bukhari Al-Ju'fi) rahimahullah. Kita sungguh berangan-angan bisa memiliki anak yang sholeh seperti Al-Imam Al-Bukhari dan juga para imam yang lainnya.

Diantara sebab Al-Imam Al-Bukhari menjadi anak yang sholeh adalah karena kesholehan ayah beliau Abul Hasan Isma'il bin Ibarahim.

Ahmad bin Hafsh berkata

دَخَلْتُ عَلَى أَبِي الْحَسَنِ إِسْمَاعِيْلَ بْنَ إِبْرَاهِيْمَ عِنْدَ مَوْتِهِ فَقَالَ: لاَ أَعْلَمُ فِي جَمِيْعِ مَالِي دِرْهَماً مِنْ شُبْهَةٍ

"Aku masuk menemui Abul Hasan Isma'il bin Ibrahim tatkala ia hendak meninggal. Maka beliau berkata, "Aku tidak mengetahui di seluruh hartaku ada satu dirham yang aku peroleh dengan syubhat" (Taariikh At-Tobari 19/239 dan Tobaqoot Asy-Syaafi'iyyah Al-Kubro 2/213)

Setelah sang ayah meninggal dunia maka Al-Imam Al-Bukhari dipelihara dan dirawat oleh sang ibu. Akan tetapi pada hakekatnya Allah-lah yang telah memelihara Al-Imam Al-Bukhari dan memberikan kesholehan kepadanya karena kesholehan ayahnya.

Allah berfirman :

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنْزٌ لَهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَنْ يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ

"Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang Ayahnya adalah seorang yang saleh, Maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu" (QS Al-Kahfi : 82)

Al-Haafiz Ibnu Katsir rahimahullah berkata :

وقد قيل إنه كان الاب السابع وقيل العاشر. وعلى كل تقدير فيه دلالة على أن الرجل الصالح يحفظ في ذريته

"Dikatakan bahwa ayah (yang tersebutkan dalam ayat di atas-pen) adalah ayah/kakek ketujuh, dan dikatakan kakek yang kesepuluh. Dan apapun pendapatnya (kakek ke 7 atau ke 10-pen) maka ayat ini merupakan dalil bahwasanya seseorang yang sholeh akan dijaga keturunannya" (Al-Bidaayah wa An-Nihaayah 1/348)

Lihatlah bagaimana Allah menjaga sampai keturunan yang ketujuh karena kesholehan seseorang.

Sa'iid bin Jubair rahimahullah berkata

إِنِّي لَأَزِيْدُ فِي صَلاَتِي مِنْ أَجْلِ ابْنِي هَذَا

"Sungguh aku menambah sholatku karena putraku ini"

Berkata Hiysaam, "Yaitu karena berharap agar Allah menjaga putranya" (Tahdziibul Kamaal 10/366 dan Hilyatul Awliyaa' 4/279)

Sekarang kita renungkan tentang diri kita sebagai ayah…apakah kita termasuk orang-orang sholeh…?? Banyak ibadah…?, menjaga diri untuk tidak memakan dan membeli dari harta yang syubhat??

Maka janganlah seseorang heran jika mendapati anak-anaknya keras kepala dan bandel…, tidak mau diajak sholat ke masjid…, sulit untuk menghafal al-Qur'an.., tidak mau disuruh ngaji…!!!

Bisa jadi sebabnya adalah dirinya sendiri yang tidak sholeh dan memakan atau menggunakan harta haram…sehingga dampaknya kepada anak-anaknya.

Seorang salaf berkata :

إِنِّي لَأَجِدُ أَثَرَ الْمَعْصِيَةِ فِي أَهْلِي وَدَابَّتِي

"Sungguh aku mendapati dampak buruk maksiat pada keluargaku dan tungganganku"

Akan tetapi memang bisa saja Allah menguji seorang yang sholeh dengan anak-anak yang bandel dan durhaka, sebagaimana yang dialami oleh Nabi Nuuh 'alaihis salaam, demikian juga kisah tentang anak Ibnul Jauzi rahimahullah (baca kembali : "Suara Hati Ibnul Jauzi Kepada Buah Hatinya"). Akan tetapi pada asalnya bahwa jika seorang ayah sholeh maka Allah akan menjaga anak-anaknya. Wallahu a'lam bi As-Showaab.

Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 18-11-1434 H / 24 September 2013 M
Abu Abdil Muhsin Firanda

sumber : http://www.firanda.com/index.php/artikel/keluarga/526-diantara-sebab-bandelnya-anak
 

Model Raport Dalam Kurikulum 2013

Berlakunya Kurikulum 2013 tentunya membawa implikasi terhadap perubahan beberapa dokumen pendukung, seperti format silabus, RPP. Tak terkecuali dengan format buku raport. Perubahan format buku raport berkaitan dengan sistem penilaian dalam kurikulum 2013 yang mengalami penyempurnaan, karena penilaian dilakukan secara menyeluruh dari ranah sikap, pengetahuan dan ketrampilan. Siswa juga diamati tentang prilaku/sikap sehari-hari oleh semua guru.

Sebagai bahan masukan kepada sekolah yang telah menerapkan kurikulum 2013, berikut ini saya sediakan contoh/model buku raport dalam kurikulum 2013.

Untuk mendapatkannya silahkan bapak/ibu klik, link/tautan dibawah ini :

CONTOH MODEL BUKU_RAPOR_SD
PETUNJUK PENGISIAN RAPOR SD
CONTOH MODEL BUKU RAPOR SMP
CONTOH MODEL BUKU RAPOR SMA
CONTOH-MODEL-RAPOR-SMA-TERBARU
CONTOH MODEL RAPOR SMK

Karena berupa contoh/model menurut saya pribadi format tersebut masih bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan/daerah. Jadi kita tidak perlu berdebat panjang tentang format buku raport tersebut karena implementasi pembel;ajaran didalam kelas yang sesuai dengan harapan kurikulum 2013 itu yang lebih penting. Trimakasih, semoga bermanfaat.

sumber : http://goeroendeso.wordpress.com/2013/11/08/model-raport-dalam-kurikulum-2013/
 

[Download] Model Pembelajaran Inovatif dan Menarik

Beberapa hari kemarin di wilayah dinas saya telah dilaksanakan Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Kecamatan. Beberapa peserta mengikuti kegiatan ini dan merupakan perwakilan dari beberapa Gugus Sekolah (GUSLAH). Diantara peserta sempat bertanya apa saja bentuk MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN yang menarik bagi siswa dan juga tadi pagi ada teman dunia maya saya bertanya dan menginginkan MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN sebagai bahan skripsi beliau.
Dan secara kebetulan saya memiliki beberapa contoh MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN dari jiqsaw, pengajaran sinergis,dll. File ini juga saya peroleh dari COPAS saat mengikuti beberapa diklat dan mendapatkan dari beberapa teman.
Berikut filenya yang bisa Anda downoad
Semoga bermanfaat

sumber : http://kangmartho.com/blog/download-model-pembelajaran-inovatif-dan-menarik/
 

Panduan Kurikulum 2013 SD SMP SMA

Tahun pelajaran baru 2013/2014 sudah berjalan beberapa hari, sebagai Guru dan seorang pengajar kita sudah mulai disibukkan dengan berbagai rencana pembelajaran yang akan disampaikan kepada para siswa. Pada tahun pelajaran baru ini ada dua kurikulum yang diberlakukan pemerintah yaitu kurikulum lama KTSP dan Kurikulum terbaru 2013. Tapi untuk kurikulum 2013 tidak semua sekolah pada tahun ini melaksanakannya karena masih dalam tahap uji coba di sekolah yang ditunjuk Pemerintah.


Sekolah kami bukan salah satu yang ditunjuk pemerintah untuk uji coba kurikulum 2013, sebagai seorang Guru saya penasaran seperti apa bentuk ataupun isinya, karena selama ini saya cuma mengetahui kurikulum 2013 ini dari mendengar pembicaraan para Guru dan media televisi tanah air, katanya banyak yang berubah dan ada yang dihapuskan. Awalnya tidak terlalu tertarik untuk mencari tahu mengenai kurikulum ini, karena dalam hati saya nanti pasti setiap sekolah akan mendapat bimbingan cara pelaksanaan kurikulum yang baru ini kalau sudah selesai uji publik dan digunakan serentak disemua sekolah seluruh tanah air.

Sekian lama ketidaktertarikan saya untuk mencari tahu mengenai Kurikulum baru ini  menghilang setelah kemarin teman semasa kuliah Isnaini shaleh memposting mengenai panduan lengkap kurikulum 2013 di jejaring sosial. Langsung saya unduh panduan tersebut kemudian membandingkannya dengan KTSP ternyata perbedaannya sangat mencolok, ada beberapa mata pelajaran yang ditambah jam mengajarnya dan ini menurut saya sangat menguntungkan bagi guru bersertifikasi yang mempunyai kewajiban mengajar 24 jam, dan ada pelajaran yang dihilangkan seperti TIK, ini yang menjadi dilema bagi guru mata pelajaran tersebut, bagaimana nasib mereka yang pelajarannya dihapuskan pada kurikulum 2013 ini? Mungkin pemerintah punya solusi atau opsi lain bagi Guru-Guru tersebut.

Bagi bapak/Ibu Guru yang ingin mempelajari lebih jauh mengenai kurikulum 2013 ini silakan download di link pada akhir tulisan. dan perlu Bapak/Ibu ketahui jangan jadikan acuan ini sebagai satu-satunya panduan atau referensi mengenai kurikulum 2013.
sumber : http://bingka.wordpress.com/2013/07/24/panduan-kurikulum-2013-sd-smp-sma/
 

DOWNLOAD MY SISTER 2012 FULL SOFTWARE ADMINISTRASI SEKOLAH


Free Download SoftwareMy Sister 2012 merupakan aplikasi terpadu administrasi sekolah. Secara keseluruhan My Sister 2012 memiliki fitur-fitur sebagai berikut.
  • Administrasi Guru dan Siswa
  • Administrasi Perpustakaan
  • Administrasi Keuangan Sekolah
  • Administrasi Pembayaran Administrasi
  • Aplikasi Pengolah Nilai
  • Aplikasi Database Sekolah
  • Aplikasi Bimbingan Konseling
  • Aplikasi Absensi Siswa dan Guru
  • Dan Aplikasi Lainnya

Secara keseluruhan software ini sangat bagus untuk mengelola administrasi di sekolah. Software ini merupakan software berbayar, tapi teman-teman dapat mendownload gratis pada link yang telah saya sediakan.

Atau download My Sister 2011 Full DI SINI (11 MB)
Untuk manual book/buku panduan My Sister 2011 bisa download DI SINI 
Semoga Bermanfaat !!!

Keterangan:
Saat download teman-teman akan diarahkan ke adf.ly, tunggu 5 detik, kemudian klik SKIP AD

sumber : http://sauqy85.blogspot.com/2012/04/download-my-sister-2012-full-software.html
 

Aplikasi Raport Siswa (G-RAPORT)

FILE RAPORT DIUPDATE TERAKHIR PADA TANGGAL 14 SEPTEMBER 2013


Besarnya antusias dan kepercayaan para wali kelas dengan kualitas G-Raport membuat kami yakin bahwa G-Raport adalah salah satu Aplikasi Pembuat Raport yang menjanjikan sebuah kemudahan bagi Sekolah. Tidak butuh terlalu banyak waktu dan perhatian dalam menjalankan aplikasi program ini, cukup perhatikan dan baca panduan kerjanya di jamin semua pengguna langsung dapat mengerti.

G-Raport versi 5.0 adalah perbaharuan ke 5 dari G-Raport (Perbaharuan terakhir pada tanggal 14 September 2013). G-Raport memliki beberapa fitur-fitur tambahan yang dibutuhkan oleh wali kelas. Fitur-fitur tersebut diantaranya :
  • wali kelas bisa menambah, menghapus dan mengedit data mata pelajaran, organisasi, dan ekskul.
  • transfer data siswa dari excel untuk mempermudah pengisian data siswa,
  • import nilai dari excel, untuk mempercepat pengisian nilai.
  • gunakan atau tidak nilai merah,
  • tampilkan atau tidak ranking siswa,
  • pengaturan batas ranking/peringkat yang ingin ditampilkan,
  • menggunakan ranking desimal atau ranking romawi,
  • beberapa font laporan,
  • backup data,
  • bisa mencetak raport per siswa atau satu kelas sekaligus, atau atur sesuai keinginan.
  • fitur-fitur tambahan untuk mempermudah pengisian data raport seperti catatan wali kelas, nilai kepribadian siswa,
  • akurasi data lebih terjamin, dan masih banyak fitur-fitur yang dapat mempermudah dalam pembuatan raport,
  • dan masih banyak lagi fitur-fitur yang membantu dalam pembuatan raport siswa.
G-Raport menghasilkan 6 lembar laporan, yaitu : Cover, Data Siswa, Nilai Mata Pelajaran, Ketercapaian KKM, Pengembangan diri, dan Daftar Nilai Siswa (leger).
Untuk tambahan ada juga lembar Laporan Urutan Ranking siswa jika ingin dicetak.
Untuk mencoba Program G-Raport anda bisa download Software Contoh G-Raport dan contoh data backup di link di bawah ini (Ukuran file hanya 2,3 MB) : 

Aplikasi ini sudah digunakan oleh ratusan sekolah di indonesia.
Daftar 20 Sekolah Pertama Pengguna G-RAPORT :


  1. MTs. NURUL HUDA NW GONDANG (NTB)
  2. SMA NEGERI 1 GANGGA (NTB)
  3. SMA NEGERI 1 BAYAN (NTB)
  4. SMP NEGERI 2 BAYAN (NTB)
  5. SMP NEGERI 3 BAYAN (NTB)
  6. MTs HUBBULWATHAN (RIAU)
  7. MADRASAH ALIYAH DARUL ARKAM (MAKASAR - SULAWESI SELATAN)
  8. PONPES SALAFIYAH ULA AL AMIN (PAKET A) (KALIMANTAN TENGAH)
  9. SD KALAM KUDUS (BALI)
  10. SD NEGERI 1 SIDOREJO (KALIMANTAN TENGAH)
  11. SMA KATOLIK SURIA ATAMBUA (NTT)
  12. SMA NEGERI 1 BATU ENGAU (KALIMANTAN TIMUR)
  13. SMA NEGERI 1 BUNYU (KALIMANTAN UTARA)
  14. SMA NEGERI 1 MARANGKAYU (KALIMANTAN TIMUR)
  15. SMA NEGERI 1 PASIR BELENGKONG (KALIMANTAN TIMUR)
  16. SMA NEGERI 2 KUMAI (KALIMANTAN TENGAH)
  17. SMA NEGERI 2 PANDIH BATU (KALIMANTAN TENGAH)
  18. SMA NEGERI 3 KABUPATEN TEBO (JAMBI)
  19. SMA NEGERI 4 BEKASI (JAWA BARAT)
  20. SMA SEKOLAH TUNAS INDONESIA (BINTARO - TANGERANG SELATAN)
  21. dan yang lainnya....
Semoga Membantu.
sumber : http://mustilan.blogspot.com/2011/11/aplikasi-raport-siswa-g-raport.html
 

# LUPA KEMATIAN | Indikasi Kedunguan !!! #

Setiap yang menangis… suatu saat ia akan ditangisi…
Setiap yang meratapi… suatu saat ialah yang akan diratapi…
Akan tetapi kapan..? dan dimana…?

Jika setiap kita tahu kapan dan dimana kita akan meninggal maka perkaranya lebih mudah untuk mempersiapkan diri…akan tetapi….tidak ada yang mengetahui…

Betapa banyak orang yang pagi hari tertawa, di sore hari iapun ditangisi…

Temanku…di malam hari ia menyolatkan bibinya dan menguburkan bibinya di pekuburan Baqi'…ternyata subuhnya ia yang disholatkan dan dikuburkan di Baqi'…

Janganlah sampai kita lupa …
"Kita dilahirkan… untuk menuju kematian…",
"Kita tinggal… untuk meninggal…"

Orang-orang hebat…para penguasa dunia….ternyata hanya tinggal berita dan kenangan…harta dan kekuasaan yang mereka miliki tak kuasa untuk mengkekalkan mereka…

Ibnu Umar berkata :
فأي المؤمنين أكيس قال أكثرهم للموت ذكرا وأحسنهم لما بعده استعدادا أولئك الأكياس
"Wahai Rasulullah orang mukmin mana yang paling cerdas?". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Yang paling banyak mengingat kematian, dan yang paling baik persiapannya untuk akhirat, mereka itulah orang-orang cerdas" (HR Ibnu Maajah no 4249, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani, lihat juga As-Shahihah no 1384)

Benar… dialah mukmin yang cerdas, yang tahu bahwasanya ia tidak tahu kapan meninggalnya dan dimana?, maka iapun selalu mengingat hari perpisahan tersebut…hari tangisan tersebut…, ia tidak tahu apakah ia mendapatkan husnul khotimah ataukan meninggal dalam kondisi bermaksiat..??, ia selalu mempersiapkan diri…ini sungguh orang yang cerdas.

Adapun orang yang dungu adalah orang yang pura-pura lupa bahwa ia tidak tahu kapan meninggal dirinya…lantas ia tidak mempersiapkan dirinya… ia berusaha melupakan hari perpisahan tersebut dengan menghabiskan waktunya untuk menikmati dunia sepuas-puasnya…sungguh ini adalah orang yang dungu…
Namun ia tetap tidak akan bisa lari dari kematian…

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٨)
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, Maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS Al-Jumu'ah )

Anda orang cerdas ataukah orang dungu….? semakin sering mengingat kematian semakin cerdaslah anda, semakin lalai dari kematian semakin dungulah anda…ukurlah kedungan kita masing-masing !!!

By: Ust. Firanda Andirja


 

Mempergauli Manusia dengan Akhlak yang Baik

Ini ditunjukkan oleh sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam,
فَيَقُولُ الْمُؤْمِنُ هَذِهِ هَذِهِ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنْ النَّارِ وَيُدْخَلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ
“…si mukmin berkata, “Inilah yang akan membinasakanku…” Barang siapa yang ingin diselamatkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surga, hendaklah ia mendatangi kematiannya dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhirat dan hendaklah ia berinteraksi dengan manusia (dengan akhlak) yang ia suka diperlakukan dengannya…” (HR. Muslim) [1]

Hendaklah ia bergaul dengan orang lain dengan akhlak yang mulia sebagaimana ia suka dipergauli oleh manusia dengan akhlak yang mulia. Hendaklah ia berlemah lembut kepada orang lain sebagaimana ia suka orang-orang bersikap lemah lembut kepadanya. Hendaklah ia bertutur kata yang sopan kepada orang lain sebagaimana ia suka orang lain bertutur kata yang sopan kepadany dan seterusnya.

Lalu, akhlak mulia apakah yang dibutuhkan oleh manusia yang hidup di akhir zaman ini? Semua akhlak mulia amat baik untuk kehidupan manusia, namun ada beberapa akhlak yang sangat penting kita perhatikan di akhir zaman ini. Perhatikanlah hadis yang disampaikan oleh seorang shahabat yang mulia yang bernama Al Mustaurid Al Qurasyi, ia berkata,

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ تَقُومُ السَّاعَةُ وَالرُّومُ أَكْثَرُ النَّاسِ فَقَالَ لَهُ عَمْرٌو أَبْصِرْ مَا تَقُولُ قَالَ أَقُولُ مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . قَالَ لَئِنْ قُلْتَ ذَلِكَ إِنَّ فِيهِمْ لَخِصَالًا أَرْبَعًا إِنَّهُمْ لَأَحْلَمُ النَّاسِ عِنْدَ فِتْنَةٍ وَأَسْرَعُهُمْ إِفَاقَةً بَعْدَ مُصِيبَةٍ وَأَوْشَكُهُمْ كَرَّةً بَعْدَ فَرَّةٍ وَخَيْرُهُمْ لِمِسْكِينٍ وَيَتِيمٍ وَضَعِيفٍ
“Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hari kiamat terjadi dan kaum Romawi pada waktu itu orang yang paling banyak jumlahnya.” Amru berkata, “Coba tinjau kembali apa yang engkau katakan tadi!” Ia berkata, “Aku menyampaikan apa yang aku dengar dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Amru berkata kepadanya, “Jika engkau berkata demikian, sesungguhnya orang-orang Romawi itu mempunyai empat perangai: Mereka adalah manusia yang paling halim ketika terjadi fitnah, yang paling cepat sadar setelah datangnya musibah, yang paling cepat kembali setelah kalah, yang paling baik kepada anak yatim, orang miskin, dan lemah.” (HR Muslim)[2]

Amru bin Al ‘Ash menyebutkan perangai-perangai yang baik yang ada pada mereka bukan sebagai pemberian loyalitas dan pujian untuk mereka namun beliau hanya menyebutkan sebab-sebab terbesar mengapa mereka menjadi orang yang paling banyak jumlahnya pada saat tegaknya hari kiamat, dan empat perangai ini termasuk akhlak yang diperintahkan oleh Islam, maka kaum musliminlah yang seharusnya paling berhak untuk bersifat dengannya. Dan boleh jadi hadis ini mengabarkan bahwa mereka akan masuk Islam di akhir zaman. Wallahu a’lam.

Bila empat perangai yang indah ini diiringi dengan aqidah yang lurus dan keimanan yang kokoh kepada Allah dan Rasul-Nya pasti akan menimbulkan kekuatan yang dahsyat bagi kaum muslimin, oleh karena itu kita akan sedikit menjelaskan empat perangai ini agar dapat kita amalkan:

  1. a.      Bersifat Halim ketika Terjadi Fitnah
Sifat halim adalah sifat yang dicintai oleh Allah, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Al Asyaj Abdul Qais:
إِنَّ فِيكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ الْحِلْمُ وَالْأَنَاةُ
Sesungguhnya pada dirimu ada dua perangai yang dicintai oleh Allah yaitu Al Hilmu dan Al Anah.” (HR. Muslim)[3]

Syaikh Shalih bin Ghanim As Sadlan berkata menjelaskan hakikat sifat halim: “Definisinya adalah menahan diri ketika emosi meledak, dan sesuatu yang dapat mendorong kita untuk menahan diri adalah sifat kasih sayang kepada orang yang bodoh, dada yang lapang, menjauhi caci maki, dan cita-cita yang tinggi. Maka orang yang mempunyai akal pikiran yang lurus dan keperibadian yang dewasa selayaknya mengimbangi ledakan emosi dengan sifat halim dan sabar sehingga ia akan bahagia mendapatkan akibat yang baik.

Dan sikap manusia berbeda-beda dalam menghadapi peristiwa yang memancing emosi, di antara mereka ada yang mudah emosi dan tergesa-gesa, dan di antara mereka ada yang tenang tidak terpancing keadaan yang amat panas sekalipun. Yang pertama adalah orang yang bodoh dan yang kedua adalah orang yang terjaga dengan kebeningan pikiran dan keperibadian yang kuat, dan itu tidak akan bisa diraih kecuali apabila kedewasaan akal dapat meredam emosi yang liar.
Inilah nasihat-nasihat yang disampaikan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya agar meniti tujuan yang mulia, bahkan fenomena ringannya akal dan sikap tergesa-gesa adalah fenomena yang menyimpang dari bimbingan Alquran..”[4]

  1. b.      Cepat Sadar Setelah Datangnya Musibah
Musibah yang menimpa seorang mukmin membangunkan hatinya yang bercahaya dengan cahaya iman. Ia segera introspeksi diri mempelajari sebab-sebab terjadinya musibah, dan berusaha memperbaiki diri dengan cara kembali kepada Allah dan taubat yang nasuha, karena musibah itu datang akibat ulah manusia:
  وَمَآأَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَن كَثِيرٍ
Dan tidaklah ada musibah yang menimpamu kecuali akibat perbuatan tangan-tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa : 30).

Syaikh Abdurrahman As Sa’di rahimahullah berkata, “Allah mengabarkan bahwa tidaklah Allah menimpakan musibah kepada hamba pada badan, harta dan anak-anak mereka dan pada apa yang mereka cintai kecuali disebabkan oleh perbuatan buruk mereka…”[5]

Perhatikanlah kemudian renungkan ayat ini, di negeri ini berbagai macam musibah datang mendera; tsunami, gempa bumi, banjir bandang, kaum muslimin dibunuhi dan dilecehkan dan berbagai macam musibah lainnya seakan tak henti-henti menerpa, dan Allah tak pernah menzalimi hamba-hamba-Nya sedikit pun namun merekalah yang berbuat zalim. Maka hamba yang hatinya masih ada secercah cahaya kehidupan segera terhentak sadar dan memahami bahwa semua ini adalah sebagai peringatan untuk umat Islam agar segera kembali kepada Allah.

Namun sayang sekali banyak manusia yang telah keras hatinya, tak bermanfaat baginya peringatan dan musibah, bahkan ia semakin berburuk sangka kepada Rabbnya, sampai kapankah wahai kaum muslimin kita terus tenggelam dalam kelalaian?? Apakah sampai adzab Allah datang?!

وَمَامَنَعَ النَّاسَ أَن يُؤْمِنُوا إِذْجَآءَهُمُ الْهُدَى وَيَسْتَغْفِرُوا رَبَّهُمْ إِلآأَن تَأْتِيَهُمْ سُنَّةُ اْلأَوَّلِينَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ قُبُلاً
Dan tidak ada sesuatu yang menghalangi manusia dari beriman ketika petunjuk telah datang kepada mereka dan memohon ampun kepada Rabbnya kecuali keinginan menanti datangnya hukuman Allah yang berlaku pada umat-umat yang dahulu atau datangnya adzab atas mereka dengan nyata.” (QS. Al Kahfi : 55).

  1. c.       Cepat Kembali Setelah Kalah
Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda bagi orang yang berakal dan beriman. Ia adalah pengalaman yang berharga dan pelajaran emas dalam kehidupan. Dahulu di zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kaum muslimin pernah tertimpa kekalahan dalam dua peperangan yaitu Perang Uhud di putaran kedua dan Perang Hunain di putaran pertama, dua kejadian ini Allah abadikan dalam Alquran agar menjadi pelajaran yang berharga bagi mereka bahwa kekalahan itu adalah akibat menyelisihi perintah Allah dan Rasul-Nya.

Pertama: Kisah kekalahan kaum muslimin di perang uhud, apakah sebabnya wahai saudaraku? Sebabnya adalah karena sebagian pasukan pemanah tidak mau menaati perintah Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam agar jangan turun baik dalam keadaan menang maupun kalah. Ternyata ketika kaum muslimin meraih kemenangan di awal peperangan, tergiurlah sebagian pasukan pemanah, lalu mereka pun turun untuk ikut mengambil ghonimah, akan tetapi apakah yang terjadi? Pasukan kaum musyrikin berputar membokong kaum muslimin dari arah bukit pertahanan pasukan pemanah, sehingga kaum muslimin menderita kekalahan. Maka Allah abadikan kejadian tersebut dalam Alquran agar dijadikan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran.
Allah Ta’ala berfirman,

أَوَلَمَّآأَصَابَتْكُم مُّصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُم مِّثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّى هَذَا قُلْ هُوَ مِنْ عِندِ أَنفُسِكُمْ إِنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada Perang Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada Perang Badar) kamu berkata: “Dari mana datangnya kekalahan ini?” Katakanlah: “Itu dari kesalahan dirimu sendiri.” Sesungguhnya Allah Maha kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali Imran : 165)

Allah tidak menyandarkan kekalahan kaum muslimin akibat kekuatan persenjataan kaum musyrikin dan banyaknya jumlah mereka, akan tetapi Allah menyandarkan kekalahan akibat perbuatan kaum muslimin itu sendiri.

Jadi ayat ini adalah pelajaran berharga bagi kita bahwa sebab utama kehinaan kaum muslimin dewasa ini bukan karena kecanggihan persenjataan musuh dan hebatnya taktik dan tipu muslihat mereka, akan tetapi karena kaum muslimin itu sendiri yang banyak menyelisihi perintah Allah dan Rasul-Nya. Tidakkah engkau lihat kenyataan pahit yang tersaksikan oleh mata kepala; bagaimana kesyirikan, perdukunan, mistik, bid’ah, khurofat, dan kemaksiatan merajalela?!!

Maka menerangkan sunah dan bid’ah, tauhid dan syirik kepada umat adalah jalan satu-satunya menuju kejayaan umat Islam. Sehebat apapun rencana busuk orang-orang kafir tidak akan memberikan kemudlorotan kepada kaum muslimin selagi mereka bersabar dalam menjalani ketaatan dan bertaqwa kepada Allah Azza wa Jalla. Allah Ta’ala berfirman:

إِن تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِن تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا وَإِن تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لاَ يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ
“Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak akan mendatangkan kemodloratan kepadamu, sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (QS. Ali Imran: 120)

Ibnu Katsir berkata, “Allah memberikan bimbingan kepada mereka kepada jalan keselamatan dari kejahatan orang-orang yang jahat dan tipu muslihat orang-orang yang fajir dengan cara menggunakan kesabaran, taqwa dan tawakkal kepada Allah yang meliputi musuh-musuh mereka, karena tidak ada daya dan upaya kecuali dengan idzin Allah.”[6]

Kedua: Kisah kekalahan kaum muslimin di Perang Hunain di awal perang, akibat dari sebagian kaum muslimin yang merasa bangga dengan jumlah yang banyak, sehingga Allah timpakan kepada mereka kekalahan akibat perbuatan tersebut. Lalu Allah mengabadikan kisah tersebut dalam Alquran, Allah berfirman,

لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُم مًّدْبِرِينَ
“…dan ingatlah peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai berai.” (QS. At Taubah : 25)

Allahu Akbar! Hanya karena merasa bangga dengan jumlah yang banyak kaum muslimin kalah! Bagaimana jadinya bila kaum muslimin berbuat syirik, bid’ah, perdukunan, dan maksiat besar lainnya?!! maka jadikanlah semua itu sebagai pelajaran penting bagi kita, dan pelajaran itu bermanfaat untuk orang-orang yang beriman.

Kedua ayat tadi sangat sepadan dengan sabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam:
فَإِنَّمَا أهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلىَ أنْبِيَائِهِمْ
“Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kamu adalah banyak bertanya dan menyelisihi Nabi-Nabi mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim dan ini lafadz Muslim).[7]
Dan para shahabat adalah orang yang paling cepat kembali setelah kalah, mereka segera intropeksi diri dan mempelajari sebab-sebab kesalahan untuk diperbaiki dan segera bertaubat kepada Allah atas kesalahan yang mereka lakukan, demikianlah seharusnya kita meniru mereka.

  1. d.      Berbuat Baik kepada Orang-Orang yang Lemah
Berbuat baik kepada orang yang lemah adalah sebab datangnya rezeki dan pertolongan Allah Ta’ala, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ابْغُونِي الضُّعَفَاءَ فَإِنَّمَا تُرْزَقُونَ وَتُنْصَرُونَ بِضُعَفَائِكُمْ
Carilah aku (dengan memperhatikan) orang-orang yang lemah, sesungguhnya kamu diberi rezeki dan pertolongan melalui orang-orang lemah kalian.” (HR. Abu Dawud)[8]

Islam memerintahkan umatnya untuk memperhatikan orang-orang yang lemah dan memberikan pahala yang besar bagi mereka yang melakukannya, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَحْسِبُهُ قَالَ وَكَالْقَائِمِ لَا يَفْتُرُ وَكَالصَّائِمِ لَا يُفْطِرُ
Orang yang membantu para janda dan orang miskin seperti orang yang berjihad di jalan Allah, dan seperti orang yang terus menerus shalat malam dan puasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)[9]

Ibnu Bathal rahimahullah berkata, “Barang siapa yang tidak mampu berjihad di jalan Allah dan lemah untuk shalat malam dan berpuasa di waktu siang hendaklah ia mengamalkan hadis ini; hendaklah ia memberi keluasan rezeki kepada para janda dan orang-orang miskin agar ia dikumpulkan bersama orang-orang yang berjihad di jalan Allah tanpa harus bertemu musuh, dan agar dikumpulkan bersama orang-orang yang selalu berpuasa dan shalat malam padahal ia makan di waktu siang dan tidur di malam hari.

Maka hendaklah setiap muslim bersungguh-sungguh melakukan perniagaan yang tak akan pernah rugi ini dengan membantu kehidupan para janda dan orang-orang miskin karena mengharapkan keridhaan Allah Ta’ala sehingga ia mendapatkan keuntungan dalam perniagaannya dengan diberikan derajat Mujahidin, orang yang selalu berpuasa dan shalat malam tanpa harus bersusah payah, dan itu adalah keutamaan yang Allah berikan kepada siapa yang Ia kehendaki.”[10]

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam juga menjanjikan pahala yang besar bagi orang yang memperhatikan anak yatim, beliau bersabda,
أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا
Aku dan orang yang menanggung anak yatim di dalam surga seperti ini, beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah dan melebarkan sedikit antara keduanya.” (HR. Bukhari).[11]

[1] Muslim 3:1472 no.1844.
[2] Muslim 4:2222 no.2898.
[3] Muslim 1:48 no 76.
[4] Arba’un haditsan, Hal 12.
[5] Taisir Al Karimrrahman, Hal. 705. Cet. Muassassah Risalah.
[6]Tafsir Ibnu Katsir 2:77 Tahqiq Hani Al Haaj.
[7] Bukhari no.7288 dan Muslim 2:975 no.1337.
[8] Lihat Silsilah Shahihah, no.779.
[9] Bukhari no.6006 dan Muslim 4:2287 no.2982.
[10] Ibnu Bathal, Syarah Shahih Bukhari, 9:218 tahqiq Abu Tamim Yasir bin Ibrahim.
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. abu-uswah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger