Latest Post

Subhanallah, ayat suci dalam kromosom manusia


Subhanallah, ayat suci dalam kromosom manusia

Seorang ilmuwan yang penemuannya sehebat Gallileo, Newton dan Einstein yang berhasil membuktikan tentang keterkaitan antara Alquran dan rancang struktur tubuh manusia adalah Dr. Ahmad Khan. Dia adalah lulusan Summa Cumlaude dari Duke University . Walaupun ia ilmuwan muda yang tengah menanjak, terlihat cintanya hanya untuk Allah dan untuk penelitian genetiknya.

Ruang kerjanya yang dihiasi kaligrafi, kertas-kertas penghargaan, tumpukan buku-buku kumal dan kitab suci yang sering dibukanya, menunjukkan bahwa ia merupakan kombinasi dari ilmuwan dan pecinta kitab suci.

Salah satu penemuannya yang menggemparkan dunia ilmu pengetahuan adalah ditemukannya informasi lain selain konstruksi Polipeptida yang dibangun dari kodon DNA. Ayat pertama yang mendorong penelitiannya adalah Surat “Fussilat” ayat 53 yang juga dikuatkan dengan hasil-hasil penemuan Profesor Keith Moore ahli embriologi dari Kanada.

Penemuanny tersebut diilhami ketika Khatib pada waktu salat Jumat membacakan salah satu ayat yang ada kaitannya dengan ilmu biologi. Bunyi ayat tersebut adalah sebagai berikut: “…Sanuriihim ayatinaa filafaaqi wa fi anfusihim hatta yatabayyana lahum annahu ul-haqq…”

Yang artinya; “Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran”.

Hipotesis awal yang diajukan Dr. Ahmad Khan adalah kata “ayatinaa” yang memiliki makna “Ayat Allah”, dijelaskan oleh Allah bahwa tanda-tanda kekuasaanNya ada juga dalam diri manusia. Menurut Ahmad Khan ayat-ayat Allah ada juga dalam DNA (Deoxy Nucleotida Acid) manusia. Selanjutnya ia beranggapan bahwa ada kemungkinan ayat Alquran merupakan bagian dari gen manusia. Dalam dunia biologi dan genetika dikenal banyaknya DNA yang hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini disebut Junk DNA atau DNA sampah. Kenyataannya DNA tersebut menurut Ahmad Khan jauh sekali dari makna sampah. Menurut hasil hasil risetnya, Junk DNA tersebut merupakan untaian firman-firman Allah sebagai pencipta serta sebagai tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir. Sebagaimana disindir oleh Allah; Afala tafakaruun (apakah kalian tidak mau bertafakur atau menggunakan akal pikiran?).

Setelah bekerjasama dengan adiknya yang bernama Imran, seorang yang ahli dalam analisis sistem, laboratorium genetiknya mendapatkan proyek dari pemerintah. Proyek tersebut awalnya ditujukan untuk meneliti gen kecerdasan pada manusia. Dengan kerja kerasnya Ahmad Khan berupaya untuk menemukan huruf Arab yang mungkin dibentuk dari rantai Kodon pada cromosome manusia. Sampai kombinasi tersebut menghasilkan ayat-ayat Alquran. Akhirnya pada tanggal 2 Januari tahun 1999 pukul 2 pagi, ia menemukan ayat yang pertama “Bismillahir Rahman ir Rahiim. Iqra bismirrabbika ladzi Khalq”; “bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan” . Ayat tersebut adalah awal dari surat Al-A’laq yang merupakan surat pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad di Gua Hira. Anehnya setelah penemuan ayat pertama tersebut ayat lain muncul satu persatu secara cepat. Sampai sekarang ia telah berhasil menemukan 1/10 ayat Alquran.

Dalam wawancara yang dikutip “Ummi” edisi 6/X/99, Ahmad Khan menyatakan: “Saya yakin penemuan ini luar biasa, dan saya mempertaruhkan karier saya untuk ini. Saya membicarakan penemuan saya dengan dua rekan saya; Clive dan Martin seorang ahli genetika yang selama ini sinis terhadap Islam. Saya menyurati dua ilmuwan lain yang selama ini selalu alergi terhadap Islam yaitu Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreisman dari Universitas Berlin.

Ahmad Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuanny a dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada cromosome manusia yaitu; T, C, G, dan A masing-masing kode Nucleotida akan menghasilkan huruf Arab yang apabila dirangkai akan menjadi firman Allah yang sangat mengagumkan.

Di akhir wawancaranya Dr. Ahmad Khan berpesan “Semoga penerbitan buku saya “Alquran dan Genetik”, semakin menyadarkan umat Islam, bahwa Islam adalah jalan hidup yang lengkap. Kita tidak bisa lagi memisahkan agama dari ilmu politik, pendidikan atau seni. Semoga non muslim menyadari bahwa tidak ada gunanya mempertentangkan ilmu dengan agama. Demikian juga dengan ilmu-ilmu keperawatan. Penulis berharap akan datang suatu generasi yang mendalami prinsip-prinsip ilmu keperawatan yang digali dari agama Islam. Hal ini dapat dimulai dari niat baik para pemegang kebijakan (decission maker) yang beragama Islam baik di institusi pendidikan atau pada level pemerintah. Memfasilitasi serta memberi dukungan secara moral dan finansial

Subhanallah, Allahu Akbar !!

sumber : http://www.arrahmah.com/news/2013/02/17/subhanallah-ayat-suci-dalam-kromosom-manusia.html#.USFYse_wTs0
 

Ma Yize: Ilmuwan Legendaris Muslim dari Cina



Ketika Dinasti Song berkuasa pada  abad ke-10 M, ternyata peradaban Islam telah turut berjasa dalam mengembangkan sains dan teknologi di Tiongkok. Selama ini, sejarah kerap menyebutkan ilmu pengetahuan dari dunia Islam  berkembang di Cina pada masa kekuasaan Dinati Yuan ((1206-1279).

Ternyata, sains Islam terutama astronomi telah mempengaruhi peradaban Cina  sejak zaman Dinasti Song.

Hal itu sangat beralasan. Apalagi, di masa itu dunia Islam – di Timur Tengah -- sedang mencapai masa keemasannya.   Isa Ziling Ma dalam tulisannya bertajuk ''Islamic Astronomy in China: Spread and Development" menuturkan, astronomi Islam menyebar ke Cina pada era Dinasti Song (960-1127). Sayangnya, papar Isa, bukti resmi yang mencatat peristiwa penyebaran sains Islam di Cina pada zaman itu nyaris tak ada.

''Sejarah secara detail baru mencatat penyebaran astronomi Islam ke Cina pada era Dinasti Yuan,'' ungkap Isa.  Penyebaran astronomi Islam  di Tiongkok  ternyata memang telah berlangsung pada era kekuasaan Dinasti Song.
Fakta itu terkuak setelah seorang ilmuwan Taiwan bernama Pof Luo Xianglin pada tahun 1968 menemukan sebuah buku berjudul ''The Huai Ning  Ma Family Tree”  di Perpustakaan Studi Asia Timur, Columbia University, AS.

Prof Luo  menemukan fakta bahwa astronomi Islam memang telah berkembang di Cina pada masa Dinasti Song. Penyebar astronomi Islam di Cina, menurut Prof Luo, adalah Ma Yize. Buku "The Huai Ning Ma Family Tree" itu menjelaskan silsilah klan Ma Yize. Menurut buku itu,  Ma Yize adalah astronom terkemuka di Cina. Ia terlahir di Rumi pada bulan  Rabiul Awal tahun 308 H.

Ia datang ke Cina pada usia 40 tahun. Pada zaman itu,  penguasa Dinasti Song sangat tertarik pada sains.  Kaisar Taizu (berkuasa 950-976) begitu mengagumi studi astronomi yang telah berkembang sangat pesat di dunia Islam. Sang Kaisar pun berupaya keras untuk mengembangkan  ilmu yang menguak rahasia langit itu. 

Pada tahun 961 M, Kaisar Taizu kemudian menunjuk seorang ilmuwan bernama Ma Yize untuk mengembangkan astronomi di Cina. Ma Yize adalah  astronom dan astrolog Muslim yang sangat termasyhur di zaman itu.  Berdasarkan versi lain,  Ma Yize a merupakan ilmuwan  berdarah Arab. Konon, nenek moyangnya berasal dari  Semenajung Arab  yakni wilayah perbatasan antara Yaman dengan Oman.

Karier pertamanya di bidang astronomi  dimulai dengan membantu Wang Chuna mengumpulkan beberapa karya astrologi, termasuk Yingtianli -- sebuah kalender. Ia mengembangkan astronomi dan mengamati alam semesta dengan metode Islam. Berbagai temuan Ma Yize dalam astronomi dan astrologi kemudian dikumpulkan Wang Chuna dalam Yingtianli.

Pembuatan karya besar yang dilakukan dua astronom kenamaan Dinasti Song itu tuntas pada tahun 963 M. Pengaruh astronomi Islam begitu banyak diserap dalam Yingtianli. Penghitungan, seminggu tujuh hari yang dipakai kalender Cina itu menggunakan sistem kalender Islam. 

Kehebatan Ma Yize dalam bidang astronomi membuat Kaisar Taizu mendapuknya sebagai pejabat kepala observatorium astronomi Dinasti Song.  Popularitas Ma Yize di masa kekuasaan Dinasti Song pun kian moncer.

Tak ada astronom di Cina yang mampu menandingi ketenarannya, saat itu.  Berkat prestasinya yang gemilang memimpin observatorium astronomi, Ma Yize pun kemudian dianugerahi gelar bangsawan.

Salah satu jasa Ma Yize bagi astronomi  di negeri Tiongkok adalah memperkenalkan matematika astronomi Islam.  Sang astronom Muslim pun menyebarkan pemikiran astronom Muslim dari peradaban Islam di Timur Tengah .Sederet kitab astronomi Islam diterjemahkannya ke dalam bahasa Cina. Kitab-kitab yang mempengaruhi dunia astronomi Cina itu antara lain; Kitab al-Zij karya Abu Abdullah Al-Battani; Kitab al-Zij al-sabi; Kitab Matali' al-Buruj; serta Kitab Aqdar al- Ittisalat.

Kitab astronomi yang dialihbahasakan  Ma Yize itu merupakan hasil karya astronom Muslim seperti Muhammad Al-Fazari, Al-Battani, Al-Biruni, As-Shufi (Azhopi), A- Khawarizmi, Al Farghani, dan lain-lain. "Kemungkinan Ma telah dipengaruhi oleh Al-Battani dan al-Hamdani,"  Prof Fung Kam Wing seorang guru besar pada  University of Hong Kong. Faktanya, Ma Yize memang banyak menerjemahkan karya astronomi kedua ilmuwan Muslim tersebut.

Jasanya bagi pengembangan astronomi modern di Cina sungguh tak ternilai. Boleh dibilang, Ma Yize adalah salah seorang pelopor sekaligus peletak pondasi  ilmu astronomi modern  di Cina.  Berkat kontribusinya yang tak ternilai dalam mengembangkan astronomi dan astrologi, para penguasa Cina pun menempatkan keturunan Ma Yize sebagai kaum bangsawan.

Setelah wafat pada tahun 1005 M, jejak  Ma Yize dalam mengembangkan astronomi di Cina dilanjutkan anak dan cucunya. Menurut  catatan Huai Ning Ma Family Tree,  Ma Yize memiliki tiga anak. Yang tertua bernama  Ma Er atau Mail berasal dari singkatan Ismail. Setelah usia Ma Yize semakin sepuh, Ma ER kemudian menggantikan posisi ayahnya  sebagai    ketua pengelola observatorium.

Menurut Isa, putera keduanya bernama Ma Huai dan yang bungsu bernama Ma Yi. Mereka juga turut mengembangkan ilmu astronomi di Cina. Selain  menjadi penguasa dan pejabat di observarotium, mereka juga diposisikan sebagai kaum bangsawan.Inilah salah satu bukti bahwa umat Islam telah turut berjasa besar dalam membangun peradaban Cina.

Di era kekuasaan Dinasti Song, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat. Para penguasa dinasti itu meniru para Khalifah di dunia Islam yang mendukung berkembangnya pengetahuan dan teknologi. Selain memiliki astronom terkemuka Ma Yize, Dinasti Song pun punya seorang insinyur yang sangat kondang bernama Su Song.

Pada masa kekuasaan Dinasti Song, peradaban Cina telah mengembangkan senjata dan bubuk mesiu. Selain itu,  di masa  kejayaan Dinasti Song, peradaban Islam pun turun mengembangkan ilmu pengetahuan lainnya seperti teknik sipil, nautika dan metalurgi. Pengaruh peradaban Islam dalam sains di Cina lebih pesat berkembang pada era kekuasaan Dinasti Yuan. 

Peran dan jasa Ma Yize bagi pengembangan astronomi di Cina memang kurang terdengar gaungnya. Meski begitu, peradaban Cina telah berutang pada Ma Yize atas perannya mengembangkan astronomi modern di negeri yang kini berpenduduk lebih dari satu miliar jiwa itu.

sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/13/02/15/mi9dp1-ma-yize-ilmuwan-legendaris-muslim-dari-cina-2habis
 

Penemu kamera ternyata seorang muslim


Penemu kamera ternyata seorang muslim

Surat kabar terkemuka di Inggris, The Independent pada edisi 11 Maret 2006 sempat menurunkan sebuah artikel yang sangat menarik bertajuk “Bagaimana para inventor muslim mengubah dunia.”The Independent” 20 penemuan penting para ilmuwan Muslim menyebut sekitar yang mampu mengubah peradaban umat manusia, salah satunya adalah penciptaan kamera obscura.

Kamera merupakan salah satu penemuan penting yang dicapai umat manusia. Lewat jepretan dan bidikan kamera, manusia bisa merekam dan mengabadikan beragam bentuk gambar mulai dari sel manusia hingga galaksi di luar angkasa. Teknologi pembuatan kamera, kini dikuasai peradaban Barat serta Jepang. Sehingga, banyak umat Muslim yang meyakini kamera berasal dari peradaban Barat.

Jauh sebelum masyarakat Barat menemukannya, prinsip-prinsip dasar pembuatan kamera telah dicetuskan seorang sarjana Muslim sekitar 1.000 tahun silam. Peletak prinsip kerja kamera itu adalah seorang saintis legendaris Muslim bernama Ibnu al-Haitham. Pada akhir abad ke-10 M, al-Haitham berhasil menemukan sebuah kamera obscura. Itulah salah satu karya al-Haitham yang paling menumental. Penemuan yang sangat inspiratif itu berhasil dilakukan al-Haithan bersama Kamaluddin al-Farisi. Keduanya berhasil meneliti dan merekam fenomena kamera obscura. Penemuan itu berawal ketika keduanya mempelajari gerhana matahari. Untuk mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar.

Kajian ilmu optik berupa kamera obscura itulah yang mendasari kinerja kamera yang saat ini digunakan umat manusia. Oleh kamus Webster, fenomena ini secara harfiah diartikan sebagai “ruang gelap”. Biasanya bentuknya berupa kertas kardus dengan lubang kecil untuk masuknya cahaya. Teori yang dipecahkan Al-Haitham itu telah mengilhami penemuan film yang kemudiannya disambung-sambung dan dimainkan kepada para penonton.

“Kamera obscura pertama kali dibuat ilmuwan Muslim, Abu Ali Al-Hasan Ibnu al-Haitham, yang lahir di Basra (965-1039 M),” ungkap Nicholas J Wade dan Stanley Finger dalam karyanya berjudul The eye as an optical instrument: from camera obscura to Helmholtz’s perspective.
kamera Dunia mengenal al-Haitham sebagai perintis di bidang optik yang terkenal lewat bukunya bertajuk Kitab al-Manazir (Buku optik). Untuk membuktikan teori-teori dalam bukunya itu, sang fisikawan Muslim legendaris itu lalu menyusun Al-Bayt Al-Muzlim atau lebih dikenal dengan sebutan kamera obscura, atau kamar gelap.

Bradley Steffens dalam karyanya berjudul Ibn al-Haytham:First Scientist mengungkapkan bahwa Kitab al-Manazir merupakan buku pertama yang menjelaskan prinsip kerja kamera obscura. “Dia merupakan ilmuwan pertama yang berhasil memproyeksikan seluruh gambar dari luar rumah ke dalam gambar dengan kamera obscura,” papar Bradley.

Istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham pun diperkenalkan di Barat sekitar abad ke-16 M. Lima abad setelah penemuan kamera obscura, Cardano Geronimo (1501 -1576), yang terpengaruh pemikiran al-Haitham mulai mengganti lobang bidik lensa dengan lensa (camera).

Setelah itu, penggunaan lensa pada kamera onscura juga dilakukan Giovanni Batista della Porta (1535-1615 M). Ada pula yang menyebutkan bahwa istilah kamera obscura yang ditemukan al-Haitham pertama kali diperkenalkan di Barat oleh Joseph Kepler (1571 – 1630 M). Kepler meningkatkan fungsi kamera itu dengan menggunakan lensa negatif di belakang lensa positif, sehingga dapat memperbesar proyeksi gambar (prinsip digunakan dalam dunia lensa foto jarak jauh modern).

Setelah itu, Robert Boyle (1627-1691 M), mulai menyusun kamera yang berbentuk kecil, tanpa kabel, jenisnya kotak kamera obscura pada 1665 M. Setelah 900 tahun dari penemuan al-Haitham pelat-pelat foto pertama kali digunakan secara permanen untuk menangkap gambar yang dihasilkan oleh kamera obscura. Foto permanen pertama diambil oleh Joseph Nicephore Niepce di Prancis pada 1827.

Tahun 1855, Roger Fenton menggunakan plat kaca negatif untuk mengambil gambar dari tentara Inggris selama Perang Crimean. Dia mengembangkan plat-plat dalam perjalanan kamar gelapnya – yang dikonversi gerbong. Tahun 1888, George Eastman mengembangkan prinsip kerja kamera obscura ciptaan al-Hitham dengan baik sekali. Eastman menciptakan kamera kodak. Sejak itulah, kamera terus berubah mengikuti perkembangan teknologi.

Sebuah versi kamera obscura digunakan dalam Perang Dunia I untuk melihat pesawat terbang dan pengukuran kinerja. Pada Perang Dunia II kamera obscura juga digunakan untuk memeriksa keakuratan navigasi perangkat radio. Begitulah penciptaan kamera obscura yang dicapai al-Haitham mampu mengubah peradaban dunia.

Peradaban dunia modern tentu sangat berutang budi kepada ahli fisika Muslim yang lahir di Kota Basrah, Irak. Al-Haitham selama hidupnya telah menulis lebih dari 200 karya ilmiah. Semua didedikasikannya untuk kemajuan peradaban manusia. Sayangnya, umat Muslim lebih terpesona pada pencapaian teknologi Barat, sehingga kurang menghargai dan mengapresiasi pencapaian ilmuwan Muslim di era kejayaan Islam.

sumber : http://www.arrahmah.com/news/2013/02/15/penemu-kamera-ternyata-seorang-muslim.html#.UR73Xu_wTs0
 

Kisah Teladan Muti’ah

Bismillahirrahmaanirrahiim,


Adalah seorang wanita yang bernama Muti’ah.
Wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali..!!

Kaget? Sama seperti Fatimah ketika itu, yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga.

Siapakah Muti’ah?
Karena rasa penasaran yang tinggi, Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. Beliau juga ingin tahu, amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali?

Setelah bertanya-tanya, akhirnya Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Kali ini ia ingin bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut, ingin melihat lebih dekat kehidupannya. Waktu itu, Fatimah berkunjung bersama si kecil, Hasan. Setelah mengetuk pintu, terjadilah dialog.

“Di luar, siapa?” kata Muti’ah tidak membukakan pintu.
“Saya Fatimah, putri Rasulullah”

“Oh, iya. Ada keperluan apa?”
“Saya hanya berkunjung saja”

“Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?”
“Saya bersama dengan anak saya, Hasan?”

“Maaf, Fatimah. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki”

“Tetapi Hasan masih anak-anak”
“Walaupun anak-anak, dia lelaki juga kan? Maaf ya. Kembalilah besok, saya akan meminta izin dulu kepada suami saya”
“Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa. Setelah mengucapkan salam, ia pun pergi.

***


Keesokan harinya, Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti’ah. Selain mengajak Hasan, ternyata Husein (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muti’ah. Terjadilah dialog seperti hari kemarin.

“Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan”
“Tetapi maaf, Muti’ah. Husein ternyata merengek meminta ikut. Jadi saya ajak juga!”

“Dia perempuan?”
“Bukan, dia lelaki”
“Wah, saya belum memintakan izin bagi Husein.”

“Tetapi dia juga masih anak-anak”
“Walaupun anak-anak, dia juga lelaki. Maaf ya. Kembalilah esok!”
“Baiklah” Kembali Fatimah kecewa.

***

Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui, rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkanankan masuk surga pertama kali.

Akhirnya hari esok pun tiba. Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Mutiah. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya, akhirnya mereka pun diperkenankan berkunjung ke rumahnya.

Betapa senangnya Fatimah karena inilah kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut. Menurut Fatimah, wanita yang bernama Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita.

Ia melakukan shalat dan lainnya. Hampir tidak ada yang istimewa. Namun, Fatimah masih penasaran juga. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang, “rahasia” wanita itu tidak terkuak juga. Akhirnya, Muti’ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya.

“Maaf Fatimah, saya harus ke ladang!”
“Ada keperluan apa?”

“Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya”
“Oh, begitu”

Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. Namun yang tidak habis pikir, ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk.

“Untuk apa cambuk ini, Muti’ah?” kata Fatimah penasaran.
“Oh, ini. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu”
Fatimah benar-benar penasaran. “Ceritakanlah padaku!”

“Begini, setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. Namun disertai sebuah cambuk. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak, apakah suaminya seneng atau tidak. Jika ada yang tidak enak, maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku. Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku. Dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini, suamiku begitu tersentuh hatinya. Ia pun ridlo atas diriku. Dan aku pun ridlo atas dirinya”

“Masya Allah, hanya demi menyenangkan suami, engkau rela melakukan hal ini, Muti’ah?”
“Saya HANYA MEMERLUKAN KERIDHOANNYA. Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada SUAMI-YANG-BAIK dan sang suami ridlo kepada istrinya”

“Ya… ternyata inilah rahasia itu”
“Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga penasaran.
“Rasulullah mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. Ternyata semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh.”

 

Dengan tali itu aku menghadap-MU

Kisah ini terjadi di sebuah kampung di sebelah barat kerajaan Saudi Arabia Dikisahkan sendiri oleh Syeikh Ibrahim Bubastit dalam “Qashash Mumayyizah”. Beliau menuturkan,

“Kami memasuki kampung itu. Tak ada tanda-tanda sentuhan kemodernan. Sebuah kampung terpencil dengan bangunan yang sederhana. Kami menelusuri tanjakan jalan menuju masjid di kampung itu. Hingga sampailah kami di tempat itu, di masjid…tempat dimulainya kisah ini.


Tatkala kami sampai di masjid, kami dapati di sisi depan pintu terdapat batu besar yang diikat dengan sebuah tali. Tahukah Anda, tali apakah itu? Satu ujungnya terikat di batu, sementara ujung tali yang lain memanjang dan tidak kelihatan ujung tali yang lain karena jauh.


Kami mulai menyusuri tali tersebut untuk mencari tahu, sampai di mana ujung tali yang satunya. Cobalah Anda terka, di manakah ujung tali itu berakhir? Tali itu terhampar memanjang di atas tanah. Setelah kira-kira enam menit kami mengikuti arah tali tersebut dengan mobil, subhanallah, kami menemukan tempat di mana ujung tali itu berakhir.


Ternyata, tali panjang itu berujung di sebuah rumah tua yang hanya terdiri dari satu kamar dan tempat air. Di rumah tersebut kami bertemu dengan pemiliknya, yakni seorang kakek tua yang kedua matanya tak lagi bisa melihat. Umurnya kira-kira 85 tahun. Dia adalah seorang kakek buta yang rajin beribadah.


Tatkala kami bertanya, “Wahai kakek, beritahu kami, apa rahasia dari tali yang memanjang dari masjid hingga rumah Kakek ini?” Maka dengarkanlah jawaban yang membekas di hati setiap mukmin ini. Kakek itu menjawab, “Wahai anakku, ini adalah tali yang menunjukkan jalanku untuk shalat lima waktu. Ketika masuk waktu shalat, aku pegang tali ini, lalu saya keluar rumah ini menuju masjid dengan memegangi tali ini.


Begitu pula tatkala aku pulang dari masjid, karena tidak ada yang menuntunku untuk ke masjid.” Allahu Akbar! Kami pun melihat bekas yang sangat ketara pada teapak tangannya yang secara rutin bergesekan dengan tali yang dipegangnya?”


Lantas di manakah orang-orangyang kuat fisiknya? Yang sehat kedua matanya, yang kokoh kedua kakinya, serta orang yang memiliki kendaraan untuk hilir mudik, adakah alasan bagi mereka untuk meninggalkan shalat jamaah di masjid? Wallahul muwaffiq. (Abu Umar Abdillah)
 

Keutamaan Dzikir


1. Apabila kamu melewati taman-taman surga makan dan minumlah sampai kenyang. Para sahabat lalu bertanya, "Apa yang dimaksud taman-taman surga itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kelompok zikir (Kelompok orang yang berzikir atau majelis taklim)." (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

2. Menyebut-nyebut Allah adalah suatu penyembuhan dan menyebut-nyebut tentang manusia adalah penyakit (artinya penyakit akhlak). (HR. Al-Baihaqi)

3. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, kalau kamu selamanya bersikap seperti saat kamu ada bersamaku dan mendengarkan zikir, pasti para malaikat akan bersalaman dengan kamu di tempat tidurmu dan di jalan-jalan yang kamu lalui. Tetapi, wahai Handhalah (nama seorang sahabat) kadangkala begini dan kadangkala begitu. (Beliau mengucapkan perkataan itu kepada Handhalah hingga diulang-ulang tiga kali). (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

4. Rasulullah Saw menyebut-nyebut Allah setiap waktu (saat). (HR. Muslim)

5. Perumpamaan orang yang berzikir kepada Robbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati. (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Nyanyian dan permainan hiburan yang melalaikan menumbuhkan kemunafikan dalam hati, bagaikan air menumbuhkan rerumputan. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, sesungguhnya Al Qur'an dan zikir menumbuhkan keimanan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan rerumputan. (HR. Ad-Dailami)

7. Dua kalimat ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan dan disukai oleh (Allah) Arrohman, yaitu kalimat: "Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil 'Adzhim" (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha suci Allah yang Maha Agung). (HR. Bukhari)

8. Ada empat perkara, barangsiapa memilikinya Allah akan membangun untuknya rumah di surga, dan dia dalam naungan cahaya Allah yang Maha Agung. Apabila pegangan teguhnya "Laailaha illallah". Jika memperoleh kebaikan dia mengucapkan "Alhamdulillah", jika berbuat salah (dosa) dia mengucapkan "Astaghfirullah" dan jika ditimpa musibah dia berkata "Inna lillahi wainna ilaihi roji'uun." (HR. Ad-Dailami)

9. Maukah aku beritahu amalanmu yang terbaik, yang paling tinggi dalam derajatmu, paling bersih di sisi Robbmu serta lebih baik dari menerima emas dan perak dan lebih baik bagimu daripada berperang dengan musuhmu yang kamu potong lehernya atau mereka memotong lehermu? Para sahabat lalu menjawab, "Ya." Nabi Saw berkata,"Zikrullah." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

10. Menang pacuan "Almufarridun". Para sahabat bertanya, "Apa Almufarridun itu?" Nabi Saw menjawab, "Laki-laki dan wanita-wanita yang banyak berzikir kepada Allah." (HR. Muslim)

Penjelasan:
Almufarid ialah orang yang gemar zikrullah dan selalu mengamalkannya dan tidak peduli apa yang dikatakan atau diperbuat orang terhadapnya.

11. Seorang sahabat berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak bagiku. Beritahu aku sesuatu yang dapat aku menjadikannya pegangan." Nabi Saw berkata, "Biasakanlah lidahmu selalu bergerak menyebut-nyebut Allah (zikrullah)." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

12. Sebaik-baik zikir dengan suara rendah dan sebaik-baik rezeki yang secukupnya. (HR. Abu Ya'la)

Penjelasan:
Rezeki yang secukupnya artinya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan dan tidak berlebih-lebihan.

13. Di antara ucapan tasbih Rasulullah Saw ialah :
"Maha suci yang memiliki kerajaan dan kekuasaan seluruh alam semesta, Maha suci yang memiliki kemuliaan dan kemahakuasaan, Maha suci yang hidup kekal dan tidak mati." (HR. Ad-Dailami)

14. Aku bertanya, "Ya Rasulullah, apa keuntungan dan keberuntungan yang diperoleh dari majelis zikir (majelis taklim)?" Nabi Saw menjawab, "Keuntungan dan keberuntungan yang diperoleh dari majelis zikir (majelis taklim) ialah surga." (HR. Ahmad)

15. Tiada amal perbuatan anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah daripada zikrullah. (HR. Ahmad)

16. Wahai Aba Musa, maukah aku tunjukkan ucapan dari perbendaharaan surga? Aku menjawab, "Ya." Nabi berkata, "La haula wala Quwwata illa billah." (Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)." (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad)

Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press
 

Misteri Kota Thaif dan Pohon Zaqqum Yahudi

Mendengar kata Arab Saudi, salah satu hal yang mungkin terbayang dalam kepala kita adalah panas. Maklum, bagaimana tidak, dataran Arab memang sudah ditakdirkan seperti itu oleh Allah swt. Tapi jangan heran, tidak demikian dengan sebuah kota bernama Thaif. Thaif, jika di Indonesia, mungkin seperti Bandung, yang sejuk.

Thaif adalah sebuah daerah yang terletak hanya 80 km dari Mekah, tetapi mempunyai iklim yang sungguh berbeda dengan Mekah. Di Mekah mungkin orang sudah kepanasan karena suhu 48 derajat celcius. Perbedaan yang tentu saja selalu membuat kening orang berkerut karena terasa jomplang sekali dikarenakan kedua kota itu berada di Saudi, dan bisa dibilang "bersaudaraan" karena jaraknya yang hanya bisa ditempuh dengan waktu hanya 1,5 jam saja mengenakan kendaraan.

Thaif terkenal sebagai pemasok sayur mayur dan buah-buahan di Arab Saudi. Thaif diberkahi dengan kesuburan tanah meski komposisi bebatuannya lebih banyak. Buah dan sayur yang terdapat di pasar tradisionalnya melimpah dan segar. Segala macam buah berada di kota ini, termasuk buah delimanya yang sangat terkenal.

Untuk memasuki Thaif, diperlukan izin khusus dan pemeriksaan yang cukup ketat. Ini mungkin karena di sana terdapat sekolah militer dan gudang senjata pemerintahan Arab Saudi.




Kota ini dikelilingi oleh pegunungan yang dingin. Dahulu, sekadar mengingatkan, di kota inilah Nabi Muhammad saw pernah diusir dan dilempar batu. Kini, di daerah ini pula tumbuh subur pohon Zaqqum, pohon yang dipenuhi duri tajam dan besar. Dalam Surah Al Waqiah ayat 52, pohon ini bakal menjadi bahan makanan penghuni neraka. Apa gerangan pohon Zaqqum ini? Samakah dengan pohon Qhorqod Yahud?
Aaz Zaqqum adalah sebuah pohon yang tumbuh di dasar neraka Saqar atau dasar neraka Jahannam. Dan neraka Jahannam telah dinyalakan hingga mendidih seperti kotoran minyak. Para penghuninya sangat rakus dalam memakannya sehingga memenuhi perutnya sebagaimana air panas yang mendidih, air yang memiliki temperatur paling tinggi.

”(Makanan surga) itulah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum. Sesungguhnya kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang dzalim. Sesungguhnya ia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka jahim. Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas. Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka jahim”.(As Shaffat:62 – 68 )



Rasulullah Shallahu’alaihi wa Sallam bersabda,”Seandainya setitik dari zaqqum diteteskan di dunia niscaya akan menghancurkan kehidupan semua penghuninya. Lalu bagaimana dengan keadaan orang yang menjadikan zaqqum sebagai makanannya?” (HR At-Tirmidzi, Ibnu Majjah dalam sunannya, kitab Az-Zuhud, bab Shifat An Nar, 8/4325.)

Walaupun pohon zaqqum tidak sama dengan pohon gharqad, tetapi orang-orang Yahudi sudah terkenal senang memelihara pohon ini. (sa/berbagaisumber)
 

Kisah Nyata Persahabatan Tawon dan Pohon Ara

Ada sebuah kisah tentang persahabatan sejati antara tawon dan pohon Ara. Kisah nyata tersebut telah terjadi selama kurang lebih 80 juta tahun lamanya. Hingga kini setiap generasi di antara mereka melakukan hal yang sama, yaitu seolah mengikat janji untuk saling memberi dan menerima, tidak boleh saling mengingkari, jika tidak maka akan kena batunya!

Lalu bagaimana persahabatan itu bisa terjadi sementara pohon dan tawon adalah makhluk yang tidak berakal? Allah berfirman, “Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, “Jadilah!” maka terjadilah ia. (Yaasiin : 82)

Pohon Ara atau tin adalah satu dari sedikit pohon yang namanya Allah sebut dalam Al-Qur’an, yaitu dalam surat At-Tiin ayat 1 yang berbunyi, “Demi (buah ) tin dan (buah) zaitun.”

Pohon ara merupakan kerabat pohon beringin. Beringin? Ya, beringin yang di Indonesia identik dengan kisah angker. Lain halnya dengan Indonesia, peneliti di Negara lain justru mengungkapkan kisah berbeda dan lebih berhikmah dari sekedar cerita angker yang berbumbu dusta. Lalu bagaimana kisahnya?



Kisah bermula dari rasa penasaran beberapa peneliti yang tertarik dengan hubungan saling menguntungkan antara pohon ara dan tawon atau yang lebih dikenal dalam ilmu biologi sebagai hubungan “mutualisme.”
Peneliti kemudian mencari tahu bagaimana sanksinya apabila terjadi ketidakselarasan kerjasama atau kecurangan di antara tawon dan pohon ara, sebagaimana yang terungkap dalam jurnal yang berjudul,

Precision of host sanctions in the fig treefig wasp mutualism: consequences for uncooperative symbionts.”

Sejatinya pohon ara telah dibudidayakan dari jaman kuno dan tumbuh liar di daerah kering dan bermentari. Ara yang disebut “Common Fig” berasal dari Timur Tengah hingga kawasan Asia Barat. Sementara beberapa jenis Fig/ Ficus lainnya tumbuh di hutan hujan tropis.

Bunga pohon ara terdiri dari dua tipe, yaitu jenis yang berkelamin ganda dan berkelamin ganda sekaligus betina. Hampir separuh dari jenis pohon ara bertipe bunga jenis kedua atau disebut juga gynodioecious.
Dalam penyerbukannya, bunga ara dibantu oleh tawon yang juga memanfaatkan bunga tersebut untuk tempat bertelur. Tanpa bantuan tawon penyerbuk pohon ara tidak dapat berkembang biak dengan bijinya. Di lain sisi bunga memberikan tempat yang aman dan makanan untuk tawon generasi berikutnya.



Dalam perjalanan hidupnya yang hanya 48 jam, tawon betina akan mengumpulkan serbuk sari dari bunga jantan. Kemudian ia memasuki melalui celah sempit di mahkota bunga untuk menyerbuki beberapa bunga betina pada bunga majemuk. Kemudian sang tawon akan meletakkan telur-telurnya di dalam beberapa bunga pohon ara. Lalu sang jantan akan membuahi telur-telur tersebut.

Hasilnya adalah bunga kemudian berkembang menjadi buah ara dan anak-anak tawon bisa tumbuh di dalamnya, hingga akhirnya siap melakukan hal serupa seperti yang dilakukan orang tuanya. Lalu bagaimana apabila tawon hanya menempatkan telurnya saja pada buah tin namun tidak menyukseskan proses penyerbukan?

Inilah kebesaran Allah yang telah menciptakan sesuatu dengan sangat cermat. Entah bagaimana, seolah pohon tin dapat mengetahui jika tawon bertindak curang. Apabila tawon menaruh telurnya tanpa membawa serbuk sari untuk membantu penyerbukan, pohon tin akan menjatuhkan buahnya yang di dalamnya terdapat anak-anak tawon tersebut.

Bagaimana jika buah tin yang berisi anak-anak tawon dijatuhkan dengan keras dari ketinggian? Tentunya anak-anak tawon akan tewas dan itulah faktanya, seperti yang terungkap dalam jurnal yang ditulis oleh Charlotte Jander tersebut.

Lebih dari 700 jenis pohon ara di daerah tropis di seluruh dunia berkembang bersama dengan tawon ara. Setiap jenis pohon ara memiliki jenis tawon penyerbuknya sendiri. Beberapa jenis tawon membawa serbuk sari secara pasif dikarenakan serbuk sari tersebut menempel pada tubuhnya. Sementara jenis lainnya secara aktif mengumpulkan serbuk sari dalam kantong khusus yang ada padanya.

Para peneliti menemukan bahwa tawon yang membawa serbuk sari secara pasif asbab menempel di tubuhnya, maka pohon ara pun hampir tidak pernah menggugurkan buahnya.

Sementara para peneliti menemukan bahwasannya apabila tawon yang secara aktif mengumpulkan serbuk sari tidak membawa serbuk sari tersebut, maka pohon akan menggugurkan buahnya hingga anak keturunan sang tawon akan mati akibat terjatuh bersama buah yang digugurkan.

Pohon tin sangat mengerti jika dia tidak menerima haknya, maka kewajibannya untuk menjaga telur-telur tawon pun ia gugurkan. Inilah contoh keselarasan antara hak dan kewajiban pada tawon dan pohon ara.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (Q.S. Ali Imran : 190)

Kisah tawon dan pohon ara adalah isyarat dari sang Pencipta. Seandainya saja manusia dapat memahami hikmah yang terkandung di dalamnya. (Berbagai Sumber)

sumber : http://www.eramuslim.com/konsultasi/thibbun-nabawi/kisah-nyata-persahabatan-tawon-dan-pohon-ara.htm#.URC1GfKl7s0
 

Lebah Menyukai Permen , dan Hasilkan Madu Berwarna Aneh

Pernahkah anda melihat madu berwarna biru, hijau atau malah terlihat seperti coklat cair? Warna madu yang tidak lazim seperti yang telah disebutkan bukanlah madu yang berasal dari dunia dongeng di negeri khayalan, namun benar-benar telah terjadi.

Pada 11 Oktober 2012, Situs National Geographic memberitakan peternak lebah di Timur Laut Negara Prancis mulai menemukan keanehan pada sarang-sarang lebah di peternakan mereka. Para peternak lebah menemukan sarang-sarang lebah mulai terisi madu yang berubah warnanya menjadi berwarna biru dan hijau.
Melihat keanehan yang terjadi maka para peternak lebah di kota Ribeauville, Prancis, melakukan penyelidikan dan akhirnya mereka menemukan akar permasalahannya.

Alih-alih mengumpulkan nektar dari bunga, lebah lokal malah memakan sisa-sisa cangkang permen M&M berwarna yang tengah diproses oleh pabrik sampah pengolah biogas. Pabrik pengolahan biogas tersebut diketahui berjarak sekitar 4 kilometer dari lokasi peternakan lebah.

Mengetahui berpalingnya lebah-lebah ke pabrik tersebut, pihak pabrik akhirnya segera membersihkan setiap pintu masuk penampungan atau kontainer yang tidak tertutup dimana limbah permen M&M ditampung.
Selain itu untuk menghindari kejadian terulang, penyimpanan limbah akan direlokasi di ruang tertutup. Ini dikarenakan permasalahan perubahan warna pada madu adalah berita buruk bagi peternak lokal.

Di Prancis madu berwarna aneh tidak bisa dijual, karena Negara tersebut memiliki ketetapan standar atas kualitas madu yang diproduksi. Adapun standar warna madu yang dapat diizinkan untuk dijual adalah hampir tidak berwarna sampai coklat tua. Sumber madu pun haruslah berasal dari nektar, selain itu madu tidak diperkenankan untuk dijual.

Kejadian berpalingnya lebah kepada permen memperberat masalah para peternak lebah di Timur Laut Prancis yang dalam satu tahun normalnya dapat memproduksi madu sekitar satu ton per tahun. Sebelumnya, mereka juga dihadapkan pada tingginya angka kematian lebah dan rendahnya produksi madu akibat musim dingin yang berat.

Kejadian madu berwarna aneh boleh saja menjadi hal langka, namun kenyatannya keterangan atas kejadian ini telah dinyatakan oleh Al-Qur’an sejak 14 abad silam. Bahkan Ibnu Katsir mengungkapkan dengan tegas keterkaitan antara warna madu dan makanan sang lebah.
Dalam surat An-Nahl ayat 69 disebutkan,

 ŁŠَŲ®ْŲ±ُŲ¬ُ Ł…ِنْ ŲØُŲ·ُŁˆŁ†ِهَŲ§ Ų“َŲ±َŲ§ŲØٌ Ł…ُŲ®ْŲŖَŁ„ِفٌ Ų£َŁ„ْوَانُهُ فِŁŠŁ‡ِ Ų“ِفَŲ§Ų”ٌ Ł„ِلنَّŲ§Ų³ِ ۗ Ų„ِنَّ فِي Ų°َٰŁ„ِكَ Ł„َآيَŲ©ً Ł„ِŁ‚َوْŁ…ٍ يَŲŖَفَكَّŲ±ُŁˆŁ†

“…Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang-orang yang memikirkan.”

Menurut Ibnu Katsir maksud, “Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya,” madunya itu berwarna putih, kuning, merah, dan warna lainnya sesuai dengan warna makanannya. Subhanallah

sumber : http://www.eramuslim.com/konsultasi/thibbun-nabawi/lebah-menyukai-permen-dan-hasilkan-madu-berwarna-aneh.htm#.URC0VPKl7s0
 

Ingin Wangi Seperti Rasul ?, Gunakan Ambergis, Parfum Mahal Kesukaan Rasulullah

Beberapa waktu lalu seorang bocah asal Inggris yang baru berusia delapan tahun sempat membuat kehebohan karena menemukan sebongkah batu senilai 6500 dollar Amerika. Charlie Naysmith adalah nama anak yang beruntung tersebut.

ketika itu Charlie bersama ayah dan anjingnya sedang berjalan di Pantai Dorset, Inggris, namun kemudian ia tersandung oleh sebongkah batu yang mirip seperti lilin.

“Charlie dan aku hanya keluar untuk berjalan-jalan di pantai seperti biasa bersama anjing kita, ketika ia menemukan batu karang yang tampak seperti lilin ini,” ujar Alex Naysmith ayah anak tersebut kepada ABC News.

“Dia selalu mengambil barang-barang, dan ia bergurau seolah-olah batu itu benar-benar berat. Kenyataannya, batu itu cukup ringan dan mengingatkan saya pada sesuatu yang saya lihat di berita bahwa benda seperti itu telah ditemukan di Selandia Baru.” Ujar Alex melanjutkan.

Charlie dan ayahnya kemudian mencoba mendari tahu mengenai batu tersebut. Hasilnya, mereka berdua terkejut karena batu tersebut ternyata adalah ambergris dengan berat 0,45 kilogram yang bila diuangkan bisa bernilai lebih dari 600 juta rupiah.

Mengapa ambergris sangat mahal? Ternyata, ambergris atau yang dalam bahasa Arab disebut “anbar” memiliki peran sentral dalam industri parfum kelas dunia dan ini telah berlangsung selama ribuan tahun lamanya.

Rasulullah pun pernah memakai minyak wangi yang terbuat dari ambergris sebagaimana tercatat dalam hadits riwayat An-Nasa’i:

Ų¹َنْ Ł…ُŲ­َŁ…َّŲÆِ ŲØْنِ Ų¹َŁ„ِيٍّ Ł‚َŲ§Ł„َ Ų³َŲ£َŁ„ْŲŖُ Ų¹َŲ§Ų¦ِŲ“َŲ©َ Ų£َكَانَ Ų±َŲ³ُŁˆŁ„ُ اللَّهِ ŲµَŁ„َّى اللَّهُ Ų¹َŁ„َيْهِ وَŲ³َŁ„َّŁ…َ يَŲŖَŲ·َيَّŲØُ Ł‚َŲ§Ł„َŲŖْ نَŲ¹َŁ…ْ ŲØِŲ°ِكَŲ§Ų±َŲ©ِ الطِّيبِ Ų§Ł„ْŁ…ِŲ³ْكِ وَŲ§Ł„ْŲ¹َنْŲØَŲ±ِ

Dari Muhammad bin Ali ia berkata, “Aku pernah bertanya kepada ‘Aisyah, ‘Apakah Rasulullah memakai parfum? ia menjawab, “Ya! dengan minyak wangi misk dan ‘anbar.”

Saat itu pun minyak wangi yang terbuat dari ambergris telah dikenal sebagai barang mahal, oleh karenanya dalam hadits lain Rasulullah menyebut minyak wangi sebagai kesenangan dunia, “Kesenangan duniawi yang ku sukai adalah wanita dan minyak wangi. Dan dijadikan kesejukan mataku di dalam shalat.” (H.R. An-Nasa’i)

Ambergris adalah minyak terbaik setelah minyak kesturi, ia mampu menghasilkan wangi khas yang disukai manusia. Bau ambergris memiliki beberapa variasi aroma mulai dari wewangian bersahaja, mirip misik, hingga beraroma manis.

“Satu tetes ambergris bisa merubah sebuah parfum.” Kata Claire Payne, ahli aroma terapi dan parfum kepada ABC News. “ Ambergris adalah apa yang kita sebut wangi khas hewan, berbeda dengan wangi jeruk atau aroma buah. Ia seperti misik, dan kami menggunakannya pada beberapa wewangian kami,” Dia menambahkan.

Bahkan situs Nationalgeographic.co.id menulis, bahwasannya parfum dengan cita rasa tinggi yang diproduksi oleh merek terkenal seperti Chanel dan Lanvin mengambil keuntungan dari ambergris yang mampu memberikan aroma harum bagi kulit manusia.

Ambergris adalah zat mirip bubur yang dikeluarkan oleh paus sperma (Physeter macrocephalus). Para ilmuan mengatakan zat tersebut dikeluarkan ketika paus memakan cumi-cumi untuk melapisi bagian cumi-cumi yang dapat membuat iritasi tenggorokan atau perut mereka. Kemudian zat tersebut membungkus bagian cumi-cumi yang dapat mengiritasi lalu paus membuangnya keluar tubuh.

Ambergris yang telah mengeras biasanya akan terdampar di pinggir pantai. Selain itu ambergris sangat langka, dikarenakan tidak mudah untuk mendapatkannya meski dengan memburunya hingga ke tengah lautan. Oleh karenanya wajar harganya sangat mahal. Untuk satu ons saja perusahaan parfum bisa merogoh kocek hingga ribuan dolar dan ini sebanding dengan harga dan kualitas parfum yang akan dihasilkan.
Di samping kabar yang menggiurkan tentang ambergris, ada juga berita buruknya. Ya, beberapa Negara telah melarang penggunaan ambergris sebagai bahan baku industri. Sementara Amerika Serikat sejak tahun 1972 telah menetapkan bahwa kepemilikan dan menggunakan ambergris dalam parfum adalah sesuatu yang illegal, ini dikarenakan status paus sperma yang terancam punah.

Meskipun begitu permintaan terhadap ambergris di beberapa Negara asing terutama di Negara fashion seperti Prancis, sampai saat ini masih tetap tinggi. (Berbagai Sumber)

Oleh: Joko Rinanto
 

Studi: Fast Food bisa memperparah penyakit asma

 Fast Food atau makanan cepat saji ternyata juga berbahaya bagi penderita penyakit asma dan eksim atau eksema, berdasarkan studi internasional terbaru yang dilaporkan oleh News Australia pada Selasa (15/1/2013).

Sebuah studi internasional yang melibatkan setengah juta anak-anak dan remaja yang menemukan tiga porsi atau lebih memakan makanan Fast Food dalam sepekan terkait dengan resiko asma yang parah, eksema dan rinitis, sebuah kondisi yang ditandai dengan hidung meler dan mata berair.

Studi ini, yang dipublikasikan pekan ini dalam jurnal pernapasan Thorax, menemukan 39 persen dan 27 persen peningkatan resiko keparahan asma dialami oleh remaja dan anak-anak masing-masing, yang mengkonsumsi tiga porsi atau lebih Fast Food dalam sepekan.

Mentega, margarin dan pasta juga terkait dengan asma berat pada para remaja.

Tetapi sebaliknya, buah memiliki efek perlindungan terhadap kondisi alergi. Memakan tiga atau lebih dapat dikaitkan dengan penurunan keparahan antara 11 persen dan 14 persen di antara remaja dan anak-anak masing-masing.
Studi ini adalah bagian dari Studi Internasional terkait Asma dan Alergi pada masa kanak-kanak, sebuah proyek penelitian besar mencakup lebih dari 100 negara dan hampir dua jua anak-anak di seluruh dunia.

Penulis laporan penelitian ini, termasuk Profesor Colin Robertson dari Murdoch Children's Research Institute di Melbourne, Australia, mengatakan bahwa ada alasan yang masuk akal bahwa Fast Food bisa meningkatkan keparahan penyakit-penyakit tersebut.

Fast Food telah diketahui sering mengandung asam lemak jenuh yang tinggi yang dapat berdampak buruk pada kekebalan tubuh.

Sementara buah-buahan kaya akan antioksidan dan senyawa bermanfaat lainnya.

Peneliti menimpulkan bahwa dengan memakan buah-buahan dan sayuran secara rutin dapat melindungi dari penyakit asma, alergi dan penyakit-penyakit tidak menular lainnya.

Ketua Asosiasi Dewan Asma Nasional Australia Profesor Noela Whutby mendukung penelitian lebih jauh ke dalam hubungan kausal antara makanan Fast Food dan asma, karenan faktor demografi dan lingkungan lainnya juga bisa berperan.

sumber : http://arrahmah.com/read/2013/01/15/26146-studi-fast-food-bisa-memperparah-penyakit-asma.html
 

Penelitian ilmiah pengaruh bacaan al Qur’an pada syaraf, otak dan organ tubuh lainnya. Subhanallah, menakjubkan!


 "Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur'an...".

Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Alquran, seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan fisiologis yang sangat besar.

Penurunan depresi, kesedihan, memperoleh ketenangan jiwa, menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya. Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan.

Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Alquran berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.

Penelitian Dr. Al Qadhi ini diperkuat pula oleh penelitian lainnya yang dilakukan oleh dokter yang berbeda. Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Quran terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mendengarkannya.

Kesimpulan hasil uji coba tersebut diperkuat lagi oleh penelitian Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston. Objek penelitiannya terhadap 5 orang sukarelawan yang terdiri dari 3 pria dan 2 wanita. Kelima orang tersebut sama sekali tidak mengerti bahasa Arab dan mereka pun tidak diberi tahu bahwa yang akan diperdengarkannya adalah Al-Qur'an.

Penelitian yang dilakukan sebanyak 210 kali ini terbagi dua sesi, yakni membacakan Al-Qur'an dengan tartil dan membacakan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an. Kesimpulannya, responden mendapatkan ketenangan sampai 65% ketika mendengarkan bacaan Al-Qur'an dan mendapatkan ketenangan hanya 35% ketika mendengarkan bahasa Arab yang bukan dari Al-Qur'an.

Al-Qur'an memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat Al-Qur'an dari tape recorder menunjukkan respons tersenyum dan menjadi lebih tenang.

Sungguh suatu kebahagiaan dan merupakan kenikmatan yang besar, kita memiliki Al-Qur'an. Selain menjadi ibadah dalam membacanya, bacaannya memberikan pengaruh besar bagi kehidupan jasmani dan rohani kita. Jika mendengarkan musik klasik dapat memengaruhi kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosi (EQ) seseorang, bacaan Al-Qur'an lebih dari itu. Selain memengaruhi IQ dan EQ, bacaan Al-Qur'an memengaruhi kecerdasan spiritual (SQ).

Mahabenar Allah yang telah berfirman, "Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat" (Q.S. 7: 204).

sumber : http://arrahmah.com/read/2012/06/26/21226-penelitian-ilmiah-pengaruh-bacaan-al-quran-pada-syaraf-otak-dan-organ-tubuh-lainnya-subhanallah-menakjubkan.html
 

Wanita Yahudi Australia Beralih Ke Islam Karena Menonton Film Malcolm X

Malcolm-X. Siapa tak kagum dengan sosok pria Afro-Amerika Muslim tersebut dalam memperjuangkan hak warga kulit hitam. Dia juga dikenal sebagai tokoh antirasisme yang menginspirasi banyak orang.
Meski telah wafat sekitar 47 tahun silam, buku dan film biografinya mengekalkan visi antirasisme dan nilai humanis Islam yang ia seru selama hidupnya. Sara, wanita Australia keturunan Yahudi, adalah salah seorang yang mendapat semangat sang Malcolm.

Saat itu, Sara baru berusia 22 tahun. Bersama teman-teman kuliahnya, ia menonton film Malcolm-X yang dirilis pada 1992. Selama film diputar, tak ada yang dirasakan Sara kecuali rasa kagum. Ia bahkan berlutut selama berjam-jam di sebuah lorong sepulang menonton film, mematung dan tak mampu bergerak apalagi berkatakata. “Saat itu aku benar-benar sangat tersentuh hingga aku berlutut di lorong jalan. Aku tak tahu mengapa melakukan itu. Banyak orang menatapku, tapi aku hanya ingat melakukan itu karena sangat tersentuh,” kata Sara.

Dalam film itu, ia mengaku sangat terkesan dengan scene yang mengisahkan perjalanan Malcolm ke Tanah Suci. Saat berhaji, Malcolm yang sebelumnya menganggap warga kulit putih adalah setan, menyadari bahwa di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, seluruh bangsa, baik kulit putih maupun hitam, adalah sama. Mereka sama-sama menyerahkan diri, beribadah kepada-Nya. Malcolm pun menyadari bahwa memperjuangkan hak warga kulit hitam bukanlah dengan membenci warga kulit putih.

“Perjalanan haji telah membuka cakrawala berpikir saya. Saya melihat hal yang tidak pernah saya lihat selama 39 tahun hidup di Amerika Serikat. Saya melihat semua ras dan warna kulit bersaudara dan beribadah kepada satu Tuhan tanpa menyekutukannya. Kebenaran Islam telah menunjukkan kepada saya bahwa kebencian membabi buta kepada semua orang putih adalah sikap yang salah seperti halnya jika sikap yang sama dilakukan orang kulit putih terhadap orang kulit hitam,” kata Malcolm dalam film itu.

Ada dua hal yang membuat Sara tersentuh dari kata-kata itu. Pertama, seorang tokoh besar seperti Malcolm mengakui kesalahannya terkait pandangannya mengenai kulit putih. Kedua, fakta yang diungkap Malcolm bahwa tak ada perbedaan etnis dalam Islam. “Aku terkesan dengan kerendahan hatinya. Aku juga terkesan pada fakta bahwa ia (Malcolm) ketika pergi ke Makkah menyatakan, ‘Wow, di sini adalah tempat di mana ada kesetaraan ras.’ Hal itu benar-benar menginspirasi aku,” ujar Sara.
Meski berdarah Yahudi, Sara mengakui, keluarganya bukanlah penganut agama Yahudi yang taat. Kakeknya merupakan Yahudi murtad yang beralih ke agama Mormonisme. Ibunya pun seorang misionaris Mormon. Na un, keduanya bahkan seluruh keluarganya tak benar-benar meyakini agama mana pun, namun tak pula mengakui sebagai penganut ateis.

“Jadi, aku dibesarkan tanpa agama mana pun dengan benar, kecuali apa yang aku kira menjadi budaya Australia, seperti pergi ke sekolah Minggu dan sebagainya,” kenang Sara. Saat beranjak dewasa, Sara pindah ke Sydney untuk kuliah dan bekerja. Di sanalah ia menonton Malcolm-X, sebuah film yang mengawali perjalanan panjangnya mengenal Islam.

Sepucuk undangan

Beberapa tahun setelah menonton film itu, Sara belum benar-benar menemukan kesejatian Islam. Namun, ia menjadi penggemar berat sosok Malcolm-X yang notabene seorang Muslim. Ia pun terus bertanya-tanya dan penasaran akan agama Islam. Namun, pernikahannya dan kesibukan berkeluarga melupakan sejenak rasa penasaran Sara.

Hingga suatu hari, ia mendapat undangan untuk menghadiri kegiatan “Hari Dakwah” yang diselenggarakan sebuah komunitas Muslimah. Kegiatan tersebut bertujuan menjembatani kesenjangan antara Muslim dan non-Muslim, terutama menyusul merebaknya kesalahpahaman terhadap Islam pascaperistiwa 11 September. Mendapati undangan dari sebuah milis (mailing list) tersebut, Sara pun teringat kembali akan ketertarikannya pada Islam. “Aku pun mengikuti kegiatan itu.”

Tiba di lokasi acara, Sara mendapati seluruh wanita mengenakan jilbab. Bahkan, wanita pertama yang menyambutnya di depan pintu memakai burqa hingga seluruh tubuhnya tertutup. Namun, Sara tak merasa terganggu.“Justru setiap saya melihat wanita yang mengenakan burqa atau niqab (cadar), saya menilai ia seorang yang amat religius,” ujar ibu dua anak tersebut.

Sara mengikuti acara dari awal hingga usai. Ia terhanyut dengan pengetahuan Is lam yang ia dapatkan di sana. Sebuah pengetahuan yang menurutnya tak mungkin diperoleh di bangku pendidikan. Sebuah pengetahuan yang sangat berharga, layaknya harta karun yang selama ini tak pernah dilihatnya. Ia benar-benar mendapat hari yang sangat menakjubkan.

Rasa takjub Sara pun memuncak saat di bacakan ayat-ayat Al-Quran. Saat itulah, ia merasa menyesal mengapa selama ini tak pernah membaca kitab suci umat Islam ini, padahal telah banyak buku agama yang ia baca. “Aku merasa ingin menangis. Itu (Al-Quran) begitu indah dan saya berpikir itu adalah hal paling suci yang pernah saya dengar.”

Sepulang mengikuti kegiatan itu, Sara diam-diam membaca Al-Quran. Selama beberapa bulan, ia terhanyut dengan isi Al-Quran yang begitu menakjubkan. Meski belum bersyahadat, Sara merasa ingin melakukan apa yang ia baca. Ia pun mulai mengenakan pakaian tertutup meski belum berjilbab. Ia bersilaturahim dengan menemui komunitas Muslim.

Perubahan Sara mulai dirasa janggal oleh sang suami. Sara pun mulai mencoba membicarakan tentang Islam pada suaminya, namun tak pernah berhasil. Sang suami selalu menganggap pembicaraan tentang Islam sebagai omong kosong dan angin lalu.

Bersyahadat Bersama Suami

Terkejut. Itulah yang dirasakan Sara tatkala suatu hari suaminya yang selama ini enggan membicarakan Islam tiba-tiba ingin bersyahadat bersamanya. Hal tersebut ber mula saat ayah mertua Sara meninggal dunia. Beberapa saat setelah kabar kematian itu datang, suaminya mendapat kiriman Alquran dari seorang teman Sara di kegiatan “Hari Dakwah”. Pasangan suami istri ini kemudian takziah ke Melbourne, tempat jenazah dimakamkan.

Di tengah kedukaan, Sara terkesima dengan pengurusan jenazah Muslim yang sangat sederhana. Meski suami Sara bukan seorang Muslim, ia merupakan keturunan Tur ki Muslim. “Saya sangat terkesan, itu sangat sederhana, indah. Orang-orang menempatkan ayah di liang lahat dengan tangan mereka. Hal itu benar-benar membuat saya tersentuh. Saya pikir itu benar-benar indah. Jadi, itu semua adalah bagian yang juga datang dari Islam,” kata Sara.

Sepulang dari pemakaman, Sara berbincang dengan sang suami di dalam mobil. Sara menyatakan telah memantapkan hati untuk bersyahadat dan benar-benar akan memeluk agama Islam. “Aku ingin melantunkan syahadat hari ini,” ujar Sara kepada sang suami.

Sungguh mengejutkan karena Sara tak mendapati penolakan ataupun penyangkalan dari sang suami. Lebih mengejutkan lagi, suaminya juga menyatakan keinginan untuk menjadi Muslim. “Aku terkejut sekaligus gembira. Selama ini, aku khawatir apa yang akan terjadi jika aku menjadi seorang Muslim sementara suami tak menginginkannya.”

Malam itu, Sara bersama suami memasuki masjid.
 Disak sikan sejumlah kerabat dan teman, mereka duduk di depan seorang imam. Keduanya pun mengucapkan syahadat, meyakini satu tuhan, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan memulai perjalanan hidup sebagai seorang Muslim dan Muslimah.

sumber : http://www4.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/wanita-yahudi-australia-beralih-ke-islam-karena-menonton-film-malcolm-x.htm#.UQVCKPKDDs0
 

IYAS BIN MU’AWIYAHIYAH AL-MUZANNI

 "Dia memiliki keberanian Amru, lapang dadanya Hatim, kebijakan
Ahnaf dan kecerdasan lyas."
(Abu Tamam)

Malam  itu, Amirul  Mukminin  Umar bin Abdul  Aziz  tak bisa tidur, hilang  rasa  kantuknya,  tak mampu  memejamkan matanya,  resah dan  gelisah  hatinya.  Di  saat malam  yang  sangat dingin  itu,  di  Damsyik  pikiran  beliau  sedang  sibuk  dengan  urusan pemilihan  qadhi  di Bashrah yang  diharapkan  dapat menegakkan keadilan di tengah manusia, yang akan menghukum  dengan hukum  Allah yang diterapkan  tanpa gentar  dan gila pujian.

Pilihannya  jatuh  pada  dua  orang  yang  dipandangnya  bak  kuda balap  kembar  dalam  ilmu  fiqih,  tegas dan  kukuh  dalam  kebenaran, cemerlang pemikiran-pemikirannya  dan  tepat  dalam pandangannya. Jika didapatkan  satu keunggulan  tertentu  dari  salah satu dari  keduanya, ia memiliki  keunggulan  lain yang mampu  mengimbanginya.

Keesokan harinya  beliau  mengundang  walinya  di  Irak  yang  bernama Adi  bin  Arthah  yang  ketika  itu  berada  di  Damaskus. Beliau berkata: "Wahai Adi,  panggillah  Iyas bin Mu'awiyah  Al-Muzanni  dan Al-Qasim  bin  Rablah  Al-Haritsi.  Ajaklah  keduanya  membicarakan perihal pengadilan  di Bashrah,  lalu pilihlah  salah satu dari keduanya “Adi  menjawab:  "Saya mendengar  dan  saya taat wahai  Amirul  Mukminin."

Adi  bin  Arthah  mempertemukan  antara  Iyas  dan  Al-Qasim  lalu berkata: "Amirul  Mukminin  -semoga Allah  memanjangkan  umurnya- memintaku  untuk  mengangkat  salah satu dari  kalian  sebagai kepala pengadilan  Bashrah. Bagaimana pendapat  kalian berdua?,,

Masing-masing  mengatakan  bahwa  rekannyalah  yang  lebih  utama (Iyas menganggap  Al-Qasim  lebih  utama  sedangkan  Al-Qasim  memandang  bahwa  Iyas  lebih  utama  darinya-Pent)  sambil  menyebutkan keutamaan,  ilmu  dan kefakihannya.
Adi  berkata:  "Kalian  tidak  boleh  keruar  dari  sini  sebelum  kalian memutuskannya,"

Iyas berkata:  "wahai  Amir, Anda  bisa menanyakan  tentang  diriku dan Al-Qasim  kepada dua  fuqaha  Irak  temama,  yaitu  Hasan AI-Basri dan Muhammad  bin  Sirin,  karena  keduanyalah  yang  paling  mampu membedakan  antara kami berdua."

Iyas mengatakan  seperti  itu  karena  Al-Qasim  adalah murid  dari kedua ulama  tersebut, sedangkan Iyas sendiri  tidak  punya  hubungan apapun  dengan mereka. Al-Qasim  menyadari  bahwa  Iyas akan memojokkannya,  sebab  kalau pemimpin  Irak  itu bermusyawarah  dengan kedua  ulama  itu,  tentulah  mereka akan memilih  dia  dan bukan  lyas. Maka dia segera menoleh kepada Adi  dan berkata: “Wahai Amir  janganlah Anda menanyakan perihalku  kepada siapapun. Demi Allah  yang  tiada
Ilah  selain Dia,Iyas  lebih mengerti  tentang  agama Allah  dari pada aku  dan  lebih mampu  untuk  menjadi  hakim.  Bila aku bohong  dalam sumpahku  ini,  maka  tidak  patut  Anda  memilihku  karena  itu  berarti memberikan  jabatan  kepada orang  yang  ada cacatnya. Bila aku  jujur, Anda  tidak  boleh mengutamakan  orant  yang  lebih  rendah,  sedangkan di sini ada yang  lebih utama."

Iyas berpaling  kepada  amir  dan berkata:  "wahai  Amir,  Anda  memanggil  orang  untuk  dijadikan  hakim.  Ibaratnya  Anda  letakkan  ia di  tepi  jahannam, lalu  orang  itu  (yakni  Al-Qasim-Pent)  hendak  menyelamatkan  dirinya dengan  sumpah  palsu,  yang  dia bisa meminta  ampun kepada  Allah dengan  beristighfar  kepada-Nya,  dan  selamatlah  ia dari apa yang ditakutinya."

Maka Adi  berkata kepada Iyas: "orang  yang berpandangan  seperti dirimu  inilah  yang  layak  untuk  menjadi  hakim.“ Lalu  diangkatlah Iyas sebagai qadhi  di  Bashrah.
_
Siapakah  gerangan  orang  yang  dipilih  oleh  khalifah  yang  zuhud, Umar  bin  Abdul  Aziz  untuk  menjadi  qadhi  di  Basharh ini? Siapakah beliau sebenarnya yang karena kecerdasan, kepandaian  dan kejeniusannya sampai dijadikan  sebagai simbol  dan permisalan  sebagaimana permisalan  kedermawanan  Hatim  Ath-Tha'i,  kebijakan  Ahnaf  bin Qais, keberanian Amru  bin Ma'di?

Abu  Tammam  memuji  Ahmad  bin Mu'tasham  dengan ungkapannya:

Memiliki  keberanian  Amru
Kedermawanan  Hatim
Kebijaksanaan  Ahnaf
Dan kecerdasan  lyas

Mari  kita  telusuri  perjalanan  hidup  tokoh  ini  dari  awal  mulanya, sebab  dia memiliki  sejarah yang benar-benar menakjubkan.

Nama  beliau  adalah  Iyas bin Mu'awiyah  bin  Qurrah  Al-Muzanni, lahir  pada  tahun  46 H  di  daerah  yamamah  Najed.  Kemudian  beliau berpindah  ke Bashrah beserta seluruh  keluarganya.  Di  sanalah beliau tumbuh  berkembang  dan  belajar. Beliau  sering  mondar-mandir  ke Damaskus  ketika  masih  belia  untuk  menimba  ilmu  dari  sisa-sisa  sahabat yang  mulia  dan  tokoh-tokoh  tabi’in  yang  agung.

Telah nampak  bakat  dan  kecerdasan  putera Al-Muzanni  yang  satu  ini  sejak kecil.  orang-orang  sering membicarakan  kehebatan  dan beritanya  kendati  beliau masih kanak-kanak. Telah diriwayatkan  bahwa  ketika  masih  kecil beliau  belajar  ilmu
hisab di  sebuah sekolah yang  diajar  oleh yahudi ahli  dzimmah.  Pada suatu  hari  berkumpullah  kawan-kawannya  dari  kalangan  yahudi ini,  lalu  mereka  asyik  membicarakan  masalah  agama mereka  tanpa menyadari  bahwa  Iyas  turut  mendengarkannya.

Guru  Yahudi  itu berkata kepada  teman-teman  Iyas: "Tidakkah  kalian heran dengan  kaum muslimin  itu? Mereka berkata bahwa mereka akan makan  di surga, namun  tidak  akan buang  air besar?”
Iyas menoleh  kepadanya  lalu  berkata,

Iyas  : "Bolehkah  aku  ikut  campur  dalam  perkara  yang  kalian  perbincangkan  itu  wahai  guru?"
Guru:  "Silakan!"
Iyas  : "Apakah  semua  yang  dimakan  di  dunia  ini  keluar  menjadi kotoran?"
Guru:  "Tidak!"
Iyas  : "Lantas kemana perginya  yang  tidak  keluar  itu?"
Guru:  "Tersalurkan  sebagai makanan  jasmani."
Iyas  : "Lantas dengan alasan apa kalian mengingkari?  Jika makanan yang kita makan  di dunia  saja  sebagian hilang  diserap oleh tubuh, Maka tak mustahil  di jannah seluruhnya diserap  tubuh  dan menjadi makanan  jasmani."

Merasa  kalah  argumen,  guru  itu  memberikan  isyarat  dengan  tangannya  sambil berkata  kepada  Iyas:  "semoga  Allah  mematikanmu sebelum dewasa."

Bertambahlah  umumya  setahun demi  setahun, berita  tentang  kecerdasannya makin  ramai dibicarakan  orang. Telah diriwayatkan  bahwa  tatkala  beliau  masih  muda,  ketika  berada  di  Damaskus  pernah bersengketa dengan seorang  tua penduduk  kota tersebut  tentang suatu hak  kepemilikan.  Setelah putus  asa menyelesaikannya  dengan  adu argumen,  maka masalah  tersebut  dibawa  ke pengadilan.

Ketika  keduanya  telah  berada  di  depan  hakim,  Iyas mengemukakan  argumennya  dengan  suara  lantang  kepada  rivalnya.  Lalu  ditegur  oleh qadhi.

Qadhi  :  "Rendahkanlah  suaramu wahai  anak!, karena rivalmu  adalah seorang yang  sudah  besar baik  secara usia maupun  kedudukannya"

Iyas  : "Akan  tetapi  kebenaran  lebih  besar dari  dia."
Qadhi  : (dengan  marah  berkata)  "Diam"'
Iyas  :  "Siapakah yang akan mengemukakan alasanku jika akudiam?,,
Qadhi  : “Aku  tidak  mendapatkan  semua keteranganmu  sejak masuk majelis ini  selain kebathilan."
Iyas  :  "Laa  ilaahn  illallaahu wahdahu  laa  syariikalahu,  jujurlah,  apakah kata-kataku  haq  ataukah  bathil?"
Qadhi  : "Benar,  demi  Rabb-ul  Ka'bah..benar"

Semangat Putera Al-Muzanni  ini  semakin membara  untuk  memperdalam  ilmu.  Hingga  akhirnya  sampailah  pada  suatu  titik  menakiubkan  yang dikehendaki  Allah.  Sehingga orang-orang  tua pun menaruh hormat  kepadanya, belajar darinya meskipun beliau  masih sangat belia.

Pada suatu  tahun,  ketika  Abdul  Malik  bin  Marwan  mengunjungi Bashrah sebelum menjadi  khalifah,  dia  melihat  Iyas  yang  masih  remaja  dan belum  lagi  tumbuh  kumisnya  berada paling  depan sebagai pemimpin,  sedangkan dibelakangnya  ada empat orang qurra,  (pengafal Al-Qur'an)  yang  sudah berjenggot  panjang  dengan pakaian  resmi berwarna  hijau. Maka  Abdul  Malik  berkata:  "Celaka  benar orang-orang berjenggot  ini, apakah di sini tak ada  lagi orang tua yang bisa memimpin,
sampai  anak sekecil ini  dijadikan  pemimpin  mereka ?” Lalu dia menoleh kepada
Iyas dan bertanya:  "Berapa usiamu wahai  anak muda?"

Iyas menjawab:  "Usiaku sama dengan  usia Usamah bin  Zaid  saat diangkat oleh Rasulullah   sebagai  panglima pasukan yang di dalamnya ada Abu  Bakar dan Umar wahai amir  -semoga  Allah memanjangkan umur  Anda-  ." Abdul  Malik  berkata: "Kemari, kewahai  anak  muda,  semota  Allah  memberkatimu."

Di  suatu  tahun,  orarng-orang keluar  untuk  mencari  hilal  Ramadan dipimpin  langsung  oleh  sahabat  utama  Anas  bin  Malik  Al-Anshari. Ketika  itu  beliau  telah  berusia  senja dan  hampir  mencapai 100  tahun.

Orang-orang  memperhatikan  seluruh  penjuru  langit,  namun  tidak melihat  apa-apa di  langit.  Akan  tetapi  Anas  terus  mencari-cari  lalu berkata:  "Aku  telah melihat  hilal,  itu  dia!"  Sambil menunjuk  dengan tangannya  ke langit, padahal  tak seorangpun  melihatnya  selain  beliau.

Ketika  itu,  Iyas memperhatikan  Anas,  ternyata  ada sehelai rambut  panjang  yang  berada di  alisnya  hingga  menjulur  di  pelupuk matanya. Dengan  santun  Iyas meminta  ijin  untuk  merapikan  rambut Anas yang menjulur  itu,lalu  bertanya:  "Apakah  Anda  masih melihat hilal  itu, wahai  sahabat Rasulullah ?"
Anas :  "Tidak, aku tidak melihatnya...aku  tidak,melihatnya..."

Tersebarlah  berita  tentang  kecerdasan  Iyas,  orang-orang  berdatangan kepadanya  dari berbagai  penjuru  untuk bertanya  tentang  ilmu dan  agama. Sebagian ingin  belajar, sebagian lagi  ada yang  ingin  menguji  dan  ada pula  yang  hendak  berdebat  kusir.

Di  antara mereka  ada Duhqan  (seperti jabatan  lurah  di  kalangan Persi dahulu)  yang  datang  ke majelisnya  dan bertanya,

Duhqan:  "Wahai  Abu  Wa'ilah,  bagaimana  pendapatmu  tentang  minuman  yang  memabukkan?"

Iyas  : "Haram!"
Duhqan: “Dari sisi mana dikatakan  haram,  sedangkan  ia tak  lebih  dari buah dan air yang  diolah, sedangkankeduanya  sama-sama  halal?"

Iyas  : "Apakah  engkau  sudah selesai  bicara, wahai  Duhqan,  ataukah  masih  ada  yang  hendak  kau  utarakan?"

Duhqan:  "Sudah,  silakan  bicara!"
Iyas  : "seandainya  kuambil  air dan kusiramkan  ke mukamu'  apakah  engkau  merasa sakit?"
Duhqan  : "Tidakl"
Iyas  : "Jika kuambil  segenggam  pasir  dan  kulempar  kepadamu,
apakah  terasa sakit?"
Duhqan:  "Tidak!"
Iyas  : "Jika aku mengambil  segenggam  semen dan kulempar  kepa-
damu, apakah terasa sakit?"
Duhqan:  "Tidak!"
Iyas  :  "Sekarang,jika kuambil pasir  lalu kucampur  dengan  segenggam  semen, lalu aku  tuangkan  air di atasnya dan kuaduk,  lalu  kujemur  hingga  kering,  lalu  kupukulkan  ke kepalamu,  apakah  engkau merasa sakit?"
Duhqan:  "Benar,  bahkan  bisa membunuhku.,,
Iyas  :  "Begitulah  halnya  dengan  khamr.  Di  saat kau  kumpulkan bagian-bagiannya  lalu  kau  olah  menjadi  minuman  yang  memabukkan,  maka  dia  menjadi  haram."

Ketika  beliau  menjabat  sebagai qadhi  atau  hakim  telah  terbukti bahwa  dia benar'benar  orang  yang  cerdas, lihai  dan memiliki  kemampuan besar  dalam menyingkap  hakikat  suatu masalah sampai seakar-akamya.

Pemah  terjadi  sengketa antara dua  orang. yang satu berkata bahwa  dia  telah  menitipkan  sejumlah  harta  kepada  temannya,  tetapi ketika  ia memintanya lagi,  temannya  itu  mengelaknya.  Iyas bertanya kepada  tertuduh  dan dia  tetap mengingkarinya  sambil berkata: “Bila kawanku  ini  punya  bukti,  silakan  didatangkan,  kalau  tidak  maka tiada jalan baginya  untuk  menjatuhkan  aku kecuali dengan sumpah.”
,
Iyas  khawatir  jika  orang  itu  makan  harta  yang  bukan  haknya dengan  sumpahnya.  Maka  dia  berpaling  kepada  si penuduh  dan bertanya:  "Di  manakah  tempat  engkau  menitipkan  harta  itu  kepadanya?" Dia berkata:  "Di  suatu  tempat  bemama  anu."  Iyas bertanya: "Bagaimana  ciri-ciri  tempat  itu?"
_
Penuduh  menjawab:  "Di  sana ada  sebatang pohon  besar. Kami duduk  dan makan bersama dan ketika  kami  hendak beranjak pulang, kuserahkan  harta  itu  kepadanya."  Iyas berkata  kepadanya:  "pergilah ke  tempat  yang  terdapat  pohon  tersebut,  karena  bila  engkau  mendatanginya  bisa  jadi  akan  mengingatkan  kamu  dimana  telah  kau  letakkan  barang  tersebut,  setelah  itu  segeralah  kembali  ke  sini  untuk mengabarkan  apa yang  engkau  dapatkan  di  sana.

Kemudian  pergilah  orang  itu,  sementra  Iyas  berkata  kepada  si tertuduh  yang masih berada  dihadapannya:  "Tunggulah di sini sampai kawanmu  kembali."  Iapun  duduk  menanti.  Kemudian  Iyas mengurus perkara-perkara  lainnya  sambil  terus mengamati  tertuduh  secara  diam-diam.  Setelah  dilihatnya  dia  agak  tenang Iyas  bertanya:  "Apakah kiranya  kawanmu  itu  sudah  sampai  di  tempat  di mana  ia menitipkan hartanya  kepadamu?"
Tanpa menyadari  jebakan  Iyas  tersebut  ia menjawab:  "Belum,  karena tempatnya  jauh  dari  sini."  Mendengar  jawaban  tersebut Iyas sudah bisa menebak apa yang terjadi sesungguhnya, beliau berkata: "Wahai  musuh  Allah,  engkau  hendak  memungkiri  harta  itu  sedangkan sengkau  tahu  dimana  tempat  engkau menerimanya."

Orang  itu  tak bisa berkutik  lagi, lalu  mengakui khianatnya, Iyas  memanggil  polisi  untuk  menahannya  sampai  kawannya  datang.  Setelah kawannya  tiba, dia diperintahkan  untuk  mengembalikan  hartanya.

Bukti  kecerdasan Iyas  terlihat  pula  dalam  kasus berikut:

Ada  dua  orang yang berselisih  lalu mengadukan  persoalan kepadanya  tentang  dua  kain  beludru  yang  biasa  diletakkan  di  atas kepala dan  dijulurkan  hingga  ke bahu.  Yang satu berwama  hijau,  masih baru dan mahal harganya, sedangkan yang  lain berwarna  merah dan  telah usang.

Si penuduh  berkata:  "Suatu ketika  saya istirahat  di  sebuah sungai untuk  mandi,  lalu aku  letakkan  beludru  milikku  yang berwarna  hijau bersama bajuku  di  pinggir  telaga. Lalu  datanglah  orang  ini  dan meletakkan  beludrunya  yang  berwama  merah  di  samping  beludruku lalu  terjun  ke telaga. Lalu  dia selesai  sebelum aku selesai...selanjutnya dia memakai  bajunya  namun  mengambil  beludru  milikku  lalu  dipakaikan  di  kepalanya  dan  langsung  beranjak pergi.  Ketika  aku  selesai
kuikuti  dia dan aku meminta  kembali beludruku,  namun dia mengatakan bahwa  beludru  tersebut miliknya.

Iyas berkata  kepada  lelaki  yang  dituduh:  "Bagaimana  komentar Anda?"  Dia menjawab:  "Tidak demikian  sebenamya." Kemudian  Iyas berkata  kepada  penjaga:  "Ambilkan  aku  sebuah sisir."  Lalu  diambilkanlah  sisir  untuk  beliau.  Selanjutnya  Iyas menyisir  kedua  rambut kepala  orang  tersebut,  lalu  keluarlah  dari  rambut  salah seorang dari mereka bulu  halus berwarna  merah yang  tercecer dari beludru  merah, yang  satunya  lagi  keluar  bulu  halus yang berwarna  hijau..lalu  beliau
memutuskan  beludru  yang  merah  bagi  yang  tercecer  di  rambut kepalanya bulu  kain merah dan beludru  hijau bagi yang  tercecer  bulu
kain  hijau  di  rambut  kepalanya'

Masih  ada lagi bukti  kecerdasan Iyas dan kejeniusannya.  Ada  seorang  di Kufah  yang menampakkan  sebagai orang baik-baik  di mata masyarakat dan menampakkan  sifat wara'  dan taqwa. Hingga  banyak sanjungan  tertuju  kepadanya,  dan orang-orang menjadikan  ia sebagai orang  kepercayaan dan  menitipkan  harta  kepadanya  bila  hendak bepergian  atau menitipkan  wasiat kepadanya bagi anak-anaknya  dan
keluarganya  ketika merasa hendak  datang ajalnya'

Ada seseorang  menitipkan  harta kepadanya, tapi ketika si empunya hendak mengambilnya,  dia mengelak.  Maka  orang itu  datang kepada Iyas dan melaporkan  hal  tersebut. Iyas bertanya  kepada penuduh:

"Apakah  kawanmu  itu  tahu  bahwa  engkau melapor  kepadaku?"  Dia
berkata, 'Tidak".
Iyas berkata:  "Kalau begitu pulanglah  dan besok saya minta  Anda  kembali  kemari."

Kemudian  Iyas memanggil  orang yang dipercaya memegang harta itu  (sekaligus sebagai  tertuduh)  dan berkata kepadanya:  "Ada banyak titipan  harta milik  anak yatim  di  tanganku  dan  tak  ada yang mengurusnya. Aku  pikir,  sebaiknya kutitipkan  saja  kepada Anda. Kujadikan engkau  sebagai wali  atas mereka. Apakah  rumahmu  cukup  aman dan Anda  memiliki  kelonggaran  waktu  untuk  mengurusnya?  Orang
itu  menjawab:  "Saya bersedia  wahai  qadhi."

Iyas berkata: "Kalau begitu,  datanglah  kemari besok lusa dan siapkan  tempat  untuk  menyimpan  harta  itu. Bawalah orang-orang  untuk membantu  membawanya."

Keesokan harinya  datanglah  penuduh  itu  kembali.  Iyas berkata kepadanya:  "Sekarang  datangilah  kawanmu  itu  dan  mintalah  hartamu  kembali,  jika  dia mengingkari  katakan  kepadanya:  "Akan  saya adukan  kamu  kepada  qadhi."

Orang  itupun  datang  kepada  kawannya  untuk  meminta hartanya, tetapi  dia tetap mengelak  dan tak mau mengakuinya.  Maka berkatalah penuduh  itu:  "Kalau  begitu,  sekarang  akan  aku  laporkan  engkau  kepada qadhi."

Begitu  mendengar ancaman  itu, orang yang khianat  tersebut segera mengembalikan  harta  yang  diamanatkan  kepadanya  lalu berdalih bahwa  dia  lupa  dan  sebagainya.

Setelah menerima  kembali  hartanya,  penuduh  menjumpai  Iyas sambil berkata:  "Kawanku  itu  telah mengembalikan  hartaku,  semoga Allah  membalas  kebaikan  Anda  atas jasa dan  budi  baikmu,  wahaiqadhi..."

Keesokan berikutnya,  sesuai  rencana, datanglah  si pengkhianat  itu kepada  Iyas dengan membawa  orang untuk  mengangkut  harta  yang dikatakan  Iyas.  Iyas  menghajarnya  dan  mengumumkan  kecurangannya. Beliau berkata: " Celakalah engkau musuh Allah! Kau jadikan agamamu  untuk  menipu."

Namun,  terkadang  kecerdasan dan kejeniusan  Iyas ada  juga  yang bisa mengalahkan  dengan argumen  yang mematahkannya.

Beliau bercerita tentang  dirinya:  "Aku  belum  pernah  kalah kecuali dengan satu orang. Ketika  itu di sidang pengadilan  Bashrah seseorang menjadi  saksi bahwa  kebun  anu  adalah  benar-benar  milik  si Fulan dan  dia  menguatkannya  kepadaku."
Aku  bertanya  untuk  menguji  kebenaran pengakuannya:  "Berapa jumlah  pohon  di dalamnya?  "' Orang  tersebut menunduk  sejenak,  lalu balik bertanya: "Berapa  lama tuan menjabat qadhi di majelis ini?" Aku menjawab:  "Sejak  beberapa tahun  yang  lalu."  Lalu  dia bertanya:  "Berapa jumlah  genting  di pengadilan  ini?"  Aku  tak mampu menjawabnya ,lalu  aku katakan:  "Kebenaran ada di pihakmu lalu kuterima  kesaksiannya itu.

Di  saat memasuki  ssia 76 tahun,  Iyas bin  Mu'awiyah  bermimpi bertemu  ayahnya  yang  telah wafat.  Keduanya  berlomba  naik  kuda, temyata  tak  ada  yang  menang.  Ayah  Iyas wafat  tatkala  bertsia  76 tahun.

suatu  malam  Iyas bertanya  kepada  keluarganya:  "Kalian  tahu  ini malam apa?"
"Tidak",  jawab  mereka.  Beliau  melanjutkan:  "Malam  ini  adalah bertepatan  dengan  malam  kematian  ayahku.”

Keesokan harinya, didapatkan  bahwa  Iyas telah wafat. semoga Allah merahmati  Iyas, hakim  yang  dikenal  sangat cerdas dan  jenius  pada masanya. (*)


Disalin dari :
SHUWAR MIN HAYATIT TABI’IN
KARYA :
Dr. ABDURRAHMAN RA’FAT BASYA

TERBITAN AT-TIBYAN SOLO
DENGAN
JUDUL JEJAK PARA TABI’IEN

DISALIN ULANG OLEH

ABU AMMAR

 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. abu-uswah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger