Latest Post

URWAH BIN ZUBAIR


“Barangsiapa yang  ingin melihat laki-laki penduduk  jannah, maka hendaknya melihat Urwah bin Zubeir.”
(Abdul Malik bin Marwan)

Pagi  itu, matahari memancarkan benang-benang cahaya keemasan di atas  Baitul Haram, menyapa ramah pelatarannya  yang suci. Di Baitullah, sekelompok sisa-sisa sahabat Rasulullah  Sallallahu ‘Alaihi Wasallam dan tokoh-tokoh  tabi'in  tengah mengharumkan  suasana  dengan
lantunan  tahlil dan  takbir, menyejukkan sudut-sudutnya dengan do'a-do'a  yang shalih.

Mereka membentuk  halaqah-halaqah,  berkelompok-kelompok  di sekeliling  Ka'bah  agung  yang  tegak berdiri  di  tengah Baitul Haram dengan kemegahan dan  keagungannya. Mereka memanjakan pandangan matanya dengan keindahannya  yang menakjubkan dan berbagi  cerita di  antara mereka, tanpa senda gurau  yang mengandung dosa.

Di  dekat  rukun  Yamani, duduklah  empat  remaja yang  tampan  rupawan,  berasal dari  keluarga yang mulia. Seakan-akan mereka adalah bagian dari perhiasan masjid, bersih pakaiannya  dan menyatu hatinya.

Keempat  remaja  itu  adalah Abdullah  bin  Zubair  dan  saudaranya yang bernama  Mus'ab  bin  Zubair,  saudaranya  lagi  bernama  Urwah bin Zubeir  dan satu lagi adalah Abdul  Malik  bin Marwan.

****************

Pembicaraan  mereka semakin serius.  Kemudian  seorang  di antara mereka mengusulkan  agar masing-masing mengemukakan  cita-cita rang  didambakannya.  Maka  khayalan  mereka melambung  tinggi  ke alam  luas dan cita-cita mereka berputar  mengitari  taman hasrat mereka
vang subur.

Mulailah  Abdullah  bin  Zubair  angkat  bicara:  "Cita-citaku  adalah menguasai seluruh  Hijaz  dan menjadi  khalifahnya."

Saudaranya, Mus,ab menyusulnya:''Keinginanku adalah dapat menguasai dua wiiayah  Irak  dan  tak ada yang merongrong  kekuasa-anku."

Giliran  Abdul  Malik  bin Marwan  berkata: "Bila kalian berdua sudah merasa  cukup  dengan itu, maka aku  tidak  akan puas sebelum  bisa menguasai seluruh  dunia dan menjadi khalifah setelah  Mu'awiyah  bin Abi Sufyan."

sementara  itu Urwah  diam seribu  bahasa,tak berkata sepatahpun. Semua mendekati  dan bertanya:  "Bagaimana denganmu'  apa  cita-citamu kelak wahai urwah?"  Beliau berkata:  "semoga Allah Subhanahu Wata'ala  memberkahi semua  cita-cita  dari urusan dunia kalian, aku ingin menjadi alim [orang berilmu  yang mau beramal], sehingga orang-orang  akan belajar
dan mengambil  ilmu  tentang  kitab  Rabb-nya,  sunnah  nabinya  dan hukum-hukum  agamanya dariku,  lalu aku berhasil  di  akhirat  dan memasuki jannah dengan ridha Allah  Subhanahu Wata'ala "'

Hari-hari  berganti serasa  cepat.  Kini  Abdullah  bin  zubait  dibai'at menjadi khalifah menggantikan  Yazid bin Mu'awiyah  yang telah meninggal.  Dia menjadi  hakim  atas Hijaz,  Mesir, Yaman, Khurasan  dan Irak yang  pada akhirnya terbunuh  di Ka'bah,  tak  jauh dari tempatnya mengungkapkan  cita-citanya dahulu.

sSedangkan Mus'ab bin  Zubair  telah menguasai Irak  sepeninggal saudaranya Abdullah  dan akhirnya  juga  terbunuh  ketika mempertahankan  wilayah  kekuasaannya.

Adapun  Abdul  Malik  bin Marwan,  kini  menjadi khalifah  setelah ayahnya wafat  dan bersatulah  suara kaum  muslimin  pasca terbunuhnya Abdullah  bin Zubair  dan saudaranya Mus'ab, setelah  kedua gugur  di  tangan  pasukannya.  Akhirnya,  dia berhasil  rnenjadi raja dunia  terbesar Pada masanya.

Bagaimana halnya  dengan  Urwah  bin  Zubair?  Mari  kita  ikuti kisahnya dari awal ......

Beliau  lahir  satu tahun  sebelum berakhirnya  masa khilafah  Al-Faruq Radhiyallahu ‘Anhu . Dalam  sebuah rumah  yang paling  mulia  di kalangan  kaum muslimin  dan  paling  luhur  martabatnya.

Adapun  ayahnya bemama  Zubair bin Awwam:  "Hawariyyu"  (pembela) Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam  dan orang  pertama  yang menghunus  pedangnya dalam Islam serta  termasuk  salah satu di antara sepuluh  orang yang dijamin  masuk  jannah.

Sedangkan ibunya  bernama  Asma'  binti  Abu  Bakar Ash-shidiq yang dijuluki  dzatun  nithaqain  [pemilik  dua  ikat pinggang).

Kakek beliau dari jalur  ibu adalah Abu  Bakar Ash-Shidiq,  khalifah Rasulullah  Sallallahu 'Alaihi Wasallam   yang menemani beliau  di sebuah goa.

Sedangkan nenek  dari  jalur  ayahnya  adalah Shafiyah binti  Abdul Muthalib  yang  juga bibi  Rasululhh  Sallallahu 'Alaihi Wasallam .

Bibinya  adalah Ummul  Mukminin  Radiaallahu 'Anha ,  bahkan  dengan tangan Urwah  bin  Zubair  sendirilah  yang  turun  ke  liang  lahat  untuk  meletakkan  jenazah ummul  Mukminin.

Maka  siapa  lagi kiranya  yang  lebih unggul  nasabnya dari beliau? Adakah  kemulian  di atasnya selain kemuliaan  iman  dan kewibawaan Islam?

****************

Demi merealisasikan cita-cita yang  didambakan  dan  harapan kepada Allah yang diutarakan di sisi  Ka'bah yang agung tersebut, beliau amat gigih dalam usahanya mencari ilmu. Maka beliau  mendatangi dan menimbanya dari sisa-sisa  para sahabat  Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam yang  masih hidup.

Beliau mendatangi rumah demi rumah mereka,  shalat  dibelakang mereka, menghadiri majelis-majelis  mereka.  Beliau meriwayatkan hadits  dari  Ali  bin  Abi  Thalib,  Abdurrahman  bin  Auf  , Zaid  bin  Tsabit, Abu Ayyub Al-Anshari,  Usamah bin Zaid, Sa' id bin  Zaid, Abu Hurairah, Abdullah  bin Abbas, Nu'man  bin Basyir dan banyak pula mengambil dari bibinya  Aisyah  Ummul  Mukminin.  Pada gilirannya  nanti, beliau berhasil menjadi satu di  antara
fuqaha'  sab'ah  (tujuh  ahli  fikih)  Madinah  yang  menjadi  sandaran  kaum  muslimin  dalam  urusan  agama.

Para pemimpin  yang  shalih banyak meminta  pertimbangan  kepada beliau baik tentang urusan ibadah maupun  negara karena kelebihan yang  Allah  berikan  kepada  beliau.  Sebagai contohnya  adalah Umar bin Abdul  Aziz. Ketika beliau diangkat sebagai  gubernur  di Madinah
pada masa Al-Walid  bin  Abdul  Malik,  orang-orang pun  berdatangan untuk  memberikan  ucapan selamat kepada beliau.

Usai shalat  Zhuhur, Umar bin  Abdul  Aziz memanggil sepuluh fuqaha Madinah  yang  dipimpin  oleh Urwah  binZubair.  Ketika  sepuluh ulama tersebut  telah berada di sisinya, maka beliau melapangkan majlis bagi  mereka  serta memuliakannya.  Setelah bertahmid  kepada  yang
berhak dipuji  beliau berkata: "Saya  mengundang  Anda  semua untuk suatu amal yang  banyak  pahalanya,  yang mana  saya mengharapkan Anda  semua agar sudi membantu  dalam  kebenaran, saya tidak  ingin memutuskan  suatu masalah kecuali  setelah mendengarkan  pendapat Anda semua  atau  seorang  yang hadir di antara kalian. Bila kalian melihat
seseorang  mengganggu  orang lain  atau pejabat yang melakukan  kezhaliman, maka saya mohon  dengan tulus agar Anda  sudi melaporkannya kepada  saya." Kemudian  Urwah  mendoakan baginya  keberuntungan dan memohon  kepada Allah  Subhanahu Wata'ala   agar senanatiasa menjadikan  beliau tetap  lurus  dan  tidak  menyimpang.

****************
Sungguh,  telah terkumpul  pada diri  Urwah  bin  Zubai rantara  ilmu dan amal. Beliau membiasakan  shaum  di musim  panas dan  shalat di waktu  malam  yang sangat dingin.  Lidahnya  senantiasa  basah dengan dzikir  kepada Allah  Subhanahu Wata'ala , senantiasa  bersanding  dengan Kitabullah  dan tekun  membacanya. Beliau mengkhatamkan  seperempat AI-Qur'an setiap siang dengan membuka mushhaf, lalu  shalat malam membaca ayat-ayat  Al-Qur'an  dengan hafalan.  Tak  pernah beliau meninggalkan hal itu  sejak menginjak  remaja hingga wafatnya  melainkan  sekali saja. Yakni ketika  peristiwa  mengharukan  yang  sebentar  lagi  akan kami beritakan  kepada Anda.

****************

Dengan menunaikan  shalat, Urwah  memperoleh  ketenangan jiwa, kesejukan  pandangan  dan  jannah  di  dunia.  Beliau  tunaikan  sebagus mungkin,  beliau  tekuni  rukun-rukunnya  secara  sempurna  dan beliau panjangkan  shalatnya sedapat mungkin.

Telah diriwayatkan  bahwa  beliau pernah melihat  seseorang  menunaikan  shalat  secepat  kilat. Setelah  selesai,  dipanggilnya  orang tersebut dan ditanya: "Wahai anak saudaraku, apakah engkau tidak memerlukan apa-apa dari Rabb-mu Yang Maha  Suci? Demi  Allah,  aku
mohon  kepada Rabb-ku segala  sesuatu sampai dalam urusan garam.”

****************

Urwah  bin Zubair Radhiyallahu ‘Anhu adalah seorang  yang ringan tangan,  longgar dan dermawan.  Di  antara bukti  kedermawanannya  itu  adalah manakala beliau  memiliki sebidang  kebun yang  luas  di Madinah dengan air sumurnya  yang  tawar, pepohonan  yang  rindang  serta buahnya lebat. Beliau pasang pagar  yang mengelilinginya  untuk , menjaga kerusakannya dari binatang-binatang dan anak-anak yang usil. Hinggga tatkala  buah telah masak  dan membangkitkan selera  bagi  yang memandangnya,  dibukalah beberapa  pintu  sebagai  jalan masuk bagi siapapun yang menghendakinya.

Begitulah, orang-orang keluar masuk kebun Urwah  sambil merasakan  lezatnya buah-buahan yang masak sepuas-puasnya  dan mermbawa sesuai  dengan keinginannya. Setiap  kali memasuki kebun,beliau mengulang-ulang firman  Allah:

ÙˆَÙ„َÙˆْلا Ø¥ِذْ دَØ®َÙ„ْتَ جَÙ†َّتَÙƒَ Ù‚ُÙ„ْتَ Ù…َا Ø´َاءَ اللَّÙ‡ُ لا Ù‚ُÙˆَّØ©َ Ø¥ِلا بِاللَّÙ‡ِ …..(٣٩)

Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu "maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). .(al-kahfi 39)

****************

Satu masa di  zaman khilafah  Al-Walid  bin  Abdul  Malik,  Allah berkehendak menguji Urwah  dengan suatu cobaan  yang  tak seorang pun mampu bertahan dan tegar  selain  orang  yang hatinya subur dengan  keimanan dan penuh  dengan keyakinan.

Tatkala Amirul  mukminin  mengundang  Urwah  untuk  berziarah ke Damaskus. Beliau mengabulkan  undangan  tersebut dan mengajak putra  sulungnya.  Amirul  Mukminin  menyambutnya  dengan gembira, memperlakukan dengan penuh  hormat  dan melayaninya  dengan ramah.

Kemudian  datanglah  ketetapan  dan  kehendak  Allah Subhanahu Wata'ala,  laksana angin  kencang  yang  tak  dikehendaki  penumpang perahu. Putera Urwah  masuk  ke  kandang  kuda  untuk  melihat  kuda-kuda  piaraan pilihan.  Tiba-tiba saja  seekor  kuda menyepaknya  dengan keras hingga menyebabkan  kematiannya.

Belum  lagi  tangan  seorang ayah  ini bersih dari  tanah penguburan puteranya,  salah satu  telapak kakinya  terluka. Betisnya tiba-tiba membengkak,  penyakit  semakin menjalar  dengan  cepatnya. Kemudian  bergegaslah Amirul  Mukminin  mendatangkan  para tabib  dari  seluruh  negeri  untuk  mengobati  tamunya  dan  memerintahkan mereka untuk  mengobati Urwah  dengan cara apaun.

Namun  para  tabib  itu  sepakat untuk  mengamputasi  kaki  urwah sampai betis sebelum penyakit  menjalar  ke seluruh  tubuh  yang  dapat merenggut  nyawanya.

Jalan  itu  harus  ditempuh.  Tatkala ahli bedah  telah datang  dengan membawa pisau untuk  menyayat daging dan gergaji untuk  memotong tulangnya,  tabib berkata  kepada Urwah:  "sebaiknya  kami  memberikan minuman  yang memabukkan  agar Anda  tidak  merasakan sakit-
nya  diamputasi."  Akan  tetapi  Urwah  menolak:  "Tidak  perlu,  aku  tidak  akan menggunakan  yang  haram  demi mendapat  afiat [kesehatan]. Tabib  berkata: "Kalau begitu kami akan membius Anda!"  Beliau menjawab:  "Aku  tidak  mau  diambil  sebagian dari  tubuh tanpa
kurasakan  sakitnya  agar  tidak  hilang  pahalanya  di  sisi Allah  Subhanahu Wata'ala ."

Ketika operasi hendak dimulai,  beberapa orang mendekati  urwah, lalu beliau bertanya:  "Apa  yang  hendak mereka lakukan?"  Lalu  dijawab:  "Mereka akan memegangi Anda,  sebab  bisa jadi  Anda  nanti merasa kesakitan  lalu  menggerakkan  kaki  dan  itu  bisa membahayakan Anda.,,  Beliau berkata: “Cegahlah mereka, aku  tidak membutuhkannya.  Akan  kubekali  diriku  dengan  dzikir  dan  tasbih." Mulailah  tabib  menyayat  dagingnya  dengan  pisau  dan  tatkala
mencapai tulang,  diambillah  gergaji untuk  memotongnya.  Sementara lalu  Urwah  tak henti-hentinya  mengucapkan:  "Laa  ilaaha  Illallah Allahu Akbar ",  sang  tabib  terus melakukan  tugasnya  dan Urwah  juga  terus bertakbir  hingga  selesai  proses amputasi  itu.

Setelah itu  dituangkanlah  minyak  yang  telah dipanaskan  mendidih dan  dioleskan  di  betis  Urwah  bin  Zubair  untuk  menghentikan perdarahan  dan  menutup  lukanya.  Urwah  pingsan  untuk  beberapa lama  dan terhenti membaca  ayat-ayat Al Qur'an  di hari  itu. Inilah  satu-
satunya hari  di mana beliau  tidak  bisa melakukan  kebiasaan yang beliau jaga semenjak remajanya.

Ketika  Urwah  tersadar  dari  pingsannya,  beliau  meminta  potongan kakinya.  Dibolak-baliknya  sambil  berkata:  "Dia  (Allah)  yang  membimbing  aku  untuk  membawamu  di  tengah malam  ke masjid, Maha Mengetahui  bahwa  aku  tak  pemah  menggunakannya  untuk  hal-hal yang haram."

Kemudian  dibacanya  syair  Ma'an  bin  Aus  :

Tak  pernah kuingin  tanganku menyentuh yang meragukan
Tidak  juga  kakiku membawaku  kepada  kejahatan
Telinga  dan pandangan  matapun demikian
Tidak pula menuntun ke  arahnya  pandangan  dan pikiran
Aku  tahu, tiadalah  aku  ditimpa musibah  dalam kehidupan
Melainkan  telah menimpa  orang lain sebelumku.

ioop

Kejadian  tersebut membuat  Amirul  Mukminin,  Al-Walid  bin Abdul Malik  sangat terharu. Urwah  telah kehilanganputeranya,lalu  sebelah kakinya.  Maka  dia  berusaha  menghibur  dan  menyabarkan  hati tamunya  atas musibah  yang  menimpanya  tersebut.

Bersamaan  dengan  itu,  di  rumah  khalifah  datang  satu  rombongan Bani Abbas  yang  salah seorang  di antaranya  buta matanya,  Kemudian Al-Walid  menanyakan  sebab musabab  kebutaannya.  Dia  menjawab:
“Wahai Amirul  Mukminin,  dulu  tidak  ada  seorangpun  di  kalangan Bani  Abas  yang  lebih  kaya  dalam  harta  dan  anak  dibanding  saya. Saya  tinggal bersama  keluarga  di  suatu  lembah di  tengah kaum  saya. Mendadak  muncullah  air  bah  yang  langsung  menelan  habis  seluruh harta  dan keluarga  saya. Yang tersisa bagi  saya hanyalah  seekor  onta
dan seorang bayi  yang baru  lahir. Onta  tersebut sangat  liar  dan dia lari dari  saya. Maka  saya taruh  bayi  itu  di  atas  tanah  lalu  saya kejar onta tadi. Belum  seberapa  jauh,  saya mendengar  jerit  tangis bayi  itu.  Saya menoleh  dan  temyata  kepalanya  telah berada  di  mulut  serigala, dia telah memangsanya. Saya kembali, tapi tak bisa berbuat apa-apalagi karena bayi  itu  sudah habis di  lalapnya.  Lalu  serigala tersebut lari  dengan  kencengnya. Akhimya  saya  kembali mengejar onta liar  tadi sampai  dapat.  Tapi begitu saya mendekat dia menyepak dengan keras  hingga hancur wajah saya dan  buta  kedua  mata  saya. Demikianlah,  saya dapati  diri  saya kehilangan  semua harta  dan  keluarga  dalam  sehari semalam  saja dan hidup  tanpa memiliki  penglihatan.

Kemudian Al walid  berkata kepada pengawalnya:  "Ajaklah  orang ini menemui tamu kita Urwah, lalu mintalah agar dia mengisahkan nasibnya  agar beliau  tahu  bahwa  ternyata  masih  ada  orang  yang ditimpa  musibah  lebih  berat  darinya"'

Tatkala beliau  diantarkan  pulang  ke Madinah  dan menjumpai  keluarganya,  urwah  berkata  sebelum ditanya:  "Janganlah kalian  risaukan apa  yang  kalian  lihat.  Allah  Subhanahu Wata'ala  telah  memberiku  empat  orang anak dan Dia  berkehendak  mengambil  satu. Maka  masih  tersisa tiga, puji  syukur  bagi-Nya.  Aku  dikaruniai empat  kekuatan  lalu  hanya  diambil  satu, maka  masih  tersisa  tiga'  Puji  syukur  bagi-Nya'  Dia  mengambil  sedikit  dariku  dan masih banyak  yang ditinggalkan-Nya  untukku.  Bila Dia menguji  sekali, kesehatan yang Dia karuniakan  masih lebih  banyak  dan  lebih  lama  darinya"'

Demi melihat kedatangan dan keadaan imam dan gurunya, maka penduduk  Madinah  ,segera datang  berbondong-bondong  ke  rumahnya  untuk  menghibur.

Yang paling  baik  di antara ungkapan  teman-teman Urwah  adalah dari  Ibrahim bin  Muhammad  bin  Thalhah:  "Bergembiralah  wahai Abu  Abdillah,  sebagian dari  tubuhmu  dan puteramu  telah mendahuluimu  ke jannah. Insya  Allah  yang lain akan segera menyusul  kemudian. Karena  rahmat-Nya,  Allah  Subhanahu Wata'ala  meningalkan  engkau  untuk  kami,  sebab kami  ini  fakir  dan  memerlukan  ilmu  fiqih  dan  pengetahumu.  semoga Allah  mernberikan  manfaat bagimu  dan juga  kami. Allah  Subhanahu Wata'ala   adalah wali  bagi  pahala  untukmu  dan  Dia  pula  yang menjamin  kebagusan hisab untukmu."

****************

Urwah  bin Zubair  menjadi  menara hidayah  bagi  kaum  muslimin. Menjadi  penunjuk  jalan  kemenangan  dan menjadi  da'i  selama  hidupnya. Perhatian beliau  yang  paling  besar adalah mendidik  anak-anaknya secara  khusus dan generasi Islam secara  umum.  Beliau tidak  suka
menyia-nyiakan  waktu  dan kesempatan untuk  memberikan  petunjuk dan  selalu mencurahkan  nasihat  demi  kebaikan  mereka.

Tak bosan-bosannya beliau memberikan  motivasi  kepada Para Putranya  untuk  bersungguh-sungguh  dalam  menuntut  ilmu.  Beliau berkata:  "Wahai putera-puteriku,  tuntutlah  ilmu  dan  curahkan  seluruh  tenagamu  untuknya.  Karena,  kalaupun  hari  ini  kalian  menjadi kaum yang kerdil,  kelak dengan ilmu  tersebut Allah  menjadikan  kalian sebagai  pembesar kaum."  Lalu beliau melanjutkan:  "Sungguh menyedihkan,  adakah  di  dunia  ini  yang  lebih  buruk  daripada  seorang tua yang bodoh?"

****************

Beliau anjurkan  pula  kepada mereka untuk  memperbanyak  sedekah,  sedangkan  sedekah  adalah  hadiah  yang  ditujukan  kepada  Allah Subhanahu Wata'ala .  Beliu  berkata:  "Wahai  anak-anakku,  janganlah  kalian  menghadiahkan  kepada Allah  dengan apa yang kalian merasa malu menghadiahkannya  kepada  para  pemimpin  kalian,  sebab Allah Mulia,  Maha  Pemurah  dan  lebih  berhak  didahulukan  dan  diutamakan."

Beliau senantiasa mengajak orang-orang  untuk  memandang  suatu masalah dari  sisi hakekatnya.  Beliau berkata:  "Wahai putera-puteriku,  jika  engkau  melihat  kebaikan  pada  seseorang maka  akuilah  itu baik,  walaupuh  dalam  pandangan  banyak  orang  dia  adalah  orang jahat.  Sebab setiap  perbuatan  baik  itu  pastilah  ada  kelanjutannya. Dan  jika  melihat  pada  seseorang perbuatan  jahat, maka  hati-hatilah dalam bersikap walaupun  dalam pandangan  orang-orang  dia adalah orang  yang  baik.  Sebab setiap  perbuatan  ada  kesinambungannya.
Jadi camkanlah,  kebaikan  akan melahirkan  kebaikan  setelahnya dan kejahatan menyebabkan  timbulnya  kejahatan berikutnya.”

****************

Beliau  juga mewasiatkan agarberlemah lembut,bertutur  kata  yang baik dan berwajah  ramah. Beliau berkata: "wahai  putera-puteriku,  tertulis  di dalam hikmah:  "Jadikanlah  tutur  katamu  indah  dan wajahmu penuh  senyum, sebab  hal itu  iebih disukai  orang daripada  suatu pemberian."

Jika beliau melihat  seseorang  condong  pada kemewahan  dan mengutamakan  kenikmatan,  diingatkannya  betapa Rasululah  Sallallahu 'Alaihi Wasallam  selulu membiasakan  diri  untuk  hidup  sederhana.

Sebagai contoh  adalah  kisah yang  diceritakan  oleh Muhammad  bin Al-Muntadir:  "Aku  bertemu  dengan Urwah  bin  Zubair' Dia  menggandeng  tanganku sambil  berkata:  "wahai Abu Abdillah."  Aku  jawab, Labbaik. "Urwah  berkata: "Aku  pernah menjumpai  ibuku  Aisyah  Radiaallahu 'Anha lalu beliau berkata: "wahai  anakku., demi Allah,  ada kalanya selama  40  hari tak  ada api  menyala di  rumah  Rasulullah  Sallallahu 'Alaihi Wasallam  untuk  lampu  ataupun memasak.,,  Maka aku bertanya: "Bagaimana Anda berdua  hidup pada waktu  itu?" Beliau menjawab: "Dengan korma dan air.”

Urwah  hidup  hingga  usia  71  tahun'  Hidupnya  penuh  dengan kebajikan,  kebaktian  dan  diliputi  ketaqwaan.  Ketika  dirasa  ajalnya telah dekat  dan  dia  dalam  keadaan shaum,  keluarganya  mendesak agar beliau  mau  makan,,  tetapi  beliau menolak  keras karena  ingin berbuka  di  sisi Allah  Subhanahu Wata'ala  dengan  minuman  dari  telaga Al-Kautsar yang dituangkan  dalam gelas-gelas  perak oleh para bidadari  cantik dijannah. 

Disalin dari :
SHUWAR MIN HAYATIT TABI’IN
KARYA :
Dr. ABDURRAHMAN RA’FAT BASYA

TERBITAN AT-TIBYAN SOLO
DENGAN
JUDUL JEJAK PARA TABI’IEN

DISALIN ULANG OLEH

ABU AMMAR

nantikan kisah berikutnya. Insya Alloh
 

SUNGAI DALAM LAUT..! MUALAFNYA MR.JACQUES YVES COSTEAU … SUBHANALLAH













Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan Sungai dalam Laut
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (QS Al Furqan : 53)

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannyamutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.
Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”
***
Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.

Setengah pengkaji mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai… luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah.
 

AMIR BTN ABDILLAH AT-TAMIMI

"Puncak  orang yang zuhud ada delapan orang dan yang terdepan
adalah  Amir bin  Abdillah  At-Tamimi."
(Alqamah bin Martsad)

Sekarang  kita berada di  tahun 14H. Saat  di mana para pembimbing generasi  dan guru  utama di kalangan  para sahabat dan  senior tabi'in  membuat perbatasan  kota Bashrah atas perintah khalifah muslimin  Umar bin  Khathab Radhiyallahu ‘Anhu.

Mereka bertekad  untuk membangun kota  baru sebagai  markas  bagi pasukan kaum muslimin untuk  berperang  di  negeri  persi. Sekaligus sebagai  titik  tolak untuk berdakwah ilallah ,  serta  sebagai  menara untuk meninggikan kalimat Allah di muka  bumi.

Di kota ini kaum murslimin  dari  segala  penjuru Jazirah  Arab, ada yang dari Najd, Hijaz dan Yaman  berkumpul untuk menjaga  perbatasan daerah kaum muslimin. Di  antara yang  turut  berhijrah tersebut terdapat  pemuda Najed  dari Banitamim yang  dipanggil dengan  nama Amir bin  Abdillah At-Thmimi Al-Anbari. Usianya  masih  remaja,  masih lunak kulitnya, putih wajahnya,  suci  jiwanya dan  takwa hatinya.

Kendati masih  berstatus  baru, kota Bashrah menjadi kota terkaya di negeri  kaum muslimin dan paling melimpah hartanya,  karena  tertumpuk di dalamnya   hasil ghanimah perang  dan  tambang  emas  murni.

Namun begitu,  bagi  pemuda  dari BaniTarnim  ini hal  itu bukanlah yang dia cari. Beliau dikenal zuhud  terhadap  apa yang dimiliki  manusia,  berharap terhadap  apa yang ada di  sisi Allah, berpaling dari dunia  dan perhiasannya, menghadapkan  jiwanya  kepada Allah  dan keridhaan-Nya.

=== {0=0=0} ===

Ketika itu pemuka Bashrah  adalah seorang  sahabat  agung Abu Musa Al-Asy'ari Radhiyallahu ‘Anhu -semoga Allah  meridhainya  dan menjadikan wajahnya berseri di  jannah-Nya. Beliau  adalah  wali kota Bashrah  yang bercahaya. Beliau  juga panglima perang kaum muslimin yang berasal  dari Bashrah setiap  kali menghadapi musuh. Beliau  adalah  imam penduduk Bashrah, pengajar dan pembimbingnya  menuju ke  jalan Allah .

=== {0=0=0} ===

Kepada Abu Musa Al- Asy'ari inilah Amir  bin Abdiilah  berguru. Baik dalam kondisi perang maupun  damai. Aktif  menemani beliau setiap menempuh  perjaianan, meneguk  ilmu  darinya  tentang Kitabullah  yang masih segar seperti tatkala diturunkan  di  hati Muhammad. Juga  mengambil  hadits shahih  yang  bersambung  hingga Nabi yang mulia. Beliau menuntut  ilmu  tentang agama Allah  di hadapan Abu Musa Al-Asy'ari.
=== {0=0=0} ===

Setelah  beliau menyemprurnakan  ilmu  sesuai  yang dikehendaki, maka beliau membagi hidupnya  menjadi  tiga bagian.

Bagian pertama adalah untuk  halaqah dzikir  di masjid Bashrah yang di sana dibacakan dan diajarkan Al-Qur'an kepada manusia.

Kedua, beliau pergunakan untuk mengenyam manisnya  ibadah, beliau pancangkan kedua  kakinya  berdiri  di  hadapan Allah hingga letih  kedua  telapak kakinya.

Ketiga, untuk  terjun  ke medan jihad, beliau menghunus  pedangnya untuk berperang di  jalan Allah. Seluruh umumya tidak pemah absen sedikitpun dari tiga kesibukan tersebut, sehingga  beliau dikenal sebagai  abid (ahli ibadahnya) dan ahli zuhudnya  penduduk  Bashrah.

=== {0=0=0} ===

Di antara berita tentang keadaan Amir bin Abdillah adalah seperti yang dikisahkan oleh  seorang  putra  Bashrah  yang  mengatakan:
"Aku  pernah  mengikuti  safar bersama  rombongan yang di dalamnya terdapat Amir  bin Abdillah,  tatkala menjelang malam kami singgah di hutan. Aku melihat Amir  mengemasi barang-barangnya, mengikat  kendaraannya di pohon  dan memanjangkan tali pengitatnya, mengumpulkan rerumputan yang dapat mengenyangkan kendaraannya dan meletakkan di hadapannya...,kemudian beliau masuk ke hutan dan menghilang  di dalamnya. Aku berkata kepada diriku sendiri: "Demi Allah aku akan mengikutinya dan aku ingin melihat apa  yang sedang ia kerjakan di tengah hutan malam  ini."  Aku  melihat Amir  berjalan hingga berhenti di suatu tempat yang lebat pepohonannya dan tersembunyi dari pandangan manusia. Lalu dia menghadap ke kiblat, berdiri untuk shalat. Aku  tidak melihat shalat yang lebih  bagus,lebih sempurna  dan  lebih  khusyuk dari shalatrrya.  Setelah berlalu beberapa  rekaat  yang dikehendaki  Allah, dia  berdo’a  kepada Allah dan bermunajah  kepada-Nya.  Di antara  yang dia ucapkan  adalah: "wahai  Ilahi, sungguh  Engkau  telah menciptakan aku  dengan
perintah-Mu,  lalu Engkau ternpatkan  aku ke dunia  ini sesuai  kehendak-Mu,  lalu Engkau  perintah  kan,,berpegang  teguhlah!,,,  bagaimana aku akan berpegang  teguh jika  Engkau tidak  meneguhkan aku  dengan kelembutan-Mu yaa Qawiyyu  yaa Matiin Wahai  Ilahi..sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa seandainya  aku memiliki  dunia dan seluruh  isinya,  kemudian diminta  demi  meraih  ridha-Mu niscaya aku akan memberikan kepada orang yang memintanya,  maka berikanlah  jiwaku  kepadaku ya Arhamar Rahimin! wahai  Ilahi..kecintaanku kepada-Mu yang sangat,  membuatku  terasa  ringan menghadapi musibah,  ridha atas  segala  qadha,,  maka aku tidak peduli apapun yang menimpa diriku  pagi dan sore  harinya selagi masih bisa mencintai-Mu."

=== {0=0=0} ===

Putra Bashrah  itu melanjutkan: "Kemudian rasa  kantuk mendatangiku hingga aku tertidur. Berkaii-kali  aku tidur  dan bangun sedangkan Amir  masih tegak di tempatnya, tetap dalam shalat  dan  munajatnya sampai datanglah waktu  subuh.

Usai shalat  shubuh beliau berdo,a:

"Ya Allah,  waktu  subuh  telah datang, manusia segera  bangun dan pergi mencari  karunia-Mu. sesungguhnya masing-masing mereka memiliki  keperluan,  dan sesungguhnya  keperluan  Amir  di  sisi-Mu adalah agar Engkau mengampuninya.  Ya  Allah,  kabulkanlah  keperluanku dan juga keperluan mereka  ya Akramal  Akramin.  Ya  Allah,  sesungguhnya aku  telah memohon  kepada-Mu  tiga  perkara,  lalu  Engkau  mengabulkan  dua  di  antaranya  dan  tinggal  satu saja yang belum.  Ya Allah, perkenankanlah  permohonan  tersebut sehingga aku bisa beribadah kepada-Mu  sesuka  hatiku  dan sekehendakku!"

Beliau beranjak dari  tempat  duduknya  dan  tiba-tiba pandangan matanya tertuju  kepadaku. Beliau terperanjat dan berkata: "Apakah Anda membuntutiku  sejak  kemarin malam wahai saudaraku dari Bashrah?" Aku  menjawab:  "Benar." Beliau berkata:  "Rahasiakanlah apa yang Anda  lihat,  semoga Allah  merahasiakan aib Anda!"  Aku  menjawab: "Demi Allah, engkau beritahukan  aku terlebih dahulu  tentang tiga
permohonanmu  kepada Allah  tersebut,  atau aku akan memberitahukan kepada manusia  tentang  apa yang  aku  lihat  darimu."  Beliau berkata; "Duhai  celaka,  jangan  sampai Anda  beritahukan  kepada  orang  lain!"

Aku  katakan:  "Dengan  syarat  engkau penuhi permintaanku padamu." Maka  tatkala beliau melihat keseriusanku,  beliau berkata: "Akan  aku ceritakan  asalkan Anda  mau  berjanji  kepada  Allah  untuk  tidak menceritakan  hal ini kepada  siapapun." Aku berkata:  "Baiklah  aku berjanji kepada Allah  untuk  tidak menyebarkan rahasia  ini  selagi Anda masih hidup."  Lalu beliau berkata:

"Tiada sesuatu yang memudharatkan  agama yang  lebih aku takuti dari fitnah wanita, maka aku memohon kepada Rabb-ku agar mencabut  rasa  cinta (syahwatku)  kepada wanita, maka AIIah mengabulkan do'aku  sehingga  tatkala aku berjalan, aku  tidak peduli  apakah yang aku  lihat  seorang wanita  ataukah  ternbok."  Aku  berkata: "Ini  yang pertama, lantas apa yang  kedua?" Beliau menjawab: "Yang kedua adalah, aku memohon  kepada Rabb-ku agar tidak  diberi  rasa takut kepada siapapun selain Dia. maka Allah mengabulkan aku, sehingga demi Aliah,  tiadalah yang aku  takuti baik yang di  langit dan di bumi selain Dia."

Aku  bertanya: "Lantas ;apa  do'a yang  ketiga?" Beliau menjawab: "Aku  memohon  kepada  Allah  agar menghilangkan  rasa kantuk  dan tidur  sehingga  aku  bisa beribadah  kepada-Nya  di  malam  dan  siang hari  sesuka hatiku,  namun  Allah  belum  mengabulkarrnya. “Tatkala aku mendengar dari beliau, aku berkata: "Kasihanilah dirimu,  Anda telah melakukan  shalat di malam hari dan shaum di siang hari, padahal jannah dapat diraih  dengan amal yang lebih ringan dari apa yang Anda
kerjakan. Dan  neraka dapat  dihindari  dengan perjuangan  yang  lebih ringan dari apa yang Anda usahakan." Beliau  berkata:  "Aku  takut jika nantinya  aku menyesal selagi  tiada bermanfaat  sedikitpun  penyesalan itu. Demi Allah  aku akanbersungguh-sungguh  untukberibadah,  tidak ada pilihan  lain,  jika aku selamat  itu  semata-mata  karena rahmat Allah, jika aku masuk neraka maka itu karena keteledoranku."

=== {0=0=0} ===

Amir  bin  Abdillah  bukan  sekedar ahli  ibadah  di  waktu  malam saja,  namun  juga  mujahid  di  siang harinya.  Tiada penyeru  jihad  fii sabilillah memanggil melainkan beliau  segera  mendatanginya.

Sudah menjadi kebiasaan  beliau, manakala hendak bergabung  bersama para mujahidin  yang  hendak  berperang, beliau melihat-lihat kelompok pasukan untuk memilihnya. Jikabeliau dapatkanyang  sesuai, beliau berkata kepada mereka:  "Wahai  saudara,  sesungguhnya aku ingin bergabung bersama  kelompok kalian ini jika kalian mau mengabulkan tiga permintaanku." Mereka bertanya:  "Apa tiga permintaan  tersebut?" Beliau menjawab:  "Pertama,  hendaknya kalian perkenankan  aku untuk
menjadi pelayan bagi keperluan kalian, maka tidak boleh seorangpun di  antara kalian merebut  tugas tersebut. Kedua, hendaknya  akulah yang dijadikan mu'adzin,  maka tidak boleh seorongpun di antara kalian merebut tugas adzan untuk  shalat. Ketiga, hendaknya kalian  ijinkan aku  untuk  menginfakkan  hartaku  kepada kalian  sesuai  kemampuanku."  Jika mereka menjawab: "ya", maka beliau segera  bergabung,
namun  jika  dijawab  tidak, maka beliau mencari kelompok  pasukan lain  yang mau menerima  permintaan  tersebut.

=== {0=0=0} ===

Sungguh, di kalangan para mujahidin  tersebut Amir  bin Abdillah mengambil  bagian  yang banyak  dalam hal  resiko dan kesusahan, namun mengambil  bagian terkecil dalam hal yang menyenangkan  (pembagian ghanimah). Beliau terjun di kancah peperangan dengan gigih yang  tiada  orang  lain  segigih beliau  dalam berperang. Akan  tetapi  disaat  pembagian ghanimah, tiada yang lebih enggan menerima daripada
beliau.

=== {0=0=0} ===

Inilah sa'ad bin Abi waqash tatkala usai  perang Qadisiyah  di  Istana Kisra, beliau perintahkan  Amru  bin  Muqarrin  untuk  mengumpulkan ghanimah dan menghitungnya agar selanjutnya seperlima dari ghanimah  tersebut dapat  dikirim  ke baitul  maal bagi  kaum  muslimin. Adapun  sisanya  dibagikan  kepada para mujahidin. Maka dikumpul-
kanlah  harta benda berharga yang  luar  biasa banyaknya.  Di  sana ada keranjang besar yang  tertutup  oleh tumpukan  bebatuan berisi penuh bejana-bejana  dari emas dan perak  yang biasa dipakai  oleh raja-raja Persi untuk  makan dan minum.

Ada pula  sebuah  kotak dari kayu mewah yang tatkala dibuka  ternyata berisi  baju-baju,  pakaian dan selendang  kaisar  yang berenda  permata dan mutiara. Ada lagi kotak perhiasan  yang berisi  barang-barang berharga  seperti  kalung dan perhiasan  yang beraneka  ragam.  Ada juga kotak  yang berisi senjata-senjata  milik  raja-raja Persi terdahulu,  dan pedang-pedang para raja maupun pemimpin  yang tunduk  kepada persisepanjang  perjalanan sejarah.

=== {0=0=0} ===

Di  saat orang-orang bekerja menghitung  ghanimah di bawah pengawasan kaum muslimin..tiba-tiba muncullah  seorang  laki-laki yang kusut dan berdebu sedang  membawa kotak perhiasan  yang berukuran besar  dan berat bebannya,  dia mengangkat dengan kedua tangannya sekaligus.

Mereka memperhatikan dengan seksama,  mata mereka  belum pernah melihat  kotak  perhiasan sebesar  itu,  belum  ada pula  di  antara kotak  perhiasan yang  telah  terkumpul  yang  setara atau mendekati besarnya dengan  kotak  tersebut. Mereka  melihat  apa yang  ada di dalamnya,  ternyata  penuh  berisi  perhiasan  permata  dan  intan,  lalu mereka  bertanya  kepada  laki-laki  tersebut:  "Di  manakah  Anda
dapatkan  simpanan yang berharga  itu?"  Orang  tersebut menjawab:

"Aku dapatkan dalam  peperangan  anu..di  tempat  anu.." Mereka bertanya,  "sudahkah  Anda mengambil  sebagiannyal" orang  itu menjawab: "semoga Allah memberikan  hidayah  kepada  kalian DemiAllah, sesungguhnya  kotak  perhiasan ini  dan seluruh  apa yang  dimiliki  raja-raja Persi  bagiku tidaklah sebanding  dengan  kuku hitamku.
Kalaulah  bukan karena  ini merupakan  hak bagi  kaum muslimin niscaya  aku tidak sudi mengangkatnya  dari dalam tanah dan tidak  akan aku bawa ke sini.,, Mereka  bertanya:  "siapakah  Anda, semoga  Allah memuliakan anda,,orang  itu menjawab:  "Demi Ailah, aku  tidak akan memberitahukannya karena  kalian  nanti akan memujiku,  tidak pura  aku ceritakan  kepada selain kalian karena mereka akan menyanngku.  Akan  tetapi  aku memujo  Allah  T'ala dan mengharap  pahala-Nya." Kemudian  ia meninggalkan  mereka  dan pergi. Mereka menyuruh seseorang  untuk  mengikuti laki-laki  tersebut  guna memberitahukan  kepada  mereka  siapa seberrarnya  laki-laki misterius  tersebut.  Utusan tersebut  tersebut membuntuti  di  belakangnya  tanpa  sepengetahuan  beliau hingga sampai kepada para sahabatnya.  Utusan  tersebut  bertanya  kepada mereka perihal  laki-laki  itu,lalu mereka  me.njawab:  "Apaka anda belum tahu siapa  laki-laki itu? Diarah  ahli zuhudnya  orang Basrah...Amir  bin
Abdillah At-Thmimi."

=== {0=0=0} ===

Meski demikian gemilangnya  perjalanan  hidup Amir bin Abdillah -sebagaimana
yang Anda lihat-  namun beliau  tidak  terhindar  pula dari hasutan  dan  gangguan  manusia.

Beliau menghadapi  resiko seperti  yang biasa  dialami  oleh orang yang  lantang menyuarakan kebenarann,  mencegah  kemungkaran  dan berusaha  untuk  menghilangkannya.

Peristiwa  yang melatarbelakangi  beliau  mendapatkan  hasutan  tersebut bermula ketika beliau melihat salah seorang  anak buah dari kepala  polisi Bashrah  sedang  memegang  leher  seoring ahli dzimmah dan menariknya.  Sementara  orang  dzimmi tersebut berteriak  meminta tolong kepada manusia; "Tolonglah  aku  semoga Allah  menolong kalianl  tolonglah ahli dzimmah (yang  dilindungi) Nabi kalian  wahai kaum muslimin!"  Maka Amir  bin Abdillah  datang menghampirinya  dan  bertanya:
"Kamu  sudah menunaikan  jizyah yang menjadi kewajibanmu?,, Ahli dzimmah  itu  meniawab:  "Ya  aku  sudah menunaikannya."  Kemudian Amir  menoleh  kepada  orang  yang  memegang  leher ahli  dzimmah tersebut dan bertanya:  "APa  yang  Anda  inginkan  darinya?"  Dia menjawab: "Aku  ingin  dia  pergi bersamaku untuk membersihkan kebun milik  kepala polisi."  Amir  bertanya kepada si dzimmi:  "Anda
berhasrat  untuk  kerja di tempat tersebut?"  Si  dzimi menjawab:  "Tidak, karena tugas itu akan memeras  tenagaku dan aku  tidak bisa mencari makan untuk  keluargaku!"  Lalu Amir  menoleh lagi kepada laki-laki yang memegang leher dzimi  tersebut:  "Lepaskan dia!"  ia menjawab: "Aku  tidak akan melepaskannya." Maka  tidak ada pilihan  bagi Amir  selain menyelamatkan orang dzimmi  tersebut sembari  berkata:  "Demi Allah,  tidak boleh perjanjian orang dzimmi  (untuk dilindrrngi) dengan  nabi Muhammad  dibatalkan selagi  saya  masih  hidup."  Kemudian berkumpullah manusia  dan  turut membantu Amir mengalahkan  polisi  itu dan akhimya selamatlah  orang
dzimmi  tersebut.  Sebagai  pelampiasannya  teman-teman  petugas  polisi tersebut  menuduh Amir  sebagai  orang yang tidak taat  pemerintah dan keluar  dari ahlus  sunnah  waljama'ah. Mereka berkata:  "Dia  tidak mau menikah  dengan wanita.  tidak  mau  makan  daging  hewan  dan susunya..tidak mau menghadiri  pertemuan yang diadakan pemerintah.." Dan mereka  mengadukan persoalan  tersebut  kepada  amirul mukminin  Utsman bin Affan.

=== {0=0=0} ===

Khalifah  memerintahkan  wali  Bashrah untuk  memanggil  Amir bin  Abdillah  dan meminta  keterangan kepadanya perihal  tuduhan yang ditujukan  atasnya,  lalu hasilnya agar dilaporkan  kepada khalifah. Maka wali  Bashrah memanggil  Amir  dan berkata: "Sesungguhnya amirul mukminin  -semoga  Allah memanjangkan umurnya-  telah menyuruhku  bertanya kepadamu perihal perkara-perkara yang dituduhkan kepada  Anda." Amir menjawab:  "Silakan  Anda bertanya  sesuai dengan yang  diinginkan  amirul  mukminin."  Lalu  wali  Bashrah bertanya:  "Mengapa Anda menjauhi sunnah Rasulullah,  tidak mau menikah?" Beliau menjawab:  "Aku  tidak menikah bukan  karena  ingin menyimpang  dari sunnah Rasulullah  karena  aku tahu bahwa tidak
ada kerahiban (hidup  membujang untuk  beribadah) dalam  Islam. Namun  aku hanya memilikr  satu  iiwa  saja,  maka aku jadikan  ia untuk Allah dan  aku  khawatir  jika  istriku  kelak  akan  mengalahkan  hal itu."

Wali  berkata:  "Lalu mengapa tidak  tidak  mau  makan  daging?"  Beliau menjawab:  "Aku  bersedia memakannya bila  aku berselera dan aku mendapatkannya.  Namun 
tidak  rnendapatkarnnya maka aku  tidak memakannya."  Beliau ditanya  lagi: "Mengapa  Anda  tidak mau makan  keju?"  Beliau menjawab: "Sesungguhnya  di daerah saya banyak  tinggal  orang-orang  majusi  yang membuat  keju, mereka  adalah  suatu  kaum  yang  tidak  membedakan antara bangkai  dengan  hewan  yang  disembelih,  sehingga  saya khawatir jika  minyak  yang  merupakan  satu  bagian  dari  bahan  pembuat  keju berasal  dari  hewan  yang  tidak  disembelih.  Jika  tidak  ada  dua  orang muslim  yang  melihat  bahwa  keju  tersebut  dibuat  dari  minyak  hewan
yang  disembelih,  tentulah  aku  akan memakannya."  Beliau ditanya:  "Apa yang menghalangi  Anda  untuk  mendatangi  pertemuan  yang  diadakan pemerintah  dan menyaksikanuya?"  Bdiau menjawab:  "Sesungguhnya di  depan  pintu  kalian  begitu banyak  orang  yang  ingin  dipenuhi  hajatnya,  maka  undanglah  mereka  ke  tempat  kalian  dan cukupilah  kebutuhan  mereka  dengan  apa  yang  kalian  punya,  dan  biarkanlah  orang yang  tidak  meminta  kebutuhan  ke.pada kalian."

=== {0=0=0} ===

Usai pertemuan  tersebut,  jawaban Amir  bin Abdlillah  ini dilaporkan  kepada amirul  mukminin  Utsman bin  Affan  dan khalifah memandang tidak ada indikasi menyimpang dari ketaatan  atau keluar dari ahlus sunnah wal  jama'ah pada diri  Amir.
Hanya saja  api kejahatan  belum padam sampai di  situ, isu yang membicarakan  keburukan Amir  bin Abdillah  makin gencar,  hingga nyaris saja  terjadi  fitnah  antara pembela beliau dengan orang-orang yang menjadi saingannya,  lalu  Utsman bin Affan  , memerintahkan beliau untuk  berpindah  ke negeri Syam dan menjadikan negeri tersebut  sebagai  tempat tinggalnya. Khalifah mewasiatkan  wali kota Syam Mu'awiyah  bin Abi Sufyan untuk menyambut baik kedatangan Amir  dan menjaga kehormatarnnya.

=== {0=0=0} ===

Sampailah  hari  di mana  Amir  bin  Abdilah  memutuskan  untuk  berpindah  dari Bashrah.  Para  sahabat  dan  murid-murid  beliau  keluar untuk  mengucapkan  perpisahan  dengan  beliau.  Mereka  mengantar beliau  hingga  sampai  di  Marbad,  setibanya  di  sana beliau  berkata kepada  mereka:  "Sesungguhnya  saya  adalah  penyeru  maka  jagalah seruanku."  Lalu  orang-orang  melongok  agar  dapat  melihat  beliau dan  mereka  tenang  tak  bergerak  dan  mata  mereka  tertuju  kepada  beliau, sementara beliau menangkat  kedua  tangannya  dan berdo'a:  "Ya Allah,  orang  yang  telah  menghasut  dan  mendustaiku  serta menjadi sebab  terusirnya  aku  dari negeriku, memisahkan  antara diriku  dengan para  sahabatku...ya  Allah  sesungguhnya  aku  telah memaafkannnya, maka  maafkanlah  dia. Berilah  ia karunia  kesehatan  dalam  agama  dan dunianya.  Limpahkanlah  aku, dia  dan  juga  seluruh  kaum  muslimin dengan  rahmat-Mu,  ampunan-Mu  dan  kebaikan-Mu  wahai  Yang  Paling  pengasih"  kemudian  Beliau mengarahkan  kendaraannya  menuju Syam.

=== {0=0=0} ===

Amir  bin  Abdillah  menrutuskan  hidup  di  negeri Syam  untuk  mengisi  sisa-sisa  umumya.  Beliau memilih  Baitul Maqdis  sebagai tempat tinggal  dan beliau mendapstkan  perlakuan  baik  dari pemimpin  Syam Mu'awiyah  bin  Abi  Sufyan, dihormati  dan  dihargai.

Tatkala beliau  sakit  merijelang  wafatnya,  para  sahabat beliau menjenguknya  dan mereka mendapatkan beliau sedang menangis. Mereka bertanya:  "Apa  yang  menyebabkan  Anda  menangis,  padahal Anda memiliki  keutaamaan  ini  dan itu?"

Beliau meniawab:  "Demi  Allah  aku menangis  bukan  karena  ingin  hidup  lama  di  dunia  atau  takut  menghadapi  kematian,  akan  tetapi  aku  menangis  karena  jauhnya  perjalanan dan alangkah  sedikitnya bekal. Sungguh,  aku berada di antara
tebing dan  jurang..bisa  jadi ke  jannah bisa  jadi pula  tergelincir ke neraka, aku  tidak  tahu di mana aku  akan sampai..."  Kemudian beliau  menghela nafas pelan  sedang  lisannya  basah dengan dzikrullah..di  sana..di sana..di kiblat  yang  pertama..Haramain  yang  ketiga..tempat Raulullah melakukan  isra'..Amir  bin  Abdilah  At-Tamimi  berdiam  diri.

=== {0=0=0} ===

Semoga  Allah menerangi Amir  di dalam kuburnya  dan membahagiakannya  di jannah-Nya yang kekal.
 
Disalin dari :
SHUWAR MIN HAYATIT TABI’IN
KARYA :
Dr. ABDURRAHMAN RA’FAT BASYA

TERBITAN AT-TIBYAN SOLO
DENGAN
JUDUL JEJAK PARA TABI’IEN

DISALIN ULANG OLEH

ABU AMMAR

nantikan kisah berikutnya. Insya Alloh
 

kisah 3 orang pemuda


 
Abu Hurairah telah mendengar Nabi bersabda, "Ada tiga orang dari Bani Israil yaitu si Belang, si Botak dan si Buta ketika Allah akan menguji mereka, Allah mengutus Malaikat berupa manusia.
Maka datanglah Malaikat itu kepada orang yang belang dan bertanya,
"Apakah yang kau inginkan?" 

Jawabnya, "Kulit dan rupa yang bagus serta hilangnya penyakit yang menyebabkan orang-orang jijik kepadaku.

" Maka diusaplah orang itu oleh Malaikat. Seketika itu juga hilanglah penyakitnya dan berganti rupa dan kulit yang bagus, 

kemudian ditanya lagi, "Kekayaan apakah yang engkau inginkan?"
Jawabnya, "Unta." Maka diberinya seekor unta yang bunting sambil didoakan, BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA (Semoga Allah memberkahimu pada kekayaanmu itu).

" Kemudian datanglah si Malaikat itu kepada si Botak dan bertanya, "Apakah yang engkau inginkan?"
Jawabnya, "Rambut yang bagus dan hilangnya penyakitku yang menyebabkan kehinaan pada pandangan orang.

" Maka diusaplah orang botak itu lalu seketika itu juga tumbuhlah rambut yang bagus.
Kemudian ditanya lagi, "Kini kekayaan apa yang engkau inginkan?" 

Jawabnya, "Lembu." Maka diberinya seekor lembu yang bunting sambil didoakan, "BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA (Semoga Allah memberkahimu pada kekayaanmu itu).

" Lalu datanglah Malaikat itu kepada si Buta dan bertanya, "Apakah yang engkau inginkan?

" Jawabnya, "Kembalinya penglihatan mataku supaya aku dapat melihat orang.

" Maka diusaplah matanya sehingga dapat melihat kembali. Selanjutnya dia ditanya pula, "Kekayaan apa yang engkau inginkan?" 

Jawabnya, "Kambing." Maka diberinya seekor kambing yang bunting sambil didoakan "BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA (Semoga Allah memberkahimu pada kekayaanmu itu).

" Beberapa tahun kemudian setelah masing-masing mempunyai daerah tersendiri yang penuh dengan unta, lembu dan kambing, datanglah Malaikat itu dalam rupa seorang yang miskin seperti keadaan si Belang dahulu pada waktu ia belum sembuh dan kaya. 

Malaikat itu berkata, "Saya seorang miskin yang telah terputus hubungan dalam perjalananku ini maka tidak ada yang dapat mengembalikan aku kecuali dengan pertolongan Allah dan bantuanmu. 

Maka saya mengharap, demi Allah yang memberi rupa dan kulit yang bagus, satu unta saja untuk meneruskan perjalananku ini.

" Jawab si Belang, "Masih banyak hak orang lain padaku, aku tidak dapat memberimu apa-apa, mintalah saja di lain tempat.

" Malaikat berkata, "Rasa-rasanya aku pernah berjumpa denganmu, bukankah engkau si Belang dahulu yang dijijiki orang dan seorang miskin kemudian Allah memberimu kekayaan?

" Jawab si Belang, "Saya telah mewarisi kekayaan orang tuaku.

" Malaikat berkata, "Jika engkau berdusta maka semoga Allah mengembalikan keadaanmu seperti dahulu.
" Kemudian pergilah malaikat itu kepada si Botak dengan menyamar seperti keadaan si Botak dahulu dan berkata pula padanya sebagaimana yang dikatakan kepada si Belang, namun ternyata mendapat jawaban seperti jawaban si Belang, hingga karenanya didoakan, "Jika engkau berdusta maka semoga engkau kembali seperti keadaanmu semula.

" Akhirnya datanglah Malaikat itu kepada si Buta dengan menyamar seperti keadaan si Buta dahulu semasa ia miskin dan berkata,

"Saya seorang miskin dan perantau yang telah putus hubungan dalam perjalanan, tidak dapat meneruskan perjalanan kecuali dengan pertolongan Allah dan bantuanmu. Aku minta demi Allah yang mengembalikan pandangan matamu, satu kambing saja untuk meneruskan perjalananku ini

." Jawab si Buta, "Dahulu aku memang buta lalu Allah mengembalikan penglihatanku maka kini ambillah sesukamu, aku tidak akan memberatkan sesuatu pun kepadamu yang engkau ambil karena Allah.
" Maka berkata Malaikat, "Jagalah harta kekayaanmu, sebenarnya kamu telah diuji maka Allah ridha kepadamu dan murka kepada kedua temanmu itu." (Bukhari - Muslim)
 

Tren Baru di Kalangan Wanita Terpelajar Inggris: Menjadi Mualaf

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON-- Berita ipar Tony Blair yang mengumumkan konversi keyakinannya menjadi Muslim akhir pekan lalu membuka banyak cerita tentang para mualaf di Inggris. Harian Daily Mail menurunkan topik tak biasa di halam depan mereka : tentang tren baru keyakinan di Inggris. Hasil temuan mereka menyebut, ada tren di kalangan perempuan terpelajar di Inggris -- sebagian besar adalah wanita karier -- yang memilih Islam sebagai keyakinan baru mereka.

Ipar Tony Blair, Lauren Booth, 43 tahun, mengatakan dia sekarang memakai jilbab yang menutupi kepala setiap kali  meninggalkan rumah. Ia juga mengaku melakukan shalat lima kali sehari dan mengunjungi masjid setempat kapanpun dia bisa.

Lauren berprofesi sebagai wartawan dan penyiar televisi. Dia memutuskan untuk menjadi seorang Muslim enam minggu lalu setelah mengunjungi  tempat suci Fatima al-Masumeh di kota Qom. "Ini adalah Selasa malam, dan saya duduk dan merasa ini suntikan morfin spiritual, hanya kebahagiaan mutlak dan sukacita," ujarnya.

Sebelum pergi ke Iran, ia mengaku telah tertarik pada  Islam dan telah menghabiskan banyak waktu untuk bekerja sebagai wartawan di Palestina. "Saya selalu terkesan dengan kekuatan dan kenyamanan berada di tengah-tengah Muslimin," katanya.

***

Kristiane Backer, wanita 43 tahun dan mantan VJ MTV yang menjadi ikon kehidupan Barat liberal yang dirindukan  remaja saat mudanya, menggeleng.  "Masyarakat permisif yang saya dambakan ketika muda dulu ternyata sangat dangkal, tak memberi ketenteraman batin apapun," ujarnya.

Titik balik untuk Kristiane muncul ketika dia bertemu mantan pemain kriket Pakistan dan seorang Muslim, Imran Khan pada tahun 1992. Dia membawanya ke Pakistan. Di negara kekasihnya itu, dia segera tersentuh oleh spirtualitas dan kehangatan dari orang-orang Islam di negara itu.

"Meskipun kemudian hubungan asmara saya dengan Imran Khan kandas, semangat saya mempelajari Islam tak turut kandas. Saya mulai mempelajari  Islam dan akhirnya menjadi mualaf," ujarnya. Menurutnya, Islam adalah agama bervisi. "Di Barat, kami menekankan untuk alasan yang dangkal, seperti apa pakaian untuk dipakai. Dalam Islam, semua orang bergerak ke tujuan yang lebih tinggi. Semuanya dilakukan untuk menyenangkan Tuhan. Itu adalah sistem nilai yang berbeda," tambahnya.

Lynne Ali, 31, dari Dagenham di Essex, mengakuinya. Di masa lalu, hidupnya hanyalah pesta. "Aku akan pergi keluar dan mabuk dengan teman-teman, memakai pakaian ketat dan mengerling siapapun lelaki yang ingin aku kencani," ujarnya.

Di sela-sela pekerjaannya sebagai DJ sebuah kelab malam papan atas London, ia menyempatkan ke gereja. Tetapi ketika ia bertemu pacarnya, Zahid, di universitas, sesuatu yang dramatis terjadi."Dia mulai berbicara kepadaku tentang Islam, dan itu seolah-olah segala sesuatu dalam hidupku dipasang ke tempatnya. Aku pikir, di bawah itu semua, aku pasti mencari sesuatu, dan aku tidak merasa hal itu dipenuhi oleh gaya hidup hura-huraku dengan alkohol dan pergaulan bebas."

Pada usia 19 tahun, Lynne memutuskan menjadi mualaf. "Sejak hari itu pula, aku memutuskan mengenakan jilbab," ujarnya. "Ini adalah tahun ke-12 rambut saya selalu tertutup di depan umum. Di rumah, aku akan berpakaian pakaian Barat normal di depan suami saya, tapi tidak untuk keluar rumah."

***

Survei YouGov baru-baru ini menyimpulkan bahwa lebih dari setengah masyarakat Inggris percaya Islam adalah pengaruh negatif yang mendorong ekstremisme, penindasan perempuan dan ketidaksetaraan. Namun statistik membuktikan konversi Islam menunjukkan perkembangan yang signifikan. Islam adalah, agama yang berkembang tercepat di dunia. "Bukti menunjukkan bahwa rasio perempuan Barat mengkonversi untuk laki-laki bisa setinggi 2:1," kata sosiolog Inggris, Kevin Brice.

Selain itu, katanya, umumnya perempuan mualaf ingin menampilkan tanda-tanda dari agama baru mereka - khususnya  jilbab - walaupun  gadis Muslim yang dibesarkan dalam tradisi Islam justru malah memilih tak berjilbab. "Mungkin sebagai akibat dari tindakan ini, yang cenderung menarik perhatian, Muslim mualaflah yang sering melaporkan diskriminasi terhadap mereka daripada mereka yang menjadi Muslimah sejak lahir," tambahnya.

Hal itu diakui Backer. "Di Jerman, ada Islamophobia. Saya kehilangan pekerjaan saya ketika saya bertobat. Ada kampanye untuk melawan saya dengan sindiran tentang semua Muslim mendukung teroris - intinya saya difitnah. Sekarang, saya presenter di NBC Eropa," ujarnya.


Camilla Leyland dulu dan kini

Hal itu diamini Lyne. "Aku menyebut diriku seorang Muslim Eropa, yang berbeda dengan mereka yang menjadi Muslim sejak lahir. Sebagai seorang Muslim Eropa, saya mempertanyakan segala sesuatu - saya tidak menerima secara membabi-buta. Dan pada akhirnya harus diakui, Islam adalah agama yang paling logis secara logika," ujarnya.

"Banyak perempuan mualaf di Inggris juga mengkonversi agamanya karena tertarik dengan kehangatan hubungan di antara sesama Muslim. "Beberapa tertarik untuk merasakan kembali nilai-nilai yang telah mengikis di Barat," kata Haifaa Jawad, dosen senior di Universitas Birmingham, yang telah mempelajari fenomena konversi agama. "Banyak orang, dari semua lapisan masyarakat, meratapi hilangnya tradisi menghargai  orang tua dan perempuan, misalnya. Ini adalah nilai-nilai yang termuat dalam Quran, yang umat Islam harus hidup dengannya," tambahnya Brice.

Nilai-nilai seperti ini pula yang menarik Camilla Leyland, 32, seorang guru yoga yang tinggal di Cornwall, pada Islam. Ia seorang ibu tunggal untuk anak, Inaya, dua tahun. Ia mengaku menjadi Muslim pada pertengahan usia 20-an untuk 'alasan intelektual dan feminis'.

"Aku tahu orang akan terkejut mendengar kata-kata 'feminisme' dan 'Islam' dalam napas yang sama, namun pada kenyataannya, ajaran Alquran memberikan kesetaraan kepada perempuan, dan pada saat agama itu lahir, ajaran pergi terhadap butir masyarakat misoginis," tambahnya.

Selama ini, orang salah memandang Islam, katanya. "Islam dituduh menindas wanita, namun yang aku rasakan ketika dewasa, justru aku merasa lebih tertindas oleh masyarakat Barat."

Tumbuh di Southampton - ayahnya adalah direktur Institut Pendidikan Southampton dan ibunya seorang ekonom - Camilla pertama kali bersinggungan dengan Islam di sekolah. Ia mengenal Islam saat kuliah dan kemudian mengambil gelar master di bidang Studi Timur Tengah. Ketika tinggal dan bekerja di Suriah, ia menemukan pencerahan spiritual.

Merefleksikan apa yang dia baca di Alquran, ia menyadari bahwa islamlah yang dicarinya selama ini. "Orang-orang akan sulit untuk percaya bahwa seorang wanita yang berpendidikan tinggi dari  kelas menengah akan memilih untuk menjadi Muslim," katanya, menirukan komentar ayahnya saat itu. Namun ia mantap menjadi Muslimah.

Kini, ia yang mengaku tak pernah meninggalkan shalat lima waktu tapi belum berjilbab ini menyatakan dirinya telah "merdeka". "Saya sangat bersyukur menemukan jalan keluar bagi diri saya sendiri. Saya tidak lagi menjadi budak masyarakat yang rusak."

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/10/27/142740-tren-baru-di-kalangan-wanita-terpelajar-inggris-menjadi-mualaf
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. abu-uswah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger